Catat! Pemerintah akan beri sembilan insentif untuk hilirisasi batubara

Pemerintah tampak serius untuk menggenjot peningkatan nilai tambah batubara, khususnya hilirisasi melalui skema gasifikasi. Ada sembilan insentif yang akan diberikan pemerintah untuk mendorong proyek ini.

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba Irwandy Arief menjabarkan, insentif pertama adalah pemberian royalti hingga 0% untuk batubara yang diolah dalam skema gasifikasi.

Kedua, formula harga khusus batubara untuk gasifikasi. Ketiga, masa berlaku Izin Usaha Pertambangan (IUP) sesuai umur ekonomis proyek gasifikasi. 


“Misalnya perpanjangan 10 tahun sampai dengan keekonomian dari umur proyek itu,” sebut Irwandy dalam Indonesia Mining Outlook yang digelar secara daring, Selasa (15/12).

Ketiga insentif tersebut sedang dibahas oleh Ditjen Minerba Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan.

Selanjutnya, insentif keempat berupa tax holiday (PPh badan secara khusus sesuai umur ekonomis gasifikasi batubara).

Kelima, pembebasan PPN jasa pengolahan batubara menjadi syngas sebesar 0%. Keenam, pembebasan PPN EPC kandungan lokal. Usulan insentif poin keempat dan kelima ini sedang dibahas oleh Kemenkeu dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Lalu, insentif ketujuh adalah harga patokan produk gasifikasi seperti harga patokan DME. Kedelapan, pengalihan sebagian subsidi LPG ke DME sesuai porsi LPG yang disubstitusi. Insentif ini sedang dibahas oleh Kementerian ESDM dan Kemenkeu. 

Arifin menargetkan, pada tahun 2024 ada sekitar 13 juta ton kapasitas input batubara. Nilai jual DME dan produk hilirisasi batubara ditaksir mencapai sekitar US$ 600 juta per tahun, yang juga meliputi produk gasifikasi, coke making, coal upgrading dan briket batubara.

“Di Indonesia potensi batubara yang dominan adalah yang kalori rendah, jenis batubara ini akan bernilai ekonomis apabila dilakukan peningkatan nilai tambah,” sebut Arifin.

Sebelumnya Kontan.co.id menulis, proyek batubara menjadi DME ditargetkan sudah mulai beroperasi dan dapat direalisasikan antara tahun 2024 atau 2025, dengan produksi sekitar 2,8 juta – 3 juta ton. Produksi DME tersebut berasal dari proyek hilirisasi yang digarap oleh PTBA juga dari Bakrie Group melalui PT Kaltim Prima Coal (KPC).

“Kemudian akan diikuti generasi selanjutnya, yaitu Arutmin, kemudian PKP2B lainnya yang akan melakukan program hilirisasi industri untuk konversi coal ke syntetic gas, kemudian menjadi final product. How dan when-nya sudah ada gambarannya,” jelas Arifin.

Berdasarkan data yang dipaparkan Kementerian ESDM, sudah ada empat proyek hilirisasi dalam bentuk gasifikasi batubara yang dijajaki oleh empat perusahaan. 

Keempat proyek tersebut adalah:

1. Coal to DME PTBA yang bekerjasama dengan Pertamina dan Air Product. Estimasi operasi komersial (COD) pada tahun 2025 dengan feedstcok batubara sebanyak 6,5 juta ton per tahun. Proyek yang berlokasi di Tanjung Enim Sumatera Selatan ini akan menghasilkan 1,4 juta ton DME per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi kajian dan skema subsidi DME untuk substitusi LPG serta negosiasi skema bisnis proyek.

2. Coal to methanol PT KPC atau kerjamasa antara PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan Ithaca Group dan Air Product. Estimasi COD pada tahun 2024 dengan feedstcok batubara sebanyak 5-6,5 juta ton per tahun. Proyek yang berlokasi di Bengalon Kalimantan Timur ini akan menghasilkan 1,8 juta ton methanol per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi feasibility study (FS) dan skema bisnis.

3. Coal to methanol PT Arutmin Indonesia. Estimasi COD pada tahun 2025 dengan feedstock batubara sebanyak 6 juta ton per tahun. Proyek yang berlokasi di IBT Terminal-Pulau laut Kalimantan Selatan ini akan menghasilkan 2,8 juta ton methanol per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi kajian (para-FS).

4.  Coal to methanol PT Adaro Indonesia. Estimasi COD pada tahun 2025 dengan feedstock batubara sebanyak 1,3 juta ton per tahun. Proyek yang berlokasi di Kota Baru Kalimantan Selatan ini akan menghasilkan 660.000 ton methanol per tahun, dan status saat ini masih dalam finalisasi kajian (pra-FS).

Kemudian, ada juga tiga proyek undergorund coal gasification (UCG), yang masih dalam tahap skala pilot project, yaitu:

1. Proyek UCG PT Kideco Jaya Agung di Kalimantan Timur

2. Proyek UCG PT Indominco di Kalimantan Timur

3. PT Medco Eenrgi Mining International (MEMI) dan Phoenix Energu Ltd., di Kalimantan Utara.

Kesembilan, “Adanya kepastian offtaker produk hilirisasi,” ungkap Irwandy.

