Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak.

Virus bukan makhluk hidup.  Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.  Karena bukan makhluk hidup maka virus tidak bisa dibunuh. Tetapi akan membusuk atau terurai dengan sendirinya dan hilang oleh beberapa keadaan seperti temperatur, kelembaban, dan jenis bahan yang ditempeli.

Ketika memasuki tubuh melalui mulut, hidung atau mata, virus pernapasan Covid-19 akan menginfeksi sel hidung, tenggorokan dan paru-paru yang akan menjadi inangnya, dimana virus mulai menggandakan diri.  Ini alasannya mengapa penularan Covid-19 terjadi melalui droplet (percikan) cairan yang keluar dari hidung dan mulut.  Kita diminta menjaga jarak 1-2 meter dari orang lain, jarak terjauh percikan bersin atau batuk.   Kita juga diminta rajin mencuci tangan menggunakan sabun atau antiseptik untuk mencegah virus masuk ke tubuh melalui tangan yang memegang benda tertempel virus, lalu tangan menyentuh wajah, mulut, hidung atau mata.

Begitu berada di dalam sel, virus COVID-19 ini menggadakan diri kelipatan 10 dan bisa menjadi 10.000 hanya dalam hitungan jam, dan menjadi jutaan dalam hitungan hari. Selanjutnya virus Covid-19 merusak dinding paru-paru, dengan melapisi dinding paru-paru seperti cat dinding yang menambah ketebalan permukaan dinding.  Inilah yang mengakibatkan sel-sel dinding paru-paru menjadi tebal dan menjadi sulit mentransfer oksigen, yang kemudian dirasakan sebagai sesak napas yang banyak berujung pada kematian.Kalahkan Covid dengan disiplin

Meski sulit dibunuh, virus ini tetap lemah. karena ia membutuhkan inang untuk bisa berkembang biak. Saat di luar inang, virus tidak aktif, tidak bisa melakukan reproduksi.

Karena berbentuk molekul yang bagian luarnya terlapisi selubung protein atau lemak, maka sebetulnya virus Covid-19 ini sangat rapuh.  Kita semua tahu lemak akan meleleh oleh suhu panas, lemak akan larut oleh sabun, detergen atau disinfektan.  Sehingga meski memiliki kemampuan menyebar dengan cepat, virus Covid-19 ini memiliki kelemahan mudah hancur dengan pelarut lemak seperti sabun dan detergen, yang orang awampun bisa melakukan.  Tidak perlu antibiotik.

Itulah alasan mengapa kita diminta untuk rajin-rajin mencuci tangan yang benar dengan sabun selama minimal 20 menit.  Kita diminta untuk mengepel lantai memakai cairan pembersih lantai, membersihkan peralatan dengan sabun, membersihkan hp, pegangan pintu, handel laci, remote control dsb dengan disinfektan.  Ketika terkena sabun atau disinfektan, virus akan larut, hancur, terurai dan tidak bisa menyebarlagi.

Ketika terjadi infeksi atau kemasukan virus, tubuh kita diciptakan Tuhan untuk memiliki pertahanan sendiri.  Pada hari ke-7, tubuh akan mulai memproduksi antibodi untuk melawan virus.  Produksi virus mencapai puncaknya pada hari ke-14.  Sedang masa inkubasi Covid-19 adalah 2-14 hari.  Sehingga di hari ke 14 setelah terinfeksi, akan nampak kita sebagai pemenang atau sebagai yang kalah.  Setelah memiliki antibodi, kita diharapkan sudah memiliki kekebalan terhadap virus Covid-19.  Sekitar 97% menang.

KEDISIPLINAN kita menjauhi keramaian, tidak keluar rumah kalau tidak terpaksa, menjaga jarak, rajin mencuci tangan dengan sabun, makan sehat, minum vitamin, tidur cukup, yang akan menetapkan kita untuk keluar menjadi pemenang.

Ayo, tidak sulit mengalahkan virus Covid 19, asal kita DISIPLIN.  Ayo bisa.

Oleh Dwi Pudjiarso

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »
Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit.

Benar sekali.  Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT. 

