Deskripsi - Safety Leadership Supervisor Garis Depan

Brosur Safety Leadership Supervisor Garis Depan

LATAR BELAKANG

Kebutuhan akan pemahaman dan keterampilan kepemimpinan bagi jabatan yang membawahi anak buah adalah mutlak.  Hal tersebut menjadi semakin strategis ketika menyangkut jabatan supervisor garis depan yang membawahi langsung pekerja.  Bukan hanya karena ia merupakan ujung tombak pencapaian produksi yang aman di lapangan, mereka juga calon-calon pemimpin masa depan perusahaan.  Manajemen yang bijak menempatkan leadership sebagai keterampilan fondasi yang disyaratkan untuk jabatan yang menyupervisi orang lain.   Keterampilan kepemimpinan harusnya diberikan kepada karyawan agar ia tumbuh menjadi pemimpin, bukan menunggu setelah memegang posisi pemimpin baru diberi pelatihan leadership.   Terlalu mahal trial and error yang dilewati.

PT IndoSHE menyediakan pelatihan safety leadership untuk supervisor garis depan, yang dicustomized dengan values, vision, dan mission, komitmen serta standar kepemimpinan perusahaan.

Pelatihan disediakan dalam 2 opsi, Versi Penuh 2 hari (14 jam nett) dan Versi Ringkas 1 hari (7 jam nett).

TUJUAN

Pelatihan safety leadership yang dirancang khusus untuk pengawas garis depan ini bertujuan untuk membantu peserta pelatihan sebagai supervisor garis depan, untuk memahami apa itu leadership dan bagaimana menerapkannya ke dalam tugas-tugas pengawasan sehari-hari.

OUTLINE PELATIHAN

Versi Penuh 2 hari (14 jam nett)

Versi Ringkas 1 hari (7 jam nett)

  1. Teori leadership dan peran supervisor
  2. Penugasan, praktik, dan action plan
  1. Teori leadership dan peran supervisor.
  2. Tidak ada.

SPESIFIKASI TRAINING

Versi Penuh 2 hari (14 jam nett)

Versi Ringkas 1 hari (7 jam nett)

  1. Durasi 2 hari (14 jam) nett
  2. Peserta 1-15 orang dalam 1 batch.
  3. Selama pandemi dengan platform Zoom, tidak ada tatap muka. 
  1. Durasi 1 hari (7 jam) nett
  2. Peserta 1-15 orang dalam 1 batch.
  3. Selama pandemi dengan platform Zoom, tidak ada tatap muka. 

TEAM PT INDOSHE

Versi Penuh 2 hari (14 jam nett)

Versi Ringkas 1 hari (7 jam nett)

  1. Dwi Pudjiarso ‚Äď perancang dan fasilitator pelatihan.
  2. TBA ‚Äď assisten pelatihan
  1. Dwi Pudjiarso ‚Äď perancang dan fasilitator pelatihan
  2. TBA ¬†‚Äď administrasi pelatihan

PEMBAGIAN PERAN TANGGUNG JAWAB

PT INDOSHE

PERUSAHAAN CLIENT

Untuk mendapatkan hasil pelatihan yang maksimal, perlu kerjasama antara kami perancang sekaligus penyelenggara program pelatihan, dengan perusahaan yang memiliki pengawas peserta pelatihan.

Peran tanggung jawab masing-masing sejak sebelum pelatihan, selama pelatihan serta paska pelatihan, kami jabarkan secara detil di dalam proposal untuk disepakati.

Peran tanggung jawab PT Indoshe

Note: Berbeda untuk Versi Penuh 2 hari
(14 jam nett) dan Versi Ringkas 1 hari (7 jam nett)

Peran tanggung jawab Perusahaan

Note: Berbeda untuk Versi Penuh 2 hari
(14 jam nett) dan Versi Ringkas 1 hari (7 jam nett)

 TAMBAHAN LAYANAN PELATIHAN DAN KONSULTASI

  • Tersedia pelatihan Safety Leadership untuk Manajemen Menengah
  • Tersedia jasa konsultasi pengembangan Program Safety Leadership Perusahaan

 BIAYA PELATIHAN

Biaya Pelatihan

Biaya Pelatihan

Versi Penuh 2 hari (14 jam nett)

Rp

Versi Ringkas 1 hari (7 jam nett)

Rp

       

Note: Untuk biaya, hubungi CS Indoshe di WA 08212 422 322 6 atau email cs@indoshe.com

 Download  Deskripsi Pelatihan Safety Leadership untuk Supervisor Garis Depan

 

Di tingkat manakah kematangan budaya K3 Perusahaan anda?