Pemerintah sudah membentuk kelompok kerja (pokja) untuk menyusun roadmap pengembangan dan pemanfaatan batubara. Menurut Irwandy, ada lima Pokja yang dibentuk. 

Pertama, pokja sumber daya batubara. Kedua, pokja infrastruktur batubara dan infrastruktur produk hilir.

Ketiga, pokja kesiapan teknologi kelayakan ekonomi dan lingkungan proses hilirisasi. Keempat, pokja dukungan kebijakan dan skema kerjasama. Kelima, pokja kesiapan strategi pemasaran produk hilirisasi.

Menteri ESDM Arifin Tasrif juga menegaskan agar para pelaku usaha batubara bisa bertransformasi, tak lagi hanya mencual batubara mentah ke PLTU, namun juga bisa menjual produk hilirisasi dengan nilai tambah bagi industri.

 

Sumber – https://industri.kontan.co.id/

Sertifikat Webinar Basic Safety 2.0 – Sesi 5

 FREE  Sharing Session – Webinar 

 

MENYUSUN PROSEDUR KERJA THE LEADER WAY

Sabtu, 12 Desember 2020 – Pukul, 10.00 WIB

 

Outline:

  • Pahami target karyawan dan perilaku yang ingin dicapai oleh prosedur
  • Mengapa survey wajib dilakukan dalam menyusun prosedur?.
  • Kenali ciri-ciri format prosedur yang baik.
  • Menguasai teknik penulisan prosedur yang benar, hukumnya wajib bagi insan safety

 


No Nama Nomor  Sertifikat
1 Abbas 1255  /XII/2020/SKP/IDS 
2 Abdul Rachmat Solaiman, Amd.Kep 1256  /XII/2020/SKP/IDS 
3 Aditya Syaiful Islam 1257  /XII/2020/SKP/IDS 
4 Agus Wibisono 1258  /XII/2020/SKP/IDS 
5 Ahmad Susanto 1259  /XII/2020/SKP/IDS 
6 Alvin Noor Fitrian 1260  /XII/2020/SKP/IDS 
7 Andika Sampe Toding S.KM 1261  /XII/2020/SKP/IDS 
8 Angga Agus Saputro 1262  /XII/2020/SKP/IDS 
9 Angga Farid Firmansyah 1263  /XII/2020/SKP/IDS 
10 Aprian Dwi Saputra., S.T. 1264  /XII/2020/SKP/IDS 
11 Danny Steven Poluan, S.T. 1265  /XII/2020/SKP/IDS 
12 Deddi Sunarto Hutauruk 1266  /XII/2020/SKP/IDS 
13 Dede Warsidi 1267  /XII/2020/SKP/IDS 
14 Deden Enjang Subakti 1268  /XII/2020/SKP/IDS 
15 Devila Mita Napa 1269  /XII/2020/SKP/IDS 
16 Dini Nurfadillah 1270  /XII/2020/SKP/IDS 
17 Dyah Dwi Setyowati 1271  /XII/2020/SKP/IDS 
18 Egar Naufal Ari Satya 1272  /XII/2020/SKP/IDS 
19 Feniel Sebastian Gitara Simanjuntak 1273  /XII/2020/SKP/IDS 
20 Galuh Wahyu Krisna Murti 1274  /XII/2020/SKP/IDS 
21 Hendri.susanto 1275  /XII/2020/SKP/IDS 
22 Heni setiawan 1276  /XII/2020/SKP/IDS 
23 I Gede Putu Arnama Sudarma 1277  /XII/2020/SKP/IDS 
24 IR. Vania Megawati Manurung, ST 1278  /XII/2020/SKP/IDS 
25 Ita Puspita Sari, SKM 1279  /XII/2020/SKP/IDS 
26 Jemi adril 1280  /XII/2020/SKP/IDS 
27 Joko Cahyono 1281  /XII/2020/SKP/IDS 
28 Koko Tunggul Prakoso 1282  /XII/2020/SKP/IDS 
29 Kurnia Sari 1283  /XII/2020/SKP/IDS 
30 Laurentius Wiragni Sanjaya 1284  /XII/2020/SKP/IDS 
31 Luthfi Harsyandi 1285  /XII/2020/SKP/IDS 
32 Masgusti Faqieh Ahmadi 1286  /XII/2020/SKP/IDS 
33 Muammar Zul Afrizal 1287  /XII/2020/SKP/IDS 
34 Muchamad Noviansyah Maulana 1288  /XII/2020/SKP/IDS 
35 Muhammad Lukman Hadi, S.Pd 1289  /XII/2020/SKP/IDS 
36 Muhammad Zulqadri,S.T. 1290  /XII/2020/SKP/IDS 
37 Mukhid Zen Muttaqin 1291  /XII/2020/SKP/IDS 
38 Murdiansyah Oktavian 1292  /XII/2020/SKP/IDS 
39 Ni Luh Nyssa Divana 1293  /XII/2020/SKP/IDS 
40 Ninik Wulandari, SKM 1294  /XII/2020/SKP/IDS 
41 Novia Okny Yulianti 1295  /XII/2020/SKP/IDS 
42 Pahala Gultom 1296  /XII/2020/SKP/IDS 
43 Putri Riyana, S.KM 1297  /XII/2020/SKP/IDS 
44 Rio Adi Syahputra 1298  /XII/2020/SKP/IDS 
45 Robin Simanjuntak 1299  /XII/2020/SKP/IDS 
46 Saiful Amin 1300  /XII/2020/SKP/IDS 
47 Saiful Ampri 1301  /XII/2020/SKP/IDS 
48 Sarman 1302  /XII/2020/SKP/IDS 
49 Silvester Harijanto 1303  /XII/2020/SKP/IDS 
50 Siti Fatimah 1304  /XII/2020/SKP/IDS 
51 Sunar Prasetyo 1305  /XII/2020/SKP/IDS 
52 Sunardi Ahmad 1306  /XII/2020/SKP/IDS 
53 Tomy Febrianto 1307  /XII/2020/SKP/IDS 
54 Topan Rifani 1308  /XII/2020/SKP/IDS 
55 Tri Joko Wibowo 1309  /XII/2020/SKP/IDS 
56 Venty Prima Amanda 1310  /XII/2020/SKP/IDS 
57 Wiwid Dwi Cahyono 1311  /XII/2020/SKP/IDS 
58 Yon Ferdinan 1312  /XII/2020/SKP/IDS 
59 Yudiandesta 1313  /XII/2020/SKP/IDS 
60 Yulli Sarah 1314  /XII/2020/SKP/IDS 
61 Zulfitriansyah Putra, ST 1315  /XII/2020/SKP/IDS 
Sertifikat Webinar Serial Bangun Karier 2.0 B2