  1. Mengapa?
    1. Agar fasilitas medis dan tenaga kesehatan yang terbatas, bisa dikonsentrasikan untuk menangani pasien Corona.
    2. Karena di musim begini antrian berobat di Rumah Sakit rata-rata sangat panjang.
    3. Sudah beberapa contoh seseorang pergi ke fasilitas medis untuk pemeriksaan rutin, imunisasi, malah di sana tertular Corona. 
  2. KECUALI DARURAT seperti:
    1. Anda merasakan sesak napas, nyeri dada hebat, muntah, keringat dingin,
    2. Gigi tidak tahan nyerinya, gusi bengkak infeksi, pendarahan yang tidak bisa dikontrol,
    3. Sikecil demam 3 hari tidak turun-turun, sesak napas, pendarahan banyak, kejang.
    4. Patah tulang, pendarahan hebat. 
  3. Tundalah ke RS atau Klinik, lakukanlah konsultasi online dengan dokter anda untuk:
    1. Menghindari memungkinan tertular Corona karena mengunjungi fasilitas kesehatan atau bertemu dokter,
    2. Sakit kecil, ringan, yang biasa anda obati sendiri, atau bisa ditunda, yang mungkin masih bisa anda atasi sendiri.
    3. Pemeriksaan berkala, kontrol rutin, imunisasi, yang mungkin masih bisa ditunda. 
  4. Ini saatnya bagi kita untuk serius menjaga kesehatan sebaik-baiknya agar kita tidak jatuh sakit dan harus berobat ke RS.

    1. Karena tubuh yang sakit akan rentan terhadap Corona.
    2. Jagalah tubuh anda tetap sehat dengan makan sehat, minum vitamin, istirahat cukup, jaga kebersihan, rajin cuci tangan, olahraga teratur, berjemur.
    3. Hindari keluar rumah bila tidak terpaksa.
    4. Disiplinlah untuk mengikuti protokol keluar rumah dan protokol masuk rumah, bila anda terpaksa harus keluar rumah. 
  5. Dekatkanlah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa
    1. Mohon ampunan sebanyak-banyaknya
    2. Mohon perlindungan dari wabah Corona.

Dengan DISIPLIN, kita bisa.

Oleh: Dwi Pudjiarso

 

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »
India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

Pekerja menyiram batubara asal Sumatera yang akan diolah sebelum dikirim ke industri di penimbunan sementara Cilincing, Jakarta Utara (7/2). Produksi batubara Indonesia tahun 2011 lalu naik 34,4% menjadi 371 juta ton dari realisasi tahun 2010 sebesar 276 juta ton. Menurut Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara Ditjen Minerba mengungkapkan, ekspor mendominasi 78%, sisanya 22% diserap di dalam negeri. KONTAN/Muradi/07/02/2012

India memasuki masa lockdown selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan lockdown pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya terhadap bisnis pertambangan mineral dan batubara (minerba) Indonesia?

Sebab, India menjadi pasar utama untuk ekspor batubara Indonesia setelah China. Pasalnya, hampir separuh penjualan ekspor batubara Indonesia tertuju ke dua negara itu. Sebagai gambaran, pada tahun 2018 lalu, ekspor batubara ke pasar China memiliki porsi 25,7% sementara ke India sebanyak 21,9% dari total ekspor batubara Indonesia.

Mengenai hal itu, Ketua Indonesia Mining Institute (IMI) Irwandy Arief mengatakan, sebagai pasar terbesar kedua, lockdown di India tentu akan memberikan dampak terhadap kinerja bisnis batubara di Indonesia. Hanya saja, Irwandy bilang, tidak mudah untuk menggambarkan dampaknya dalam periode yang singkat.

Sebab, perkembangan mengenai penanganan corona, lama periode lockdown, serta efek terhadap pasar global, juga harus diperhatikan. Apabila setelah lockdown pasokan batubara Indonesia masih bisa diakomodasi, maka dampak terhadap bisnis emas hitam di Indonesia bisa terminimalkan.

“Lamanya¬†lockdown¬†tentu akan berpengaruh pada pengapalan ke negara tersebut. Namun bila sisa waktu setelah lockdown bisa mengakomodir penerimaan batubara dari Indonesia, maka pengaruh dari segi jumlah ton batubara masih bisa diminimalisir, terutama untuk penjualan kontrak,” jelas Irwandy kepada Kontan.co.id, Kamis (26/3).

Kendati begitu, sambung Irwandy, secara bisnis, arus kas ke perusahaan akan tertunda. Namun, ia mengatakan dampak terhadap kinerja bisnis masih harus dilihat dalam perkembangan di kuartal selanutnya selama setahun ini.

