Contoh Topik Pertemuan K3L

PANDUAN SAFETY MEETING “THE LEADER WAY”

KEBISINGAN DI TEMPAT KERJA

Kebisingan merupakan salah satu gangguan yang harus diwaspadai di tempat kerja. Kebisingan sering kali kurang diperhatikan karena dampaknya yang tidak langsung dirasakan. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya seputar pendengaran. Terganggunya konsentrasi, memicu stress serta kelelahan yang lebih cepat dapat disebabkan oleh kebisingan yang tidak dikontrol dengan baik. Hal ini dapat berimbas pada proses produksi bahkan dapat menyebabkan kecelakaan. Oleh sebab itu, pekerja yang paling sering terpapar kebisingan harus mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk meminimalisir dampaknya.

CUCI TANGAN SEBELUM MAKAN

Tangan dapat menjadi media pertumbuhan dan penyalur kuman yang akan masuk ke dalam tubuh manusia. Kuman tersebut bisa menimbulkan berbagai macam penyakit pada manusia seperti hepatitis A, typus, diare, terjangkit virus Covid-19 hingga menyebabkan kanker. Kontak dari tangan ke mulut lewat makanan adalah salah satu cara kuman untuk masuk ke dalam tubuh. Oleh karenanya, mencuci tangan menjadi salah satu upaya preventif untuk terhindar dari berbagai macam penyakit, pada bahasan kali ini akan dibahas mengenai tata cara mencuci tangan dengan baik dan benar.

AREA TANGGA

Menaiki tangga merupakan suatu kegiatan yang biasa dilakukan di sebagian besar tempat, baik rumah, tempat umum, maupun tempat kerja. Seringkali kita mengabaikan risiko yang ada dari suatu aktivitas yang “biasa” dilakukan karena merasa telah aman, padahal mayoritas insiden terjadi ketika kita merasa aman dan mengabaikan risikonya. Menaiki tangga berisiko menyebabkan cedera serius apabila bahaya yang ada tidak dikendalikan. Adapun bahaya yang ada ditangga diantaranya seperti pijakan tangga yang licin, pegangan tangga yang longgar, dan adanya korosi pada pegangan tangga yang dapat menyebabkan terjatuh dan terinfeksi oleh besi yang korosif. Oleh karena itu, bahaya tersebut perlu dikendalikan agar seseorang dapat menaiki tangga dengan aman.

ALAT PEMADAM API RINGAN

Kebakaran merupakan kondisi darurat yang dapat terjadi di mana saja termasuk tempat kerja. Penting untuk dapat mencegah kerugian yang lebih besar dengan memberikan respons ketika api masih kecil dan terkendali. Oleh sebab itu, kecepatan sangat dibutuhkan dalam merespons darurat kebakaran ini. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan alat yang sangat penting dalam mencegah api kecil berkembang menjadi besar. Alat ini harus bisa digunakan oleh semua pekerja terutama bagi mereka yang berisiko sehingga siapa pun yang pertama kali melihat api bisa langsung melakukan penanganan.

SIKAP AWAS SAAT BEKERJA

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa bersikap awas hanya dibutuhkan oleh orang tertentu atau pada saat tertentu saja. Sikap awas hanya dibutuhkan oleh pengawas atau hanya pada saat melakukan inspeksi dan observasi. Hal tersebut jelas merupakan pemikiran yang salah.  Banyak kecelakaan justru terjadi karena hal-hal kecil yang luput dari pengamatan. Menjadi awas terutama dalam pekerjaan merupakan sikap profesional yang tidak hanya harus dimiliki oleh supervisor tetapi juga karyawan. Oleh karena itu, karyawan juga harus melatih dan membiasakan diri untuk selalu bersikap awas.

POLA PIKIR KESELAMATAN KERJA

Pola pikir yang mengutamakan keselamatan kerja mengacu pada kecenderungan karyawan untuk memberi respons positif terhadap tujuan keselamatan, ide, rencana, prosedur, pencegahan ataupun situasi. Hal ini menjadi kunci utama dalam membangun dan memperkuat budaya keselamatan kerja karena dimulai dari elemen perusahaan yang paling dasar yaitu karyawan. Maka dari itu sangat penting bagi karyawan untuk menanamkan pola pikir positif yang sejalan dengan komitmen keselamatan kerja.

