Terobosan media publikasi K3

Produk ‚ÄúVoice Over‚ÄĚ banyak dipakai bisnis periklanan di dunia hiburan dan radio.  Voice Over juga merupakan metode ampuh untuk mengkampanyekan K3 di tempat kerja. 

Voice over akan menjadi satu-satunya pilihan, untuk karyawan yang sifat pekerjaannya harus sepenuhnya memakai indera penglihatan:

  • Operator truk, trailer, serta alat berat yang bekerja shift 24 jam
  • Driver kendaraan, bis dan transportasi karyawan yang beroperasi 24 jam.
  • Karyawan perkantoran yang sepanjang shift berada di ruang kerjanya
  • Kantin, ruang tunggu, lobby dan tempat kerja lain yang dilengkapi speaker audio.

Voice Over mitra Radio FM perusahaan anda

Banyak pesan K3 yang bisa disampaikan lewat media ‚ÄúVoice Over‚ÄĚ:

  • Untuk driver dan operator: pesan keselamatan berlalu lintas, bahaya fatigue, bagian penting dari prosedur yang harus diingat terus menerus, pesan safety dari keluarga, peringatan cuaca, perilaku mengemudi profesional yang ingin dibangun pada driver, dst.
  • Untuk karyawan perkantoran: pesan keselamatan gedung, prosedur evakuasi gedung, pesan menjaga jalur evakuasi tidak terhalang, nomor memberitahu kecelakaan, cara melaporkan kondisi tidak aman, mengingatkan jadwal drill, dst.
  • Untuk di kantin, ruang tunggu, lobby: pemberitahuan pintu darurat, peringatan tetap memakai masker, prosedur di ruang itu, dst.

Apa kelebihan Voice Over?

Pesan K3 bisa:

  • Dikemas bersama sajian lagu-lagu pilihan.
  • Dicustomized untuk setiap perusahaan, setiap departemen, setiap gedung.
  • Dibawakan dengan nada serius, santai, kocak atau elegan.
  • Disampaikan dalam bahasa dan lagu-lagu setempat
  • Diganti-ganti secara periodik
  • Dimasukkan ‚Äúcuplikan‚ÄĚ pesan pimpinan perusahaan atau pesan keluarga.

Ayo jadikan Voice Over  media andalan membangun budaya K3


Contoh Voice Over

Di tingkat manakah kematangan budaya K3 Perusahaan anda?

Untuk mendapatkan profil kematangan budaya keselamatan perusahaan yang:

  • Selaras dengan tuntutan kaedah pertambangan yang baik
  • Mengukur pencapaian kinerja Keselamatan Pertambangan (Kep Dirjen Minerba 185/2019)
  • Dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act
  • Selaras dengan warna kepemimpinan dan nilai-nilai perusahaan
  • Mengidentifikasi peluang dan tantangan menuju pencapaian budaya K3 yang diinginkan
  • Memberikan road map menuju budaya K3 yang tangguh dalam rencana Tindakan terukur

Deliverable

  • Hasil review dokumen dan pengamatan praktek penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan terkait Budaya KP
  • Tingkat kematangan budaya keselamatan pertambangan
  • Rekomendasi road-map menuju budaya KP yang tangguh (resilient)

Oleh tim praktisi K3 Pertambangan

Di bidang kesehatan, selain pelayanan kesehatan kerja yang berfokus pada manusia dan medis, harus dikelola juga program industrial hygiene yang menitikberatkan pada lingkungan kerja dan bersifat teknis secara tersistem, dengan:

  • mengacu pada ketentuan Pengelolaan Lingkungan Kerja Kep Dirjen Minerba 185/2019.
  • melakukan Penilaian Risiko Kesehatan kerja (Occupational Health Risk Assessment)
  • menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Kerja
  • bekerja Bersama Dokter Kesehatan Kerja (DOH) menerapkan program Kesehatan kerja, seperti kelelahan kerja (fatigue), ergonomic, dan menyediakan data dasar untuk kepentingan penentuan Penyakit Akibat Kerja (PAK) atau Penyakit Tenaga Kerja.
  • meningkatkan pengetahuan dan kemampuan praktisi Industrial Hygiene sebagai tenaga teknis pertambangan yang berkompeten
  • melalui dua tahap konsultasi: pengembangan program dan pendampingan penerapan.

Deliverables:

  • Tahap I: memberikan panduan untuk implementasi program IH, pelaksanaan HRA (Occupational Health Risk Assessment), dan penerapan Program Supplemental IH.
  • Tahap II: memberikan training dan coaching kepada team IH untuk menuju kompetensi penerapan IH, serta membantu melakukan evaluasi penerapan program IH.