Sebab, menurut Irwandy, lockdown 21 hari yang dijadwalkan India belum bisa menggambarkan proyeksi pasar batubara untuk periode berjalan sepanjang 2020 ini.

Apalagi, kata Irwandy, kontrak jangka panjang perusahaan biasanya memiliki fleksibilitas 10% untuk penundaan pengiriman. “Pengaruhnya terjadi di¬†cashflow¬†penerimaan yang tertunda. Tapi akibat ini tidak bisa dilihat dari jangka pendek 1-3 bulan, tapi harus dilihat selama satu tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait komoditas mineral, Irwandy melihat bahwa lockdown di India tidak memberikan pengaruh yang signifikan. “Sementara ini begitu. Mineral belum terdengar pengaruh secara signifikan,” ujarnya.

Praktisi pertambangan dan smelter Arif S. Tiammar mengamini hal tersebut. Ia menyebut, India bukan menjadi pasar utama bagi sejumlah komoditas mineral Indonesia seperti nikel, tembaga dan bauksit. Menurutnya, komoditas yang akan paling terdampak adalah batubara dan minyak sawit (CPO).

“India bukan pasar utama nikel dan bauksit. Tembaga juga market utamanya bukan India. Walaupun ada dampak, relatif sedikit. Tapi tidak secara khusus untuk mineral, kecuali batubara dan CPO,” katanya kepada Kontan.co.id, Kamis (26/3).

Meski begitu, Arif mengatakan, bisnis mineral di Indonesia bukan tanpa kendala. Kendati India bukan pasar utama, katanya, kondisi pandemi corona telah menekan pasar global, termasuk untuk bijih mineral dan produk turunannya.

Sumber –¬†https://industri.kontan.co.id/

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »
Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI #7

Kalau anda LANSIA, apa yang harus anda lakukan?

Sebagai LANSIA, anda harus berusaha sekuat tenaga untuk tidak tertular Corona.  Karena kalau tertular kemungkinan besar anda akan parah atau bahkan tidak tertolong.  Lebih dari itu:

  • Kalau anda lansia pria, risiko anda lebih tinggi dari lansia wanita.
  • Kalau anda memiliki riwayat penyakit paru, jantung, atau diabetes, anda memiliki risiko lebih tinggi dari lansia yang sehat.

Sebagai LANSIA anda harus DISIPLIN sekali lagi DISIPLIN:

  1. Tinggal di rumah. Sementara tidak keluar rumah dan tidak menerima tamu.
  2. Tidak melakukan perjalanan laut atau udara.
  3. Rajin-rajin mencuci tangan
  4. Makan makanan bergizi, tambah dengan vitamin C dan E.
  5. Istirahat yang cukup.
  6. Hindari berdekatan fisik (kurang dari 2 m) dengan:
    1. Orang yang sakit
    2. Orang yang tidak diketahui kondisinya, meski anak, cucu, kakak, adik, atau asisten rumah tangga, kalau mereka masih bebas berkontak fisik dengan publik atau orang banyak di luar sana (seperti ke pasar, mall, sekolah, dsb).
  7. Bersihkan dan lakukan disinfektanisasi ke permukaan barang yang sering anda pegang. Lakukan beberapa kali sehari.
  8. Hubungi dokter anda kalau ada pertanyaan atau merasakan keluhan, terutama sesak napas.

Menjaga kondisi MENTAL tetap sehat:

  1. Ketakutan dan kecemasan karena wabah Covic-19 bisa memperburuk kondisi fisik anda sebagai lansia.
  2. Hal yang bisa anda lakukan untuk menghindari itu adalah:
    1. Kurangi menonton tv atau membaca berita.
    2. Jagalah kondisi fisik dengan latihan ambil napas panjang, peregangan otot, meditasi, perbanyak berdoa dan mohon ampunan kepadaNya.
    3. Makan sehat dan berimbang, olahraga teratur, tidur cukup, jangan konsumsi alkohol dan obat terlarang.
    4. Isi waktu dengan kegiatan yang menyenangkan.
    5. Tetap terhubung dengan orang-orang dekat serta teman lansia sebaya anda untuk bisa saling curhat dan saling menguatkan.
    6. Lakukan video call dengan anak-anak, cucu-cucu, dan anggota keluarga yang lain untuk menjaga perasaan bahwa anda masih menjadi bagian dari mereka.
  3. Sampai kapan para lansia harus berada di ‚Äúpengasingan‚ÄĚ ini? Sampai semua orang sudah immune, atau memiliki antibodi dan virus Covid-19 telah menaikkan bendera putih.
  4. Kalau anda suka menulis. Ini adalah kesempatan anda menghasilkan karya-karya tulis anda.
  5. Isi sisa hidup anda dengan mewariskan tulisan-tulisan yang bisa menjadi teladan, memotivasi, menginspirasi anak, cucu, serta generasi muda penerus anda.