MENGATASI KELELAHAN SAAT BEKERJA

Kelelahan merupakan hal umum yang dapat dipastikan terjadi pada setiap orang. Meskipun sudah berusaha dikelola dengan baik, gejala kelelahan masih bisa kita alami. Hal yang sangat membahayakan adalah ketika hal ini terjadi saat melakukan pekerjaan terutama yang memiliki risiko tinggi. Untuk mengatasi kelelahan tersebut maka diperlukan kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk meminimalisir bahkan menghilangkan efeknya sehingga kita dapat melanjutkan pekerjaan dengan baik.

MENGELOLA KELELAHAN DI TEMPAT KERJA

Kelelahan pekerja adalah masalah yang cukup signifikan dalam industri modern. Kelelahan dan stress paling banyak muncul akibat beban pekerjaan yang tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, penting bagi para pekerja untuk bisa mengelola pekerjaannya untuk meminimalisir potensi kelelahan di tempat kerja.

MENGELOLA KELELAHAN KERJA DARI RUMAH

Dalam mengelola kelelahan di tempat kerja, kita juga butuh dukungan dari rumah seperti pola tidur dan makan yang tepat, olahraga yang teratur, dan tentunya pengertian dari keluarga di rumah. Hal ini perlu kita sosialisasikan kepada pekerja agar mereka dapat mempersiapkan dirinya dengan baik.

Kenali bahayanya:

  1. Jari atau tangan terjepit atau tertarik masuk ke putaran roda batu gurinda
  2. Roda batu gurinda pecah ketika sedang berputar
  3. Lentingan serbuk besi atau serbuk batu gurinda mengenai muka dan mata
  4. Ujung barang yang digurinda masuk di antara tool rest dan roda batu gurinda, atau antara roda batu gurinda dengan bukaan toung guards.
  5. Terjatuh dengan posisi menabrak roda batu gurinda yang sedang berputar

Apa saja bahaya mengangkat beban berat dan atau dengan cara yang salah?

  1. Cederang tulang belakang
    1. Keseleo atau terkilir (strains atau sprains)
    2. Sifat cederanya permanen, cacat seumur hidup
  2. Hernia
    1. Sobek dinding perut
    2. Penyembuhan jangka panjang

Jika dipasang dan digunakan dengan benar, pengelasan dengan busur listrik (las listrik) dapat beroperasi dengan aman. Namun, apabila digunakan dengan cara yang  tidak sesuai, maka dapat menyebabkan risiko kebakaran, ledakan, dan cedera pada retina mata.

STUDI KASUS

Parjo bekerja pada aerial lift di pabrik, mengelas besi siku untuk mendukung balok anak baja. Area yang berada langsung di bawah Parjo mengandung serutan dan potongan magnesium. Suatu ketika, percikan bunga api dan ampas dari pengelasan mendarat di area tersebut dan menyebabkan kebakaran besar yang melanda Parjo. Ia menderita luka bakar parah, menghirup banyak asap kebakaran, asfiksia, hingga akhirnya meninggal dunia.

Sebagaimana pada industri kesehatan, pekerja konstruksi harus beranggapan bahwa pada setiap permukaan benda terdapat potensi terkontaminasi material yang infeksius dan harus selalu waspada saat bekerja di dalam area air limbah atau saluran pembuangan.

STUDI KASUS

Agus, seorang pekerja konstruksi yang sedang mengemudikan loader-nya, tiba-tiba terperosok ke dalam sebuah danau. Walaupun Agus selamat dari kecelakaan itu, perusahaan didesak untuk melakukan pemeriksaan air danau tersebut yang sudah terkontaminasi oleh limbah mentah.

Sering kali terdapat bahaya mematikan mengintai dari bawah tanah di lokasi penggalian. Mari diskusikan bagaimana melakukan pekerjaan agar tidak merusak penanaman utilitas seperti kabel listrik atau saluran pipa.

CONTOH

Seorang pekerja konstruksi menggunakan sebuah bor untuk menggali sebuah lubang untuk menanam kabel dukungan tiang listrik, secara tidak sengaja menggores saluran pipa gas. Bocoran gas serentak menyebar hingga ke bangunan-bangunan di sekitarnya dan terjadi kebakaran selama 20 menit setelah pipa tersebut rusak. Empat orang meninggal dan 15 lainnya cedera. Tiga bangunan hancur dan lebih dari selusin lainnya rusak parah.