 Free  Sharing Session – Webinar 

3 Kunci Sukses Wawancara

Outline:

  • Pola pikir benar tentang bekerja tetap menjadi kunci sukses wawancara.
  • Wawancara tidak ubahnya sidang skripsi, maka kunci sepenuhnya di tangan anda.
  • Penyusunan CV yang benar dan persiapan yang total, tetap satu-satunya kunci untuk sukses wawancara

 Sabtu, 5 Desember 2020 
 Pukul, 10.00-12.00 WIB 

Dirancang khusus untuk:

  • Mahasiswa atau Siswa
  • Fresh graduate
  • Para pencari kerja

 


No Nama Nomor Sertifikat
1 Ageng Margyatno 206 /XII/2020/SBKD/IDS
2 Agus Wibisono 207 /XII/2020/SBKD/IDS
3 Danny Steven Poluan, S.T. 208 /XII/2020/SBKD/IDS
4 Dede Warsidi 209 /XII/2020/SBKD/IDS
5 Deden Enjang Subakti 210 /XII/2020/SBKD/IDS
6 Dorry Septian Tri Prayoga, S.T. 211 /XII/2020/SBKD/IDS
7 Dyah Dwi Setyowati 212 /XII/2020/SBKD/IDS
8 Galuh Wahyu Krisna Murti 213 /XII/2020/SBKD/IDS
9 Juanda Firrizqi 214 /XII/2020/SBKD/IDS
10 Mirza Salisa Ilmana 215 /XII/2020/SBKD/IDS
11 Muhammad Viky Ardiansah 216 /XII/2020/SBKD/IDS
12 Musyarofah 217 /XII/2020/SBKD/IDS
13 Ninik Wulandari, SKM 218 /XII/2020/SBKD/IDS
14 Putri Riyana, S.KM 219 /XII/2020/SBKD/IDS
15 Ramdhoni Hidayah 220 /XII/2020/SBKD/IDS
16 Rostikawati Suryani 221 /XII/2020/SBKD/IDS
17 Saiful Mujab 222 /XII/2020/SBKD/IDS
18 Shafta Rangga Darmawan 223 /XII/2020/SBKD/IDS
19 Silvester Harijanto 224 /XII/2020/SBKD/IDS
20 Sunardi Ahmad 225 /XII/2020/SBKD/IDS
21 Tomy Febrianto 226 /XII/2020/SBKD/IDS
22 Topan Rifani 227 /XII/2020/SBKD/IDS
23 Zulfitriansyah Putra, ST 228 /XII/2020/SBKD/IDS
24 Zulkifli Raden, S.Pd. 229 /XII/2020/SBKD/IDS

 

 FREE  Sharing Session – Webinar 

 

Menyusun Prosedur Kerja the Leader Way

 

Sabtu,  12 Desember 2020  – Pukul, 10.00 WIB

 

Outline:

  • Pahami target karyawan dan perilaku yang ingin dicapai oleh prosedur
  • Mengapa survey wajib dilakukan dalam menyusun prosedur?.
  • Kenali ciri-ciri format prosedur yang baik.
  • Menguasai teknik penulisan prosedur yang benar, hukumnya wajib bagi insan safety

Cocok untuk:

  • Fresh graduate jurusan K3
  • Praktisi K3 baru
  • Peminat profesi K3

Pak Dwi PudjiarsoWith:
Dwi Pudjiarso

  • Direktur PT Indoshe
  • Pensiunan Safety Manager PT Freeport Indonesia

 

Pendaftaran:
Mengisi formulir pendaftaran kemudian bergabung dengan WA Group Basic Safety IDS melalui link yang kami berikan setelah registrasi.

 

Silahkan daftarkan diri anda pada Google From di bawah ini.