Jumlah terjangkit Covid-19 di Indonesia dari hari ke bari terus bertambah.  Jumlah korban jiwa setiap 24 jam terus bertambah.  Dengan KEDISIPLINAN, anda bisa turut berkontribusi menghentikan penyebaran Covid-19 di tanah air tercinta. 

Ayo anda bisa.

Oleh: Dwi Pudjiarso

 

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »
Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI #6

Anda berisiko tinggi terkena Corona, atau parah kalau terkena?

Dilihat dari kombinasi antara tingkat keterpaparan (exposure to desease) dan jarak fisik dengan orang lain (physical proximity to others) ketika bekerja, proresi berikut ini memiliki risiko tinggi terjangkit Covid-19:

  1. Para pekerja layanan kesehatan.
  2. Siapa saja yang pekerjaannya kontak langsung secara fisik melayani orang lain (dalam jarak fisik kurang dari 1 m).

Apa yang harus dilakukan oleh orang-orang dengan profesi itu?  Jawabannya DISIPLIN dan DISIPLIN. Yaitu:

  1. DISIPLIN menjaga stamina.
  2. DISIPLIN memakai alat pelindung diri yang sesuai.
  3. DISIPLIN mengikuti sepenuhnya prosedur kerja yang telah ditetapkan.
  4. DISIPLIN menjaga jadwal kerja agar tidak overtime berlebihan.

Siapa yang berisiko tinggi akan parah atau tidak tertolong apabila terjangkit Covid-19?  Mereka adalah:

  1. LANSIA, yaitu para sesepuh yang kita sayangi seperti ibu, bapak, nenek, kakek, om, tante, guru, pemuka agama dst. Di samping usia, rata-rata mereka juga penderita penyakit di bawah ini.
  2. GENERASI MUDA yang memiliki riwayat sakit paru-paru (termasuk perokok), jantung, dan diabetes.

Untuk itu apa yang bisa anda lakukan untuk beliau di tengah merebaknya Covid-19 ini?

  1. Kalau beliau tidak tinggal bersama kita, ayo DISIPLIN:
    1. Tidak pulang kampung, sementara jangan ditengok dulu, cukup hubungi lewat telepon atau medsos.
    2. Memastikan beliau bisa makan bergizi.
    3. Memastikan tempat tinggal beliau bersih.
    4. Kalau datang untuk mengantar logistik, tetap jaga jarak minimal 2 m.
    5. Edukasi beliau untuk sementara tidak menerima tamu atau melakukan kumpul-kumpul.
    6. Hubungi lewat telepon secara berkala, agar tidak merasa sendirian.
  1. Kalau beliau tinggal serumah dengan kita, ayo DISIPLIN:
    1. Jaga rumah bersih dan lakukan disinfektasi secara rutin, terutama kamar beliau dan area tempat beliau beraktivitas sehari-hari.
    2. Sementara tidak melakukan hug, cipika-cipiki, ciup tangan dan semacamnya.
    3. Anda, anak anda dan siapa saja yang masih beraktivitas bebas di luar rumah, jangan dulu berkontak fisik dengan beliau meski hidup 1 rumah. Jaga jarak minimal 2 m.
    4. Bisa saja sebetulnya anda sudah terinveksi virus Covid-19 tetapi masih dalam masa inkubasi sehingga belum nampak gejalanya, atau bisa saja karena anda masih muda, antibodi anda baik, anda tidak jatuh sakit. Tetapi virus yang ada di tubuh anda telah menular kepada ibu, bapak anda serta siapa saja yang anda beinteraksi.
    5. Lakukan kehati-hatian khusus apabila beliau memiliki riwayat sakit paru-paru, jantung dan diabetes.