Untuk mendapatkan profil kematangan budaya keselamatan perusahaan yang:

  • Selaras dengan tuntutan kaedah pertambangan yang baik
  • Mengukur pencapaian kinerja Keselamatan Pertambangan (Kep Dirjen Minerba 185/2019)
  • Dengan pendekatan Plan-Do-Check-Act
  • Selaras dengan warna kepemimpinan dan nilai-nilai perusahaan
  • Mengidentifikasi peluang dan tantangan menuju pencapaian budaya K3 yang diinginkan
  • Memberikan road map menuju budaya K3 yang tangguh dalam rencana Tindakan terukur

Deliverable

  • Hasil review dokumen dan pengamatan praktek penerapan sistem manajemen keselamatan pertambangan terkait Budaya KP
  • Tingkat kematangan budaya keselamatan pertambangan
  • Rekomendasi road-map menuju budaya KP yang tangguh (resilient)

Oleh tim praktisi K3 Pertambangan

Di bidang kesehatan, selain pelayanan kesehatan kerja yang berfokus pada manusia dan medis, harus dikelola juga program industrial hygiene yang menitikberatkan pada lingkungan kerja dan bersifat teknis secara tersistem, dengan:

  • mengacu pada ketentuan Pengelolaan Lingkungan Kerja Kep Dirjen Minerba 185/2019.
  • melakukan Penilaian Risiko Kesehatan kerja (Occupational Health Risk Assessment)
  • menerapkan Program Pengelolaan Lingkungan Kerja
  • bekerja Bersama Dokter Kesehatan Kerja (DOH) menerapkan program Kesehatan kerja, seperti kelelahan kerja (fatigue), ergonomic, dan menyediakan data dasar untuk kepentingan penentuan Penyakit Akibat Kerja (PAK) atau Penyakit Tenaga Kerja.
  • meningkatkan pengetahuan dan kemampuan praktisi Industrial Hygiene sebagai tenaga teknis pertambangan yang berkompeten
  • melalui dua tahap konsultasi: pengembangan program dan pendampingan penerapan.

Deliverables:

  • Tahap I: memberikan panduan untuk implementasi program IH, pelaksanaan HRA (Occupational Health Risk Assessment), dan penerapan Program Supplemental IH.
  • Tahap II: memberikan training dan coaching kepada team IH untuk menuju kompetensi penerapan IH, serta membantu melakukan evaluasi penerapan program IH.

Oleh team praktisi Kesehatan Kerja
yang kompeten dan sarat pengalaman

I.   Tujuan

    1. Untuk mempromosikan kesadaran mengenai Manajemen Housekeeping di tempat kerja.
    2. Untuk mengetahui tentang Sistem Manajemen 5S.
    3. Untuk mengimplementasikan Sistem Manajemen 5S yang dapat diukur kinerjanya.
    4. Agar dapat mengintegrasikan Sistem Manajemen 5S kedalam Sistem Manajemen Lainnya.

II.  Silabus Training

1. Pendahuluan 5S

      • Filosofi 5S
      • Keuntungan 5S
      • Korelasi dengan Sistem Manajemen Lainnya.

2. Kesadaran dan Pemahaman mengenai Persyaratan 5S berdasarkan Standar Fisik Umum:

a. Sorting (Pemilihan) ‚Äď ‚ÄúRingkas‚ÄĚ

          • Memilah barang berdasarkan kriteria ¬†yang dibutuhkan atau yang tidak dibutuhkan baik itu hardware maupun software.
          • Menunjuk orang yang bertanggung jawab dalam area tsb.
          • Membereskan ¬†segala sesuatu yang tidak diperlukan.
          • Membersihkan dan mengidentifikasi sumber-sumber kebocoran.
          • Tanggung Jawab Housekeeping didokumentasikan.
          • Menetapkan metode standar kebersihan umun dan standar¬† lain dari satu sisi ke sisi lainnya.

b. Merapihkan ‚Äď ‚ÄúRapih‚ÄĚ

          • Mengelompokan berdasarkan penggunaannya.
          • Menetapkan lokasi untuk setiap barang berdasarkan frekuensi penggunaannya.
          • Merancang lokasi untuk peralatan, perlengkapan, tempat umun dan Safety Zone.
          • Dipasang Label pada lokasi-lokasi tertentu (Lokasi yang membutuhkan label).
          • Terdapat layout dokumen mengenai workplace, peralatan dan perlengkapan.
          • Menyimpan peralatan di tempat-tempat yang mudah diambil saat akan mempergunakannya kembali.
          • Menggunakan penataan dan pelabelan untuk wilayah serupa.¬†

c. Sistematika pembersihan ‚Äď‚ÄúResik‚ÄĚ

          • Mengidentifikasi setiap barang untuk memeriksa peralatan yang memadai dalam proses kinerjanya.
          • Menentukan rentang kinerja untuk peralatan utama dan proses.
          • Menfidentifikasi indikator dan kontrol untuk setiap area yang akan diperiksa.
          • Membuat kode warna yang sesuai dengan indikantor dan kontrol.
          • Peralatan-peralatan dan perlengkapan utama dibersihkan setiap hari.
          • Menetapkan standar yang jelas untuk setiap barang yang akan diperiksa dan diinpeksi harian.
          • Mengidentifikasi tindakan yang diambil pada saat ada kondisi tidak normal.
          • Menetapkan prosedur pembersihan yang sistematis disetiap area.