 

 

 

Sertifikat Webinar 2.0 – Sesi 4

 FREE  Sharing Session – Webinar 

Observasi the Leader Way

Sabtu,  28 November 2020  – Pukul, 10.00 WIB

Outline:

  • Konsep observasi seorang leader dalam mencegah kecelakaan
  • Bagaimana perilaku observasi yang benar?
  • Teknik membuat checklist observasi berbasis perilaku
  • Komunikasi the leader way untuk observasi efektif di lapangan
  • Tuntaskan tindak lanjut hasil observasi

No Nama Nomor Sertifikat 
1 Abbas 1204 /XI/2020/SKP/IDS 
2 Ageng Margyatno 1205 /XI/2020/SKP/IDS 
3 Agustina Alfiani 1206 /XI/2020/SKP/IDS 
4 Ahmad Susanto 1207 /XI/2020/SKP/IDS 
5 Ai Minhatul Mawaddah, S.T. 1208 /XI/2020/SKP/IDS 
6 Ali Sodikin 1209 /XI/2020/SKP/IDS 
7 Angga Agus Saputro 1210 /XI/2020/SKP/IDS 
8 Angga Farid Firmansyah 1211 /XI/2020/SKP/IDS 
9 Anindyta Kirana Putri Ayuningtyas 1212 /XI/2020/SKP/IDS 
10 Aprian Dwi Saputra., S.T 1213 /XI/2020/SKP/IDS 
11 Arief Rahmawan 1214 /XI/2020/SKP/IDS 
12 Danny Steven Poluan, S.T. 1215 /XI/2020/SKP/IDS 
13 Dede Warsidi 1216 /XI/2020/SKP/IDS 
14 Devina 1217 /XI/2020/SKP/IDS 
15 Dyah Dwi Setyowati 1218 /XI/2020/SKP/IDS 
16 Fitriani Ainun Jariyah 1219 /XI/2020/SKP/IDS 
17 Galuh Wahyu Krisna Murti 1220 /XI/2020/SKP/IDS 
18 Gunawan 1221 /XI/2020/SKP/IDS 
19 Hendri Susanto 1222 /XI/2020/SKP/IDS 
20 Hudan Hukiyanto 1223 /XI/2020/SKP/IDS 
21 IR. Vania Megawati Manurung, ST 1224 /XI/2020/SKP/IDS 
22 Joko Cahyono 1225 /XI/2020/SKP/IDS 
23 Juanda Firrizqi 1226 /XI/2020/SKP/IDS 
24 Mairizal Syakbani 1227 /XI/2020/SKP/IDS 
25 Maya Purwati 1228 /XI/2020/SKP/IDS 
26 Muammar Zul Afrizal, S.T. 1229 /XI/2020/SKP/IDS 
27 Muhamad Idris, A.Md 1230 /XI/2020/SKP/IDS 
28 Muhammad Adi Lelono 1231 /XI/2020/SKP/IDS 
29 Muhammad Viky Ardiansah 1232 /XI/2020/SKP/IDS 
30 Murdiansyah Oktavian 1233 /XI/2020/SKP/IDS 
31 Ni Luh Nyssa Divana 1234 /XI/2020/SKP/IDS 
32 Ninik Wulandari, SKM 1235 /XI/2020/SKP/IDS 
33 Nur Syamsi Innayah 1236 /XI/2020/SKP/IDS 
34 Pahala Gultom 1237 /XI/2020/SKP/IDS 
35 Rama Dwika Pradhipta 1238 /XI/2020/SKP/IDS 
36 Rangga Hanif Maula 1239 /XI/2020/SKP/IDS 
37 Robin Simanjuntak 1240 /XI/2020/SKP/IDS 
38 Rostikawati Suryani 1241 /XI/2020/SKP/IDS 
39 Saiful Mujab 1242 /XI/2020/SKP/IDS 
40 Saparuddin 1243 /XI/2020/SKP/IDS 
41 Siti Fatimah 1244 /XI/2020/SKP/IDS 
42 Sonhaji 1245 /XI/2020/SKP/IDS 
43 Sri Purwanti 1246 /XI/2020/SKP/IDS 
44 Sunardi Ahmad 1247 /XI/2020/SKP/IDS 
45 Suparman 1248 /XI/2020/SKP/IDS 
46 Syarifuddin 1249 /XI/2020/SKP/IDS 
47 Tetty Mayasari 1250 /XI/2020/SKP/IDS 
48 Topan Rifani 1251 /XI/2020/SKP/IDS 
49 Victor Koloay Sumampouw Sundah 1252 /XI/2020/SKP/IDS 
50 Zulfitriansyah Putra, ST 1253 /XI/2020/SKP/IDS 
51 Alimsyah Rani 1254 /XI/2020/SKP/IDS 

 

 Free  Sharing Session – Webinar 

 

3 Kunci Sukses Wawancara

Outline:

  • Pola pikir benar tentang bekerja tetap menjadi kunci sukses wawancara.
  • Wawancara tidak ubahnya sidang skripsi, maka kunci sepenuhnya di tangan anda.
  • Penyusunan CV yang benar dan persiapan yang total, tetap satu-satunya kunci untuk sukses wawancara

 Sabtu, 5 Desember 2020 
 Pukul, 10.00-12.00 WIB 

Dirancang khusus untuk:

  • Mahasiswa atau Siswa
  • Fresh graduate
  • Para pencari kerja

 

Pak Dwi

With:
Dwi Pudjiarso

  • Direktur PT Indoshe
  • Pensiunan Safety Manager PT Freeport Indonesia
  • Pengelola dan pemilik 4 outlet Snapy dan 1 MyMart

 

Pendaftaran:

Mengisi formulir pendaftaran kemudian bergabung dengan Grup WA/Grup Telegram Bangun Karier melalui link yang kami berikan setelah registrasi.

