Tahun Ini Tambahan Pembangkit Listrik Beroperasi 3.280 MWPT PLN (Persero) menargetkan tahun ini pembangkit listrik tambahan yang dapat beroperasi komersil (commercial operation date/COD) sebanyak 3.280 Megawatt (MW). Dari penambahan itu total pembangkit yang akan beroperasi pada tahun ini sekitar 6.000 MW.

Direktur Utama PT PLN (Persero) mengatakan, target tersebut masuk dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018. Dengan beroperasinya pembangkit itu menambah pasokan listrik yang ada.

“3.280 MW tambahan pembangkit. Dari dua tahun lalu, sampai dengan tahun ini 6.000 MW,” kata Sofyan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 6 Maret 2018.

Sementara pada 2019 karena tidak memungkinkan program 35 ribu MW tercapai, Sofyan menyebut hanya bisa mengoperasikan pembangkit sekitar 10 sampai 12 ribu MW dan 8.000 MW dari program reguler.

Namun jika pertumbuhan ekonomi melesat, Sofyan menambahkan, pembangunan pembangkit akan dipercepat lagi karena pertumbuhan pembangkit 1,5 kali dari pertumbuhan ekonomi nasional.

“(Sampai 2019) Mungkin 10-12 ribu MW dan yang reguler 8 ribu. Total 20 ribu. Kalo pertumbuhan ekonomi cantik tahun ini ya kita buru,” ujar dia.

Seperti diketahui data ESDM per Desember 2017 menjabarkan progres pembangunan 35 ribu MW terus berjalan dengan COD 1.362 MW, proyek yang sampai tahap konstruksi sebanyak 17.116 MW. Lalu yang sudah sampai tahap PPA 12.639 MW, pengadaan sebanyak 3.364 MW dan perencanaan 1.245 MW.

 

Sumber – http://ekonomi.metrotvnews.com

 

Komisi VII Desak Ditjen Minerba Evaluasi Izin Ekspor Pertambangan

Anggota Komisi VII DPR RI Muhammad Nasir meminta Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot Ariyono agar mengevaluasi izin ekspor »

Permintaan jasa naik, Pamapersada belanja alat berat

Demi mengimbangi derasnya permintaan jasa penambangan, PT Pamapersada Nusantara atawa memesan 700 alat berat sejak pertengahan tahun lalu. Perinciannya, 400 alat berat untuk menambah alat berat yang »

Pendapatan Dua Perusahaan Tambang Ini Berkurang Akibat Kebijakan DMO

Arutmin kehilangan pendapatan Rp 277 miliar. Sedangkan Kaltim Prima Coal pendapatannya turun Rp 957 miliar. PT Arutmin Indonesia (Arutmin) menyatakan telah kehilangan pendapatan sebesar Rp 277 miliar »

Berikan Komentar