d. ¬†Standarisasi ‚Äď‚ÄúRawat‚ÄĚ

          • Review dokumentasi 5S untuk barang-barang yang dibutuhkan, layout tempat kerja, pemeriksaan Harian, dan kinerja yang dapat diterima dengan area kerja lain.
          • Review motode dan standar baru yang berkaitan dengan seluruh karyawan dan membuat perubahan untuk mendukung implementasi metode tersebut.
          • Memberikan training kepada seluruh karyawan tentang bagaimana melakukan metode baru tersebut.
          • Mengidentifikasi area kerja yang sama dan menentukan metode¬† dan standar yang diikuti.

e. ¬†Mempertahankan ‚Äď‚Äú Rajin‚ÄĚ

          • Foto area kerja untuk menunjukkan adanya perbaikkan.
          • Mengevaluasi Tingkatan dan Pencapaian 5S.
          • Mempromosikan Prestasi 5S dengan Foto, interaksi ataupun perayaan.
          • Membuat Jadwal untuk melakukan pemeriksaan rutin pada peralatan, proses dan¬† standar.
          • Membuat rekaman untuk masalah yang teridentifikasi pada saat pelaksanaan pemeriksaan harian.
          • Memprioritaskan masalah dalam penyelesainnya.
          • Menentukan frekuensi dan waktu untuk melakukan pemeriksaan rutin dan Audit 5S.
          • Review secara berkala hasil temuan, perbaikan dan penyelesaian dari temuan tsb.
          • Melakukan tindakan perbaikan terhadap hasil temuan sampai pada akarnya agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

III.   Metode

      1. Diskusi dalam Kelas
      2. Workshop
      3. Audit ke Kantor

IV.   Peserta

Pelatihan ini ditujukan untuk seluruh tingkatan Manajemen, Praktisi Keselamatan, Personil K3 dan seluruh pihak yang berkepentingan.

*Untuk Efektifitas Pelatihan, jumlah peserta maksimal 25 orang.

V.   Waktu

Pelatihan akan diselenggarakan dalam waktu 2 hari (7 Jam/hari).

*1 Hari  di dalam Kelas dan 1 hari bench mark ke PT. XXXX.

 Materi Tambahan Training 5S 

VI.   Bagaimana Melakukan Audit 5S?

      1. Pemeriksaan secara sistematik dan independen untuk menentukan aktivitas dan hasil yang berkaitan dengan susunan rencana dan implementasi yang efektif untuk mencapai standar 5S.
      2. Mengukur keefektivan implementasi 5S.
      3. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan Sistem Manajemen 5S di Perusahaan.
      4. Kelayakan 5S.
      5. Menentukan tindakan perbaikan sistem 5S.
      6. Dalam Audit Internal, terdapat 3 pihak yang terlibat dalam proses audit tersebut.

a. Organisasi Audit

            • Audite
            • Auditor
            • Klien

b. Aktivitas Audit

            • Rencana Audit
              Jadwal, tempat, ruang lingkup dan tim audit.
            • Persiapan Audit
              Konfirmasi jadwal, ceklis, referensi standar, Koordinasi tim dan flow prosesnya.
            • Pelaksanaan Audit
              Koordinasi Tim, Konfirmasi Ulang Jadwal, Pembukaan, Review SOP, Rating IK, analisis data, observasi lapangan dan penutupan.
            • Pelaporan
              Penulisan CAR, Penulisan Rekomendasi, Follow up dan Pelaporan.

VII.  Persyaratan Sistem Dokumentasi

      1. Dokumen dapat ditemukan (tersedia).
      2. Dokumen direview secara berkala, direvisi jika perlu, memadai dan disetujui oleh petugas yang berwenang
      3. Dokumen relevan yang baru, tersedia di seluruh lokasi operasi dan berfungsi secara efektif.
      4. Dokemen kadaluarsa segera dihapus dari penerbitan dan penggunaan dokumen kadaluarsa disimpan untuk kepentingan legal dan dipelihara dan diberi identitas yang sesuai.