Kuota peserta terbatas,
FREE E-CERTIFICATE untuk setiap Paket

Silahkan daftarkan diri anda pada Googel Form di bawah ini:

 

Melamar dan wawancara kerja the leader way

Outline:

  • Pola pikir yang benar tentang melamar kerja, akan mengubah segalanya
  • Rencanakan matang langkah per langkah proses mencari kerja
  • Jual kompetensimu, jangan minta pekerjaan!
  • CV-mu adalah sejata utamamu

 Sabtu, 21 November 2020 
 Jam, 10.00-12.00 WIB 


No Nama No Sertifikat
1 Abdul Rachmat Solaiman Amd.kep 153 /XI/2020/SBKD/IDS
2 Ageng Margyatno 154 /XI/2020/SBKD/IDS
3 Agung Pamuji Nugroho 155 /XI/2020/SBKD/IDS
4 Agustina Alfiani 156 /XI/2020/SBKD/IDS
5 Ai Minhatul Mawaddah, S.T. 157 /XI/2020/SBKD/IDS
6 Aprian Dwi Saputra., S.T 158 /XI/2020/SBKD/IDS
7 Danny Steven Poluan, S.T. 159 /XI/2020/SBKD/IDS
8 Deddy Septian, S.I.Kom 160 /XI/2020/SBKD/IDS
9 Dede Warsidi 161 /XI/2020/SBKD/IDS
10 Deden Enjang Subakti 162 /XI/2020/SBKD/IDS
11 Dian Wahyu Sulton 163 /XI/2020/SBKD/IDS
12 Dorry Septian Tri Prayoga, S.T. 164 /XI/2020/SBKD/IDS
13 Dyah Dwi Setyowati 165 /XI/2020/SBKD/IDS
14 Galuh Wahyu Krisna Murti 166 /XI/2020/SBKD/IDS
15 Hanindro Ruhmanah Tesdian Putra 167 /XI/2020/SBKD/IDS
16 Hendrisusanto 168 /XI/2020/SBKD/IDS
17 Hoirul Anam 169 /XI/2020/SBKD/IDS
18 Ika Taufiq Himawan 170 /XI/2020/SBKD/IDS
19 Ikhwan Gunawan 171 /XI/2020/SBKD/IDS
20 Ilham Hidayattulloh 172 /XI/2020/SBKD/IDS
21 IR. Vania Megawati Manurung, ST 173 /XI/2020/SBKD/IDS
22 M Rizki Widyanto 174 /XI/2020/SBKD/IDS
23 Maya Purwati 175 /XI/2020/SBKD/IDS
24 Muh. Fuad Rizaldy R 176 /XI/2020/SBKD/IDS
25 Muhamad Hafiz Ramadhan 177 /XI/2020/SBKD/IDS
26 Muhammad Viky Ardiansah 178 /XI/2020/SBKD/IDS
27 Murdiansyah Oktavian 179 /XI/2020/SBKD/IDS
28 Ni Luh Nyssa Divana 180 /XI/2020/SBKD/IDS
29 Ninik Wulandari, SKM 181 /XI/2020/SBKD/IDS
30 Nurhayati 182 /XI/2020/SBKD/IDS
31 Nyimas Nesha Martania Lukmana 183 /XI/2020/SBKD/IDS
32 Purnyami ,SKM 184 /XI/2020/SBKD/IDS
33 Rahmat Darmawan 185 /XI/2020/SBKD/IDS
34 Rika Kartika 186 /XI/2020/SBKD/IDS
35 Rizki Oloan Harahap 187 /XI/2020/SBKD/IDS
36 Rizky Eko Prasetyo 188 /XI/2020/SBKD/IDS
37 Rony Barohmad 189 /XI/2020/SBKD/IDS
38 Rosa Padillah 190 /XI/2020/SBKD/IDS
39 Rostikawati Suryani 191 /XI/2020/SBKD/IDS
40 Salamah Puji Pangesti 192 /XI/2020/SBKD/IDS
41 Silvester Harijanto 193 /XI/2020/SBKD/IDS
42 Sukri 194 /XI/2020/SBKD/IDS
43 Taufik Halim,S.Kep.,Ns 195 /XI/2020/SBKD/IDS
44 Tomy Febrianto 196 /XI/2020/SBKD/IDS
45 Topan RIfani 197 /XI/2020/SBKD/IDS
46 Vidryani Amri Rizky 198 /XI/2020/SBKD/IDS
47 Winda Dwi Cahyani 199 /XI/2020/SBKD/IDS
48 Yuli Karina 200 /XI/2020/SBKD/IDS
49 Zulfitriansyah Putra, ST 201 /XI/2020/SBKD/IDS
26 Iqbal Abdurrahman 202 /XI/2020/SBKD/IDS
27 Galih Indrahutama 203 /XI/2020/SBKD/IDS
28 Yusuf Himawan 204 /XI/2020/SBKD/IDS
29 Alimsyah Rani 205 /XI/2020/SBKD/IDS
Tren Ekspor Batu Bara Indonesia Meningkat

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebut, tren ekspor batu bara Indonesia ke pasar dunia terus meningkat. Terlebih, batu bara Indonesia dinilai berkualitas.