Oleh team praktisi Kesehatan Kerja
yang kompeten dan sarat pengalaman

Idul Fitri 1442 H

Selamat Hari Raya Idul Firtri
1 Syawal 1442 H

Kami minta maaf atas segala salah dan khilaf.

Puasa atau shaum telah melatih kita kekuatan MENAHAN DIRI untuk tidak melanggar hal-hal yang dilarang puasa dan perbuatan sia-sia lainnya.

Mari perilaku MENAHAN DIRI ini kita terapkan di dalam K3L dengan:
‚ÄĘ Menahan diri tidak mudik, tidak keluar rumah kecuali mendesak, tidak mendekati kerumunan.
‚ÄĘ Menahan diri untuk terus sabar mengikuti aturan K3 yang berlaku.
‚ÄĘ Menahan diri untuk terus menjaga kelestarian lingkungan.

Semoga Allah memberkati perilaku shaum kita untuk K3 sepanjang tahun.

Salam K3L
Keluarga Besar IndoSHE

Pemerintah Mengatur Juru Ukur Tambang ?

Peranan penting apakah yang dimiliki juru ukur tambang, sampai pemerintah turut mengatur keberadaanya. Berikut adalah beberapa peraturan yang mengatur Juru Ukur Tambang.

Sebagaimana Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik, pada Lampiran II sub bahasan tentang peta disebutkan :
……..
d. Survei untuk pemetaan perencanaan dan kemajuan kegiatan pertambangan dilaksanakan oleh tenaga teknis pertambangan yang berkompeten.
e. Survei untuk pemetaan perencanaan dan kemajuan kegiatan pertambangan dapat dilakukan oleh juru ukur tambang.
f. Juru ukur tambang ditetapkan oleh Kepala Teknik Tambang dan didaftarkan dalam Buku Tambang
.


Masih pada Lampiran II, tetapi pada sub bahasan tentang ‚ÄúPersonel‚ÄĚ disebutkan :

Pelaksana kegiatan teknis pertambangan yang berhubungan dengan survei dan pemetaan serta pengelolaan peta-peta di bidang eksplorasi dan penambangan dilakukan oleh juru ukur tambang selaku Tenaga Teknis Pertambangan yang Berkompeten.

Juru ukur tambang paling kurang mampu melaksanakan :
a. survei dan pemetaan rencana dan kemajuan kegiatan eksplorasi, konstruksi, pemasangan Tanda Batas, dan penambangan;
b. survei dan pemetaan untuk identifikasi area yang memiliki potensi bahaya serta pemantauannya; dan
c. evaluasi, pemutakhiran, dan pengelolaan peta rencana dan kemajuan kegiatan pertambangan
.


Menurut Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1825 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pemasangan Tanda Batas Wilayah Izin Usaha Pertambangan atau Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi, disebutkan bahwa :

  1. Pengukuran Titik Batas dilaksanakan oleh juru ukur tambang pemegang IUP atau IUPK.
  2. Tenaga pelaksana pengukuran adalah karyawan pemegang IUP/IUPK OP dengan sertifikasi Juru Ukur Tambang.
  3. Berita acara harus ditandatangani oleh juru ukur tambang yang melaksanakan pengukuran Titik Batas dan pemasangan Tanda Batas, pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK Operasi Produksi serta saksi-saksi.


Kententuan selengkapnya dapat mengunjungi www.inspektur.id pada link berikut :
https://www.inspektur.id/kaidah-teknik/teknis-pertambangan/2-peta
https://www.inspektur.id/kaidah-teknik/teknis-pertambangan/5-personel

Download peraturan terkait dengan penetuan tanda batas di link berikut
1. Kepmen Nomor 1825 K/30/MEM/2018 (Download)
2. Kepdirjen Nomor 141.K/30/DJB/2019 (Download)

Demikian yang dapat saya sampaikan.

Wassalam,

Deni Ramdani

 

Sumber: https://www.inspektur.id/

Buku Kumpulan Perundangan

Customized Buku Kumpulan Perundangan

Spesifikasi:

  • Dilengkapi daftar isi memudahkan pencarian
  • Customized:
    • Tulis nama pemilik buku di cover
    • Pasang foto pemilik buku di cover
    • Pasang logo dan nama perusahaan
    • Pilihan desain cover: formal atau informal
  • Cetakan berkualitas:
    • Jilid hard cover
    • Print digital tajam hitam putih
    • Cover poly emas untuk pilihan desain formal
    • Laminating doff/glossy
    • Pengaman sudut buku
    • Dengan pita pembatas
    • Ukuran buku A5 (14,8cmX21cm)
    • Kertas HVS 80gsm

Judul:

  1. Kumpulan Perundangan tentang Keselamatan Operasional (KO) Pertambangan
  2. Kumpulan Perundangan tentang SMKP Minerba
  3. Kumpulan Perundangan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pertambangan
  4. KepDirjen Minerba no 185.K/37.04/DJB/2019 tentang Juknis
  5. Keselamatan Pertambangan dan SMKP Minerba
  6. Kepmen ESDM no 1806 K/30/MEM/2018 tentang RKAB pada Kegiatan Usaha Pertambangan Minerba
  7. Kumpulan Standar SNI tentang ISO – International Organization for Standardization

 

 

Info Pemesanan Hubungi:
Email : cs@indoshe.com
Wa : 0821 2422 3226

Flyer Customized Buku Kumpulan Perundangan Download

 

Kunjungin dan order sekarang juga di eCommerce Tokopedia PT IndoSHE : https://www.tokopedia.com/pt-indoshe

 

 

 

PT. Meares Soputan Mining (MSM) and PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN) at Tokatindung Project Site ‚Äď
are currently seeking below professional in order to support our seamless operation :


MECHANICAL SUPERVISOR

(CODE : MS-IV/21)
(Location : Toka Tindung)


Requirements :

  1. Graduated from Engineer degree with extensive practical supervisory
    experience in the mining industry or related industry or trades background with extensive practical experience in the mining and ongoing training;
  2.  Have experience with Gyratory Crushers, SAG and Ball Mills;
  3. Have skill in conveyor belt repair and maintenance;
  4. Practical supervision of maintenance teams in a process plant environment of at least 2 years;
  5. Previous process Plant commissioning and post commissioning experience in an isolated or difficult geographical location;
  6. Consistent under pressure;
  7. Holding Indonesian drivers license;
  8. Able to demonstrate the awareness of corporate safety & environmental.

Please submit your documents not later than April 14th 2021,
by link : https://cutt.ly/recruitment_archi_indo

Pemerintah berikan relaksasi ekspor mineral di masa pandemi covid-19

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan relaksasi rekomendasi ekspor untuk sejumlah komoditas mineral di masa pandemi covid-19.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan pemberian relaksasi ini salah satunya dikarenakan membaiknya harga komoditas mineral di pasar. “Ekspor juga kita berikan karena komoditas tembaga di pasar harga meningkat cukup tajam. Kita ambi satu relaksasi ini dan tidak hanya untuk Freeport tapi juga untuk komoditas mineral lain kecuali bijih nikel,” ujar Arifin, Selasa (22/3).

Arifin melanjutkan, relaksasi ekspor komoditas mineral juga diberikan mengingat dampak yang dialami perusahaan selama masa pandemi covid-19. Kendati demikian, Arifin memastikan pemberian ekspor ini tetap dibarengi dengan pemberian denda administratif. Adapun, besaran denda yang diberikan yakni 20% dari revenue tahun berjalan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM telah menerbitkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pemberian Rekomendasi Penjualan ke Luar Negeri Mineral Logam Pada Masa Pandemi Covid-19. Merujuk beleid tersebut yang dikeluarkan pada 12 Maret 2021, Kementerian ESDM memutuskan pemberian rekomendasi ekspor sebagai berikut.

Satu, Pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Mineral Logam dan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi Mineral Logam yang tidak memenuhi persentase kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian paling sedikit 90% pada 2 periode evaluasi kemajuan fisik pembangunan fasilitas pemurnian sejak ditetapkannya Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai Bencana Nasional, dapat diberikan rekomendasi persetujuan ekspor.

Kedua, Pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Mineral Logam dan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi Mineral Logam sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU tetap dikenakan denda administratif dari nilai kumulatif penjualan ke luar negeri pada periode evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dengan mempertimbangkan dampak pandemi COVID-19.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur Pembinaan Dan Pengusahaan Mineral Ditjen Minerba Kementerian ESDM Sugeng Mujianto mengungkapkan pemberian relaksasi ekspor diberlakukan untuk waktu satu tahun. “Rekomendasi diberikan bagi yang mengajukan dan sesuai aturan,” kata Sugeng kepada Kontan.co.id, Selasa (23/3).

Kendati demikian, Sugeng masih belum merinci perusahaan mana saja yang telah mengajukan permohonan untuk persetujuan rekomendasi ekspor ini. Sugeng menambahkan, dalam pelaksanaan setahun relaksasi ekspor ini pemerintah berkomitmen untuk menjaga proyek¬†smelter¬†dapat tetap berjalan. “Kita akan beri waktu untuk penyesuaian kurva S, namun target waktu tetap dan harus ada percepatan,” tegas Sugeng.

Adapun, pemberian kuota ekspor nantinya tetap mengacu pada Rancangan Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB) tiap perusahaan.