Ayo sayangilah ibu, bapak, sesepuh-sesepuh kita, dengan DISIPLIN sementara tidak mendatangi mereka, dengan CARE memastikan beliau bisa diisolasi dengan aman sampai Corona mereda.

Pemerintah tidak akan melakukan kebijakan lockdown, maka mari kita lebih meningkatkan KEDISIPLINAN dan KEPEDULIAN kita.

Ayo anda bisa.

Oleh: Dwi Pudjiarso

 

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »
Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI #5

Anda sekeluarga sudah DISIPLIN tinggal di rumah?

Karena dalam 24 jam, telah terjadi penambahan 60 terjangkit Covid-19 menjadi 369 dan meninggal 302 di Indonesia.  Dan lebih mengerikan Italia menambah 627 korban jiwa dalam 24 jam.

Perintah bapak Presiden untuk dilakukan test masal Corona Covid-19 telah diberikan.  Dengan 264 juta penduduk, tentu ini bukan hal yang sederhana.  Sambil memberikan kesempatan pemerintah memobilisasi resources yang dibutuhkan, inilah kesempatan bagi kita untuk menunjukkan KEPEDULIAN sebagai anak bangsa:

  • Yang memiliki hotel atau aset yang bisa dipinjamkan untuk disulap menjadi ruang perawatan, untuk mengantisipasi puncak jumlah pasien nya.
  • Yang berlatar belakang kesehatan dan masih muda, untuk mendarmabaktikan tenaga dan keahliannya untuk turut merawat pasien Covid-19.

Lalu bagaimana dengan kita yang tidak punya aset dan tidak punya keahlian di bidang kesehatan? 

Berkontribusilah dari rumah, yaitu:

  • Mengajak seluruh keluarga untuk mengisolasi diri di rumah selama 14 hari tanpa putus:
    • DISIPLIN tidak keluar rumah dan tidak menerima tamu.
    • Karena masa inkubasi Covid-19 adalah 14 hari, maka kalau ada anggota keluarga yang terinfeksi Covid-19, pada hari ke 15 akan kelihatan gejalanya.
    • Kalau di dalam waktu 14 hari itu ada anggota keluarga yang TIDAK DISIPLIN, misalnya keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain, lalu ia terinfeksi Covid-19, maka pada hari ke 15 gejala sakit Covid-19 bisa belum muncul.
    • Jadi KEDISIPLINAN sangat diharuskan di sini.
  • Gerakkan semua anggota keluarga untuk gotong-royong membersihkan rumah.
    • Buat tempat cuci tangan di depan rumah, agar sebelum masuk rumah, siapa saja mencuci tangan terlebih dulu.
    • Bersihkan memakai sabun, semua pegangan pintu, jendela, kursi meja, dan semua bagian rumah yang sering dipegang.
    • Pel semua lantai, lakukan pagi dan sore.
    • Bersihkan memakai alkohol, semua hp, laptop, keyboard, mouse, remote control. Bagus kalau bisa dilakukan setiap hari.
    • Bangun kebiasaan cuci tangan sebelum makan, juga sebelum memegang wajah.
    • Buka jendela dan pintu beberapa kali sehari agar berganti udara.
    • Tanamkan KEDISIPLINAN kepada setiap anggota keluarga.

Jadi tidak ada alasan bagi setiap anak bangsa, untuk tidak ikut serta berkontribusi dalam upaya bangsa menghentikan laju penularan Covid-19 di tanah air tercinta.   Yaitu dengan DISIPLIN mengikuti arahan Pemerintah.

Ayo kita bisa.

Oleh: Dwi Pudjiarso

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »
Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI #4

Seberapa berbahaya sih Corona Covid-19?

Sampai 19 Maret 2020, dalam waktu kurang dari  3 bulan, Covid-19 telah menjangkiti 181 negara dengan 213.254 kasus, 8.843 korban jiwa, tingkat kematian 4%.  Meskipun tingkat kematiannya relatif lebih rendah, tingkat kecepatan penyebaran Covid-19 ini sangat tinggi, apabila dibandingkan dengan SARS 2002 yang dalam 2 tahun terjadi 8.096 kasus, 774 korban jiwa dan tingkat kematian 9,6%, serta MERS 2012 yang dalam 7 tahun terjadi 2.294 kasus, 858 korban jiwa dan tingkat kematian 17,4%.