Saat menjadi pembicara kunci dalam Coaltrans Asia 2020 Virtual Conference yang diselenggarakan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Agus mengatakan, batu bara merupakan produk strategis bagi Indonesia.

Berdasarkan data International Energy Agency Coal Information (2020), pada 2019 Indonesia tercatat sebagai produsen batu bara terbesar ke-4 dengan jumlah produksi sebesar 616 juta ton. 

“Tren ekspor batu bara Indonesia di pasar global mengalami kenaikan yang positif sebesar 11,77 persen pada periode lima tahun terakhir (2015-2019),” kata Agus melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/11).

Namun, pada Januari sampai September 2020, nilai ekspor tersebut menjadi sebesar 12,30 miliar dolar AS. Angka itu turun 25,45 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar 12,30 miliar dolar AS. 

Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia pada periode Januari sampai September 2020 yakni China (27,47 persen), India (19,89 persen), Jepang (10,75 persen), Malaysia (7,98 persen), dan Filipina (7,64 persen). Mendag juga memaparkan sejumlah langkah strategis dilakukan Kementerian Perdagangan dalam mendorong ekspor batu bara. 

Ia juga menekankan sejumlah keunggulan produk batu bara yang dihasilkan Indonesia. Kekuatan batu bara Indonesia adalah ramah lingkungan, rata-rata kalori yang dihasilkan serta kadar sulfurnya lebih rendah.

“Sehingga, batu bara asal Indonesia sangat berkualitas dan aman digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” kata Agus.

Kementerian Perdagangan juga memberikan apresiasi kepada APBI sebagai penyelengara konferensi virtual ini. Agus berharap pertemuan ini dapat merumuskan sejumlah strategi yang dapat mendorong perdagangan batu bara dunia sekaligus meningkatkan ekonomi Indonesia.

 

Sumber: https://republika.co.id/

Menteri ESDM Sebut RI Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton di 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan batu bara dalam negeri pada 2021 mencapai 172 juta ton. Angka ini akan terus naik hingga pada 2024 yang diproyeksikan mencapau 277 juta ton.

“Proyeksi kebutuhan batu bara dalam negeri terus meningkat dan diperkirakan 277 juta ton pada 2024,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Untuk produksi, ekspor dan DMO, pemerintah terus mendorong pemanfaatan batu bara untuk kepentingan nasional. Pada tahun 2020, pemanfaatan batu bara domestik ditargetkan mencapai 155 juta ton atau 28,2 persen dari target produksi sebesar 550 juta ton.

Angka ini meningkat 12,3 persen dari realisasi DMO tahun 2019 yang sebesar 138 juta ton dengan produksi 616 juta ton. Sementara, pemanfaatan batu bara dalam negeri samapai dengan Oktober 2020 baru mencapai 109 juta ton dari produksi 459 juta ton.

Dalam rencana pemanfaatan batu bara domestik pada 2020, Arifin merinci, didominasi oleh konsumsi PLN sebesar 109 juta ton. Industri pengolahan dan pemurnian sebesar 16,5 juta ton, industri pupuk sebesar 1,7 juta ton, industri semen 14,5 juta ton, dan tekstil sebesar 6,54 juta ton, serta industri kertas 6,64 juta ton.

Dari data yang dia paparkan, sumber daya dan cadangan batu bara di Indonedia berdasarkan data pada Desember 2019, sumber daya batu bara Indonesia sebesar 150 miliar ton dan cadangan 37,45 miliar ton. Sebagian besar sumber daya batu bara 99,80 persen terdapat di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera. Kualitas batu bara tersebut, 90 persen merupakan berkalori rendah dan sedang.

Bahkan, batu bara saat ini masih menjadi pasokan energi nasional, karena itu, untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi, serta menjaga keberlangsungan pembangunan berkelanjutan, pemerintah telah menerbitkan Peratuturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional.

“Di mana, memprioritaskan batu baru sebagai sumber energi, menjamin pasokan batu bara bagi kebutuhan dalam negeri, dan mendoring peningkatan nilai tambah batu bara,” kata dia.

 

Sumber: https://economy.okezone.com/

Delapan bulan sudah Covid 19 melanda dunia. Wabah yang bermula dari Wuhan sebuah kota kecil di China tersebut dengan kecepatan supersonik telah tersebar melintasi pulau dan benua ke antero planet bumi dalam waktu pendek.  Negara besar kecil, masyarakat religius maupun bukan, kalangan dengan strata pendidikan tinggi maupun rendah, golongan berada serta lapisan marginal, tua muda, tidak ada yang luput dari terjangan virus yang tidak kasat mata ini.

