Kapal pengangkut batubara melintasi Sungai Mahakam, Samarinda, Minggu (31/12). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target produksi batubara tahun 2018 sebesar lebih dari 477 juta ton akan melampaui penetapan produksi batubara yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebesar 406 juta ton. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.

Kapal pengangkut batubara melintasi Sungai Mahakam, Samarinda, Minggu (31/12). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan target produksi batubara tahun 2018 sebesar lebih dari 477 juta ton akan melampaui penetapan produksi batubara yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 sebesar 406 juta ton. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.

 

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam waktu dekat akan melelang 16 wilayah pertambangan baik wilayah eks Kontrak Karya (KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) maupun Izin Usaha Pertambangan (IUP).

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengatakan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan beleid baru berupa Peraturan Menteri (Permen) sebagai landasan hukum dan skema penetapan harga lelang.

“Sedang kami¬†siapkan Permennya untuk skema pelelangannya,” terangnya, Rabu (3/1).

Namun sayangnya Arcandra masih enggan menyebutkan poin-poin dalam aturan yang tengah disiapkan itu. Alasannya, karena masih dalam tahapan usulan. Ia juga belum bisa memastikan kapan lelang tersebut akan dimulai. Yang jelas, kata Arcandra, Permen tersebut secepatnya akan dikeluarkan.

Kepala Biro Komunikasi Layanan Publik dan Kerjasama, Kementerian ESDM, Agung Pribadi menambahkan, nantinya Permen yang tengah dibuat akan menjadi acuan administrasi dalam lelang.

“Untuk eks KK dan PKP2B akan dilelang Pemerintah Pusat. Tapi untuk eks IUP yang melakukan lelang provinsi, mengacu Permen yang disiapkan oleh Menteri ESDM,” ungkapnya di Kantor Kementerian ESDM.

Saat ini minimal akan ada 16 wilayah pertambangan yang rencananya akan dilelang pada tahun ini. Di antaranya 5 wilayah pertambangan eks Kontrak Karya, satu eks PKP2B dan sisanya eks IUP.

Adapun 16 wilayah pertambangan itu, sudah terselesaikan masalah tata ruang dari Kementerian Perhutanan. Jadi, tidak ada kendala untuk segera dilaksanakannya lelang. Namun, sayangnya ia belum bisa memastikan kapan lelang tersebut akan dimulai.

Sementara untuk wilayah pertambangan lain yang potensial untuk dilelang, Agung bilang, masih membahas persoalan ini dengan daerah. Pasalnya, masih ada yang tersandung masalah tata ruang dan kehutanan. Jadi, inginnya pemerintah sebelum lelang wilayah ini berjalan, urusan mengenai tumpang tindih lahan bisa segera diselesaikan.

Sumber –¬†http://industri.kontan.co.id/

Perusahaan batubara siap menggenjot produksi

Harga Batubara Acuan (HBA) pada Juli tahun ini kembali naik 8,3% menjadi US$ 104,65 per ton. Pada bulan sebelumnya, HBA di level US$ 96,61 per ton. Kondisi ini membuat beberapa perusahaan batubara »

BEI: Perusahaan Tambang Belum Eksploitasi Bisa IPO Lebih Awal

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana memberikan kelonggaran aturan supaya perusahaan tambang yang belum masuk tahap eskploitasi bisa mencatatkan saham perdana atau melakukan¬†Initial Public »

ESDM: Banyak yang belum penuhi kewajiban batubara DMO

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperoleh catatan bahwa masih ada sejumlah izin usaha pertambangan (IUP) yang belum memenuhi kewajiban suplai batubara atau¬†domestik market »

ESDM memangkas produksi jika perusahaan batubara gagal penuhi DMO

Pemerintah mengeluarkan aturan baru untuk memaksa produsen batubara di dalam negeri menjual hasil produksi mereka di pasar dalam negeri, guna mencukupi kebutuhan PLN pembangkit swasta dan industri »

Finalisasi Akuisisi 51% Saham Freeport Tunggu Kesiapan Inalum

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan berharap finalisasi akuisisi 51 persen saham Freeport Indonesia dalam kurun waktu satu dua minggu. “Kalau pemahaman bersama, harusnya »

Indometal London Ltd jadi anak usaha bersama holding tambang BUMN

Induk usaha industri pertambangan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), beserta anggota PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Timah Tbk (TINS), menandatangani nota »

Berikan Komentar