PT Freeport IndonesiaSetelah menyederhanakan peraturan di bidang ketenagalistrikan, kali ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyederhanakan regulasi dan perizinan di subsektor pertambangan mineral dan batubara (Minerba)

Rencananya, dalam bahan paparan Direktorat Jenderal Minerba Kementerian ESDM yang diterima oleh KONTAN, pemerintah mengusulkan akan mencabut 17 beleid dan menggantikannya dengan 3 Peraturan Menteri ESDM.
Adapun masing-masing aturan itu, berkenaan dengan, pertama, tata cara pemberian wilayah, perizinan, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dan laporan. Ada enam Permen dalam poin ini yang akan dijadikan satu.

Kedua, berkenaan dengan Pengusahaan, Kebijakan Nilai Tambah Mineral. Dari poin ini ada empat aturan yang akan dijadikan satu.

Lalu yang ketiga, terkait dengan Pembinaan dan Pengawasan Aspek Teknis dan Pengusahaan. Dari poin ini, akan ada tujuh aturan yang dijadikan satu.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan, penyederhanaan regulasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pengawasan pemerintah. Selain itu, dengan dikuranginya beberapa izin, proses administrasi juga akan lebih cepat.

“Isu pentingnya adalah pembinaan dan pengawasan. Jadi, itu yang memang kita tekankan,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (31/1).

Asal tahu saja, penyederhanaan perizinan juga telah dilakukan Kementerian ESDM untuk subsektor minerba pada tahun lalu. Sebanyak enam Peraturan Menteri ESDM disederhanakan menjadi Permen ESDM No. 34/2017 tentang Perizinan di Bidang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Kini, Permen ESDM No. 34/2017 tersebut menjadi salah satu aturan yang bakal dicabut oleh Peraturan Menteri ESDM yang baru.

“Rencana Permennya akan diterbitkan bulan Februari,” pungkasnya.

Ketua Indonesian Mining Asosiation (IMA), Ido Hutabarat belum mau berkomentar mengenai adanya pencabutan Permen ini. Sehingga ia belum bisa menilai, apakah dengan penyederhanaan aturan ini, bisa menarik minat investasi di sektor pertambangan.

“Saya akan analisa dulu satu persatu aturannya, jadi belum bisa berkomentar apa-apa,” tandasnya.

Sumber – http://industri.kontan.co.id

Darma Henwa (DEWA) terus jajaki potensi bisnis tambang mineral

Upaya PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendiversifikasi usaha ke lini bisnis tambang mineral masih berlanjut. Corporate Secretary and Chief Corporate Service Officer Darma Henwa Mukson Arif Rosyidi »

Sri Mulyani Klaim Kebijakan Biosolar B20 dan PPh Impor Berhasil Tekan Impor

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan kebijakan pemerintah untuk menekan impor cukup berdampak menekan impor. Ia mencontohkan, kebijakan biodiesel 20% atau B20 telah membuat impor diesel turun »

Perlancar Distribusi B20, Pertamina Siapkan Dua Kapal Penampung

PT Pertamina (Persero) saat ini telah menyiapkan dua floating storage atau tempat penampungan untuk Fatty Acid Methyl Esters (FAME) yang merupakan bahan dasar dari biodiesel 20% (B20). Langkah itu »

Berikan Komentar