Covid 19 yang dinyatakan sebagai darurat kesehatan dunia pada Januari 2020, dan secara resmi ditetapkan sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020, memenuhi kriteria krisis dari Seeger, Sellnow, and Ulmer, yaitu mengagetkan (surprise), ketidakpastian (uncertainty), dan menjadi ancaman (threat) suatu organisasi dalam mencapai goal mereka. Venette menambahkan satu kriteria lagi, yaitu apabila mampu membuat sistem yang ada (existing system) tidak berfungsi lagi.

Jelas sekali, Covid 19 sangat memenuhi kriteria untuk diperlakukan sebagai krisis, baik bagi organisasi suatu perusahaan, organisasi negara, bahkan organisasi terkecil sebuah keluarga. Covid 19 menyerang semua orang tidak pandang bulu, semua bidang pekerjaan, di dalam area kerja (on the job) maupun di luar area kerja (off the job), pada waktu bersamaan, dan dalam durasi yang panjang, yang sampai sekarangpun belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Selain itu, sebagai krisis, Covid 19 juga berbeda dari krisis yang lain seperti bencana alam gempa, banjir, atau bencana teknologi seperti kebakaran, ledakan dsb, terutama dari sisi luasan dampak dan durasi terjadinya.  Untuk gempa bumi, daerah terdampaknya jelas terbatas.  Intensitas getaran gempanya juga tidak lama.  Dalam beberapa hari akan berhenti.  Tindakan penanganan krisisnya terpusat di daerah yang terdampak gempa.  Daerah lain bahkan negara lain, semua bisa datang dengan aman untuk membantu meringankan beban kepada yang terdampak agar bisa segera bangkit kembali. 

Covid 19 tidak seperti itu.  Covid 19 berbeda.  Dari sisi cakupan tidak ada duanya, semua yang ada di permukaan planet bumi tidak ada yang luput dari sergapannya.  Semua orang terdampak, semua masyarakat terdampak, bahkan semua negara.  Waktu terjadinya krisis, relatif bersamaan dan dengan durasi yang sangat panjang.  Setelah 8 bulan berjalan, belum nampak tanda-tanda untuk mereda.

Tidak mengherankan apabila banyak pemimpin bangsa dan para CEO perusahaan-perusahaan besar juga terkesan telat meresponnya  Tidak mengejutkan apabila para praktisi K3pun juga banyak yang terlambat menanggapinya. Kehandalan praktisi K3 benar-benar diuji.  Ketangguhan Sistem Manajemen K3 hasil karya merekapun dijajal.  Bagi yang telah merespon, ada yang tanggapannya belum total, masih setengah-setengah.

Karena sifat-sifat krisis yang surprise, banyak ketidakpastian (uncertainty), penuh ketidaktahuan (unfamiliarity), mengancam kelangsungan bisnis, serta tidak bisa ditangani dengan prosedur tanggap darurat harian, maka krisis membutuhkan penanganan yang spesifik dan oleh jenjang pengambil keputusan.  Krisis membutuhkan kecepatan memperoleh informasi baru, update perkembangan terkini baik dari badan dunia maupun dari pemerintah, kesiapan berubah dan kelenturan beradaptasi, yang menuntut keputusan-keputusan cepat di level executives, karena tidak jarang menuntut pengucuran dana di luar budget yang besar.

Namun banyak perusahaan yang telambat merespon.  Kemunculan Covid 19 yang perlahan-lahan dan tidak nampak mata telah mengelabui siapa saja dan telah membuat banyak pimpinan dan praktisi K3 meragukan bahwa Covid 19 bisa menjadi crisis.  Sehingga tidak heran kalau masih banyak perusahaan yang sampai sekarangpun belum pernah menjatakan Covid sebagai crisis di perusahaannya. Atau kalau sudah mulai meresponpun, mereka menghadapinya masih setengah hati. 

Sebetulnya bagi sebagian besar masyarakat, perusahaan atau negara di dunia, Covid relatif bukan sesuatu yang terjadi mengagetkan seperti datangnya gempa, banjir bandang atau ledakan.  Sejak diberitakan pertama di Wuhan pada akhir Desember 2019, seluruh dunia mendengar, semua sumber berita menyiarkan.  Namun hampir tidak ada yang langsung action.  Ketika WHO menyatakan Covid 19 sebagai pandemi dunia, juga masih belum serta merta setiap pimpinan negara maupun pimpinan perusahaan menyatakan Covid 19 sebagai krisis perusahaan.  Semua masih menunggu dan dalam keraguan apakah benar Covid 19 bisa menjadi krisis bagi organisasinya, dan andaikata bisa belum jelas tergambar seperti apa bentuknya.

Itulah mengapa tidak sedikit penanganan Covid 19 yang dipercayakan kepada tasfkforce atau tim kerja yang bersifat ad hoc, sementara, atau sebagai berupa tugas tambahan.  Ada juga yang menanganinya di luar sistem keselamatan perusahaan yang ada.  Banyak pertanyaan bahkan kelompok diskusi yang topik bahasannya sekitar “Bagaimana mengelola K3 di tengah pandemi Covid 19?”, dan bukan “Bagaimana sistem manajemen K3 menangani Covid 19?”  Meninggalkan pesan bahwa program K3 dan program penanganan Covid 19 adalah dua hal yang terpisah.  Pertanyaan seperti itu juga memberikan petunjuk bahwa mereka belum melakukan risk assessment terhadap kehadiran Covid 19.  Itulah jawabannya kalau peta risiko Covid 19 terhadap organisasi perusahaan kabur, banyak keputusan-keputusan bersifat reaktif, sepotong-sepotong serta tidak terintegrasi dengan sistem manajemen K3 yang ada, maupun terhadap sistem manajemen SDM perusahaan.