Apa artinya ini semua:

  • Meskipun tingkat kematiannya rendah dibandingkan kakak-kakaknya, tetapi kecepatan penularan Covid-19 sangat tinggi.
  • Dalam waktu pendek, yang berpotensi terjangkit Covid-19, bisa mencapai jumlah yang SANGAT BESAR.
  • Hal ini membutuhkan sarana medis dan tenaga perawatan yang sangat banyak dalam waktu bersamaan.

Lalu apa TANTANGAN kita:

  • Tidak ada pilihan, setiap WARGA NEGARA Indonesia harus turut serta memperlambat tingkat penularan Covid-19 di lingkungan masing-masing.
  • Caranya DISIPLIN dan CARE
    • Jaga kondisi kesehatan masing-masing
    • Tidak keluar rumah kalau tidak terpaksa
    • Kalau keluar rumah DISIPLIN menerapkan social distancing
    • Kalau menderita batuk, pilek, DISIPLIN memakai masker
    • Rajin mencuci tangan yang benar
    • Dan menjaga kebersihan rumah
    • Serta DISIPLIN tinggal di rumah selama LIBUR 14 hari.

Kapan lagi?  Kini saatnya kita semua berbuat sesuatu untuk bangsa dan negara.
Mari kita hentikan penyebaran Covid-19 mulai dari keluarga kita tercinta. 

Ayo kita bisa.

 

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »
Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI #3

Jangan panik, tapi jangan meremehkan Covid-19

Benar, jangan panik. Panik membuat kita tidak bisa berpikir sehat. Tetapi juga JANGAN MEREMEHKAN Covid-19, karena penyebarannya sangat cepat. Pagi ini yang terjangkit sudah mendekati 200 ribu, yang meninggal sudah 19 orang di Indonesia dan mendekati 8000 di seluruh dunia.

Untuk itu pahami cara penyebarannya, lalu DISIPLIN dan PEDULI lah melakukan pencegahan.

  • Covid-19 belum ada vaksinnya
  • Sifat penyebaran Covid-19 adalah dari orang ke orang.
  • Yang diserang adalah saluran pernapasan.
  • Virus Covid-19 ditularkan melalui percikan cairan (droplet) dari mulut atau hidung penderita ketika berbicara, batuk, atau bersin.
  • Droplet bisa langsung ke wajah kita lalu virus Covid-19 masuk ke saluran pernapasan.
  • Atau droplet jatuh ke barang, barang tersebut kita pegang, lalu tangan kita memegang wajah kita.

Untuk itu PENCEGAHANNYA memerlukan DISIPLIN dan KEPEDULIAN yang tinggi, baik bagi penderita maupun yang sehat.

Untuk yang sehat DISIPLINlah:

  • Tidak datang ke area wabah
  • Tidak mendekati keramaian
  • Tidak mengadakan kegiatan yang mengundang orang banyak.
  • Berdiam diri di rumah, kecuali tidak ada pilihan.
  • Waktu harus keluar rumah, terapkan perilaku DISIPLIN berikut ini:
    o Disiplin menjaga jarak dari orang lain, minimal 2 meter
    o Disiplin rajin mencuci tangan dengan benar.
    o Disiplin tidak memegang wajah sebelum cuci tangan.
  • Bagi yang ada gejala-gejala sakit, DISIPLIN dan PEDULIlah:
    o Tinggal di rumah
    o Segera ke rumah sakit ketika ada tanda sesak napas
    o Ketika keluar rumah, pakailah masker
    o Kalau batuk atau bersin tutup dengan tisu atau siku baju
    o Buang tisu ke tempat sampah.
    o Rajin mencuci tangan dengan benar.

Virus Covid-19 merupakan ujian KEDISIPLINAN dan KEPEDULIAN kita. Mari dengan wabah Corona Covid-19 ini, kita membangun budaya KEDISIPLINAN dan KEPEDULIAN.

Ayo kita bisa.

Oleh: Dwi Pudjiarso

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.¬† Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.¬† Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.¬† Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.¬† Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

India lockdown 21 hari, bagaimana nasib ekspor mineral dan batubara Indonesia?

India memasuki masa¬†lockdown¬†selama 21 hari untuk meredam penyebaran pandemi corona. Negara yang berpopulasi 1,3 miliar jiwa itu mulai melakukan¬†lockdown¬†pada Selasa (24/3). Lalu, bagaimana dampaknya »