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

Sumber: https://www.kontan.co.id/

LIPI: Limbah Batu Bara Bernilai Ekonomi

Pekerja membersihkan sampah dan limbah batu bara yang mencemari kawasan pantai di Desa Peunaga Pasi, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Kamis (5/12/2019). Perusahaan Tambang Batu Bara PT Mifa Bersaudara melakukan pembersihan sampah dan limbah batu bara yang belum jelas kepemilikannya sebagai bentuk tanggungjawab sosial terhadap lingkungan serta untuk mengembalikan keindahan kawasan pantai. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/wsj.

JAKARTA¬†‚Äď Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendukung keputusan pemerintah yang menetapkan¬†fly ash¬†dan bottom ash (FABA) atau limbah padat dari proses pembakaran batu bara pada PLTU dan pabrik sawit menjadi kategori bukan bahan berbahaya dan beracun (non-B3).

‚ÄúLimbah batu bara PLTU dan pabrik sawit tidak ada yang berbahaya. Limbah FABA ini justru bernilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan untuk penunjang infrastruktur seperti bahan baku pembuatan jalan, conblock, semen hingga bahan baku pupuk,‚ÄĚ kata¬†Peneliti Pusat Penelitian Metalurgi dan Material LIPI, Nurul Taufiqu Rochman, dilansir dari¬†Antara, Selasa (23/3).

Ia menjelaskan saat ini tidak satu pun negara yang mengategorikan limbah batu bara dan sawit sebagai B3, sehingga sangat disayangkan jika limbah itu tidak dimanfaatkan. “Komposisi dari limbah FABA ini sudah kami analisis dan sebagainya tidak ada yang berbahaya,‚ÄĚ ujarnya.

Menurut dia, limbah batu bara dan sawit justru menjadi bahaya ketika tidak digunakan atau ditumpuk dalam jumlah banyak. Padahal, limbah itu bisa digunakan untuk berbagai produk. ‚ÄúJadi, kerugian besar jika limbah itu tidak digunakan,‚ÄĚ ujar Nurul.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia mengatakan pemerintah sudah tepat menghapus FABA dari daftar limbah berbahaya. Indonesia harus meniru negara maju dalam mengelola FABA.

“Ini bisa dimanfaatkan secara umum. Ini¬†best practice¬†di banyak negara, seperti China, Jepang, Vietnam. Sebagai bangunan semen dan jalanan. Di Jepang, Bendungan Fukushima itu bahan bakunya dari limbah batu bara. Jadi kenapa kita tidak belajar dari itu,” ujar Hendra.

Sejumlah perusahaan batu bara, termasuk perusahaan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) telah melakukan kajian tentang pemanfaatan FABA yang menyatakan bahwa bahan baku dari FABA aman digunakan.

“Tapi untuk pemakaian massal memang belum, karena masih harus ada¬†clearance,” ujar Hendra.

Di Indonesia, pemanfaatan FABA masih skala kecil, padahal produksi FABA dari PLTU mencapai belasan juta ton per tahun. Selama ini limbah itu hanya ditimbun tanpa pengelolaan.

“Timbunan yang serampangan ini malah yang membuat risiko buruk kepada lingkungan. Kalau bisa dimanfaatkan ini malah mempunyai nilai tambah,” ujar Hendra.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi menyatakan PLN tidak akan membuang limbah batu bara dan akan bekerja sama dengan banyak pihak untuk memanfaatkannya.

PLN telah melakukan berbagai uji coba dan mengembangkan FABA hasil pembakaran PLTU agar bisa dimanfaatkan. Misalnya, menjadikan FABA untuk bahan penunjang infrastruktur seperti jalan, conblock, semen, hingga pupuk. Di PLTU Tanjung Jati B yang berlokasi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, limbah FABA diolah menjadi batako, paving dan beton pracetak.

‚ÄĚHasil olahan dari limbah FABA itu kami manfaatkan untuk merenovasi rumah di sekitar PLTU Tanjung Jati B,” kata Agung.

Kemudian di PLTU Asam Asam memanfaatkan FABA sebagai road base (lapisan jalan) dalam pembuatan akses jalan. PLTU Suralaya memanfaatkan FABA sebagai bahan baku batako dan bahan baku di industri semen. Sementara, PLTU Ombilin memanfaatkan FABA menjadi campuran pupuk silika.

Sebelumnya, FABA dikategorikan menjadi Non-B3 sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Berdasarkan hasil uji laboratorium independen atas Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) dan Lethal Dose 50 (LD50) yang sampelnya berasal dari beberapa PLTU, FABA yang dihasilkan tidak mengandung unsur yang membahayakan lingkungan. (Nadia Kurnia)

Sumber – https://www.validnews.id