Penanganan krisis harusnya sudah ada dan diatur di dalam sistem manajemen keselamatan perusahaan, SMKP kalau di pertambangan maupun sistem manajemen keselamatan lain yang dianut oleh perusahaan.  Crisis Management Plan (CMP) yang di dalamnya ada Crisis Management Team (CMT)  harus masuk menjadi bagian dari sub elemen Emergency Response di sistem K3 perusahaan.  Di mana melalui asesmen yang terukur telah menetapkan kejadian apa saja yang bisa mengganggu kelangsungan bisnis, sehingga dikategorikan sebagai krisis perusahaan.  Yaitu krisis yang harus ditangani oleh CMT.

Sehingga mudah bagi manajemen untuk menetapkan Covid 19 itu sebagai krisis, sehingga:

  • Pimpinan tertinggi perusahaan segera menetapkan Covid 19 sebagai krisis.
  • Crisis Management Team (CMT) dimobilisasi.
  • Dan sejak saat itu penanganan krisis berada dalam kendali CMT sepenuhnya.

NFPA 1600-2013, yang bisa didownload secara gratis, telah mengatur secara detil pengelolaan Disaster/Emergency Management and Business Continuity Programs.  SE Menaker RI No.M/7/AS.0202/V/2020 juga telah memberikan pedoman tentang Rencana Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Covid 19 & Protokol Pencegahan Penularan Covid 19 di perusahaan.  Keduanya memberikan panduan jelas tentang pengelolaan krisis Covid 19.

Karena kehadiran Covid 19 telah mengubah pola dan tingkat risiko kesehatan di perusahaan, maka beberapa hal krusial dari penanganan krisis pada Covid 19 ini harus dijalankan.  Mulai dengan Risk Assessment secara menyeluruh di semua business proses perusahaan termasuk mitra kontraktor dan sub kontraktor, dilanjutkan dengan Business Impact Analysis (BIA), Resource Needs Analysis, yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menyusun strategi pelaksanaan Prevention, Mitigation serta Business Continuity Plan, agar operasi perusahaan tidak terhenti atau kalau terpaksa terdampak ditekan sekecil mungkin. 

Benar tantangan terbesar krisis Covid 19 adalah kemampuan mencegah penyebaran, memitigasi yang telah terdampak, serta menjaga roda perusahaan masih berputar.  Inilah yang disebut new normal atau ada yang menyebut adaptasi kebiasaan baru.  Yaitu tetap beroperasi sambil menerapkan program pencegahan dan mitigasi Covid 19.  Atau beroperasi sambil berdamai dengan krisis.  Oleh karena itu tidak berlebihan bila dikatakan bahwa tepat sekali apabila selama krisis komando operasi perusahaan diambil alih oleh CMT, baik di tingkat lapangan maupun di tingkat pusat.  Sehingga meeting koordinasi CMT dilakukan setiap hari bahkan ada yang  lebih, antara CMT Pusat dan CMT Site, yang topik bahasan hariannya adalah seberapa bisa produksi dengan menjaga karyawan tetap terlindungi dari terjangkit Covid 19.  Mindset telah berbalik.  Slogan dan nilai-nilai integrasi berhasil diterapkan berkat Covid 19.

Perubahan besar-besaran terjadi.  Protokol kesehatan Covid 19 masuk secara intens mewarnai prosedur kerja yang ada.  Penyesuaian (adjustment) terhadap prosedur, JSA, IK dan aturan kerja yang lain tidak terelakkan, persyaratan adaptasi yang harus dianut oleh perusahaan yang masih ingin terus beroperasi ditengah pandemi Covid 19.  Dan ini hanya bisa terjadi apabila krisis Covid 19 ini dalam kendali CMT yang anggotanya adalah para decision maker level atas perusahaan, yang bisa mengambil keputusan-keputusan besar dengan cepat.  Praktek CMT yang benar.

Melalui CMP, CMT bisa mendapatkan data tentang perkembangan Covid 19 dari WHO maupun dari Pemerintah RI, yang diolah dengan pola Leadership di masa krisis “Pause-Assess-Anticipate-Act Cycle”, memungkinkan terjadinya keputusan-keputusan besar dengan cepat, mengkomunikasikan update langsung kepada seluruh stakeholders, penerapan perubahan secara serentak di lapangan, serta evaluasi penerapan yang bisa dipantau harian. 

Covid 19 telah menguji ketangguhan sistem manajemen K3 kita, Covid 19 telah menelanjangi kehandalan para praktisi K3, Covid 19 telah mengubah mindset para pengambil keputusan tingkat dewa, tetapi hanya kalau sistem manajemen keselamatan kita mampu menangani krisis Covid 19 ini dengan benar.  Selamat.

Terbit pada majalah KATIGA

November – Desember 2020

Edisi No.74/XI/2020