IMG_7026 Sabar.  Kata yang sangat familiar bagi siapapun.  Kata sabar sering dipakai sebagai tutur nasehat atau ekspresi motivasi kepada seseorang yang sedang ditimpa musibah, halangan atau masalah yang lain.  Tidak pernah ucapan sabar dipakai menyertai ucapan selamat kepada seseorang yang mendapatkan promosi, naik pangkat, wisuda, meraih medali atau pencapaian prestasi lainnya.

Tidak berbeda di dunia safety, kata-kata sabar kebanyakan hanya dipakai untuk ucapan penghibur kepada korban cedera atau keluarga korban kecelakaan meninggal.  Kata sabar tidak pernah digunakan sebagai ucapan motivasi safety.

Bagi teman-teman yang beragama Islam,  Allah mendudukkan posisi sabar itu demikian tinggi. Banyak sekali wahyu tentang sabar tersebar di berbagai surat dan ayat di kitab suci Al-Qur’an, yang diantaranya adalah Allah menjanjikan kepada orang yang sabar itu hidup senang (20:130), hidupnya diberkati (2:155), mendapat petunjuk (2:156-157), selalu beruntung (3:200), memperoleh kemenangan (23:111), berkualitas (8:65), dikirim 3000 atau 5000 malaikat untuk menolong (3:124-125), selalu mendapat pertolongan (6:34), dijadikan pemimpin (32:24), disediakan pahala tanpa batas (39:10), diberikan surga VVIP (25:75), selalu disertai Allah (2:153), disukai oleh Allah (3:146), dan masih banyak lagi keistimewaan yang diberikan oleh Allah kepada orang yang sabar.

Jika Allah mendudukkan kesabaran pada derajat yang demikian tinggi, tentu ada tujuannya.  Itu bukan sekedar kebetulan.  Lalu bagaimana bila kita lihat kesabaran dari kacamata safety?  Apakah ada korelasinya?

Sudah menjadi persepsi umum bahwa safety itu identik dengan kedisiplinan, pematuhan peraturan, penegakan aturan, penindakan pelanggaran, dan orang safety dianggap sebagai penegak peraturan atau penindak pelanggaran, bahkan seringkali orang safety dicap sebagai orang yang pekerjaannya mencari-cari kesalahan. 

Sekarang apakah ada kaitan antara disiplin dan sabar? Ternyata sangat berkaitan sangat erat.  Orang yang disiplin tidak bisa dipungkiri sesungguhnya ia adalah orang-orang yang sabar. Hanya orang yang sabar yang bisa disiplin.  Sebaliknya orang yang tidak disiplin jelas adalah bukan orang yang sabar. Mengapa? Berikut cerminan perilaku sabar:

  • Untuk disiplin memakai Alat Pelindung Diri (APD) selama bekerja, perlu kesabaran.
  • Untuk disiplin melakukan Program Pemeriksaan Harian (P2H) dulu sebelum mengemudi kendaraan, perlu kesabaran.
  • Untuk bekerja disiplin mengikuti langkah-langkah Job Safety Analysis (JSA), memerlukan kesabaran.
  • Untuk disiplin mematuhi batas kecepatan berkendaraan, menuntut kesabaran.
  • Untuk disiplin berhenti di rambu STOP meski tidak ada yang melihat, butuh kesabaran.
  • Untuk disiplin berhenti di lampu merah pada waktu jalanan lengang, sangat menguji kesabaran.
  • Untuk disiplin tetap memakai kacamata di area perbengkelan yang sebagian besar karyawan disitu tidak memakai tanpa ditegur, sungguh menguras kesabaran.
  • Untuk disiplin mengurus work permit terlebih dahulu sebelum bekerja di ruang terbatas, butuh kesabaran.
  • Untuk disiplin melakukan Lock Out Tag Out (LOTO) sebelum melakukan perbaikan peralatan di tempat yang dia sendirian disitu, memerlukan kesabaran.
  • Untuk disiplin turun dari tangga dan memindahkannya agar tidak menjangkau keluar tangga terlalu jauh, hanya dilakukan oleh orang yang sabar.
  • Untuk mengambil dan memakai full body harness untuk pekerjaan mengganti lampu di ketinggian yang mengerjakannya hanya beberapa menit, perlu kesabaran.
  • Untuk menahan diri tidak melihat handphone yang berbunyi ketika sedang mengemudi, itu perlu kesabaran.
  • Untuk minggir dulu dan berhenti untuk menerima telepon yang masuk, memerlukan kesabaran.
  • Untuk menyimpan kulit kacang sebelum menemukan tempat sampah, menuntut kesabaran

Jelas sekali untuk bisa bekerja safe menuntut kedisiplinan yang tinggi dan super konsisten.  Untuk disiplin perlu kesabaran yang istiqomah. 

Terjawablah sudah mengapa Allah beserta dengan orang-orang yang sabar, mendudukkan orang yang sabar pada derajat yang sangat tinggi, yaitu Allah beserta orang yang sabar, karena hanya orang yang sabar yang mampu konsisten mentaati peraturan termsuk bidang safety dimanapun dan dalam kondisi apapun. 

Sedang  yang masih sering melanggar aturan safety, mereka itulah adalah orang yang tidak sabar, yang jauh dari pertolongan Allah. 

Kini bekerja safe bukan hanya dalam rangka menjadi karyawan yang baik, tetapi sekaligus juga bernilai ibadah, dan bahkan lebih dari itu juga merupakan tiket ke surga VVIPnya Allah.

Orang yang bekerja aman adalah orang yang disiplin.

Berikan Komentar