FILE PHOTO: File photo of worker of German steelmaker ThyssenKrupp controling a blast furnace in DuisburgKementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, Peraturan Menteri (Permen) mengenai sanksi finansial bagi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) molor. Artinya tidak mencapai target, yakni terbit sebelum Maret 2018.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono mengatakan saat ini Permen tersebut masih berbentuk usulan dan masih dibahas bersama dengan pemangku kepentingan yang lain. “Paling cepat Maret (2018), habis enam bulan ini,” terangnya di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (21/12).

Ia mengklaim, tidak ada perusahaan membangun¬†smelter, yang selesai dari sisi jangka waktu penilaian pembangunan pada Januari 2018. Sehingga, beberapa perusahaan dianggap masih aman melanjutkan kegiatan ekspor mineral mentah. “Tidak ada yang selesai Januari, adanya Maret,” jelasnya.

Asal tahu saja, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2017 tentang Pelaksana Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) tercatat rekomendasi ekspor bisa diraih apabila pembangunan smelter mencapai 90% dari progres per periode.

Menurut data dari Kementerian ESDM, kemajuan pembangunan smelter untuk tujuh perusahaan di antaranya adalah PT Freeport Indonesia untuk smelter konsentrat tembaga masih 0%, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) untuk smelter konsentrat tembaga baru 5,67%.

Sementara PT Sebuku Iron Lateritik Ores, smelter konsentrat besi mencapai 56,29%. PT Kapuas Prima Coal konsentrat timbal, 81% dan smelter konsentrat seng 14,54%. Untuk PT Sumber Baja Prima smelter konsentrat besi 100%. PT Smelting, smelter lumpur anoda masih 0%.

Adapun proyek PT Rusan Sejahtera, smelter konsentrat besi, baru 14,77%.

Dalam Permen baru nanti, akan ada yang namanya batas atas maupun bawah, sesuai dengan kemajuan pembangunan¬†smelternya. Namun, Bambang menyatakan, batas atas atau bawah itu masih dalam usulan. “Belum (diketahui batasan sanksinya). Jangan membuat panik perusahaan-perusahaan,” tegasnya.

Sumber –¬†http://industri.kontan.co.id

Mengapa Harus Paham Blind Spot Mobil Tanki?

Sobat, Mobil Tangki yang membawa BBM atau LPG membawa muatan sangat berbahaya. Maka dari itu, Sobat Pertamina harus memahami Titik Buta atau Blind Spot dari Mobil Tangki untuk keselamatan berkendara »

ESDM klaim produksi batubara 2017 lampaui target

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan produksi batubara tahun 2017 melebihi target yang ditentukan oleh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebesar 477 juta »

16 wilayah pertambangan dilelang awal tahun ini

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam waktu dekat akan melelang 16 wilayah pertambangan baik wilayah eks Kontrak Karya (KK), Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara »

Beleid sanksi finansial bagi smelter mundur lagi

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan, Peraturan Menteri (Permen) mengenai sanksi finansial bagi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) molor. Artinya »

Negosiasi skala jumbo di ESDM tak penuhi target

Target negosiasi besar tahun ini banyak yang meleset. Pemerintah malah akan meneruskan beberapa negosiasi itu pada tahun depan. Padahal, tahun depan sudah memasuki tahun politik yang sulit ditebak »

Harga batubara acuan Desember turun US$0,8 per ton

Kementerian ESDM menetapkan harga batubara acuan (HBA) periode Desember 2017 mengalami penurunan US$ 0,8 per ton menjadi US$ 94,04 per ton dibandingkan periode November 2017 sebesar US$ 94,84 per »

Berikan Komentar