November 2017, PNBP Minerba Melampaui Target

Dikutip dalam siaran pers Kementerian ESDM, Sabtu, 18 November 2017, hingga kini subsektor minerba masih menjadi salah satu kontributor utama dalam rangka meningkatkan penerimaan negara dari PNBP.

Data Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, per 17 November 2017, PNBP minerba telah mencapai angka Rp35 triliun.

Angka PNBP tersebut berasal dari tiga jenis penerimaan, yakni royalti sebanyak Rp19,8 triliun atau sebesar 56,6 persen, penjualan hasil tambang Rp14,7 triliun atau 42 persen dan iuran tetap mencapai Rp500 miliar atau 1,4 persen dari total PNBP sektor minerba.

Tingginya angka PNBP tersebut antara lain didorong oleh peningkatan pengawasan, kepatuhan perusahaan melunasi tunggakan dan harga komoditas batu bara itu sendiri.

Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pencapaian November ini mengalami peningkatan sebesar 29 persen dibandingkan dengan penerimaan 2016, di mana realisasi PNBP minerba pada tahun tersebut sebesar Rp27,1 triliun. Adapun angka PNBP minerba yang dicatatkan di 2015 mencapai Rp23,8 triliun.

Sebelumnya, pada September lalu, Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot menyampaikan optimisme pencapaian target PNBP minerba 2017 dengan catatan tidak ada penurunan harga batu bara acuan (HBA) hingga di bawah USD70 per ton.

Dalam berbagai kesempatan, Bambang juga mengatakan masalah penerimaan negara dari sektor minerba harus dipadukan dengan kebijakan jangka panjang. Batu bara, misalnya, dalam rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) penggunaannya dalam bauran energi akan diturunkan. Oleh sebab itu, penerimaan negara akan sangat bergantung terhadap tingkat harga dan produksi dari para produsen.

Sumber – http://ekonomi.metrotvnews.com

Komisi VII Desak Ditjen Minerba Evaluasi Izin Ekspor Pertambangan

Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir meminta Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono agar mengevaluasi izin ekspor »

Permintaan jasa naik, Pamapersada belanja alat berat

Demi mengimbangi derasnya permintaan jasa penambangan, PT Pamapersada Nusantara atawa memesan 700 alat berat sejak pertengahan tahun lalu. Perinciannya, 400 alat berat untuk menambah alat berat yang »

Pendapatan Dua Perusahaan Tambang Ini Berkurang Akibat Kebijakan DMO

Arutmin kehilangan pendapatan Rp 277 miliar. Sedangkan Kaltim Prima Coal pendapatannya turun Rp 957 miliar. PT Arutmin Indonesia (Arutmin) menyatakan telah kehilangan pendapatan sebesar Rp 277 miliar »

Produsen batubara gelar akuisisi pertambangan

Para produsen batubara tampaknya tak peduli dengan tidak stabilnya harga batubara tahun ini. Mereka masih terus melancarkan aksi korporasi dengan melakukan akuisisi lahan-lahan tambang batubara »

Lelang wilayah pertambangan belum sesuai ekspektasi pelaku usaha

Rencana pemerintah melaksanakan lelang 16 wilayah pertambangan belum berjalan mulus. Pasalnya, para pelaku usaha masih menganggap lelang wilayah pertambangan yang ditetapkan oleh Kementerian Energi »

Batubara mencapai level harga tertinggi lima tahun

Harga batubara masih bergerak dalam tren menguat. Permintaan dan produksi batubara di China masih jadi faktor penggerak harga batubara. Harga batubara Newcastle pengiriman Juli naik 0,85% jadi US$ »

Berikan Komentar