Contoh Topik Pertemuan K3L

PANDUAN SAFETY MEETING “THE LEADER WAY”

MENGATASI KELELAHAN SAAT BEKERJA

Kelelahan merupakan hal umum yang dapat dipastikan terjadi pada setiap orang. Meskipun sudah berusaha dikelola dengan baik, gejala kelelahan masih bisa kita alami. Hal yang sangat membahayakan adalah ketika hal ini terjadi saat melakukan pekerjaan terutama yang memiliki risiko tinggi. Untuk mengatasi kelelahan tersebut maka diperlukan kiat-kiat yang dapat dilakukan untuk meminimalisir bahkan menghilangkan efeknya sehingga kita dapat melanjutkan pekerjaan dengan baik.

MENGELOLA KELELAHAN DI TEMPAT KERJA

Kelelahan pekerja adalah masalah yang cukup signifikan dalam industri modern. Kelelahan dan stress paling banyak muncul akibat beban pekerjaan yang tidak dikelola dengan baik. Oleh sebab itu, penting bagi para pekerja untuk bisa mengelola pekerjaannya untuk meminimalisir potensi kelelahan di tempat kerja.

MENGELOLA KELELAHAN KERJA DARI RUMAH

Dalam mengelola kelelahan di tempat kerja, kita juga butuh dukungan dari rumah seperti pola tidur dan makan yang tepat, olahraga yang teratur, dan tentunya pengertian dari keluarga di rumah. Hal ini perlu kita sosialisasikan kepada pekerja agar mereka dapat mempersiapkan dirinya dengan baik.

Kenali bahayanya:

  1. Jari atau tangan terjepit atau tertarik masuk ke putaran roda batu gurinda
  2. Roda batu gurinda pecah ketika sedang berputar
  3. Lentingan serbuk besi atau serbuk batu gurinda mengenai muka dan mata
  4. Ujung barang yang digurinda masuk di antara tool rest dan roda batu gurinda, atau antara roda batu gurinda dengan bukaan toung guards.
  5. Terjatuh dengan posisi menabrak roda batu gurinda yang sedang berputar

Apa saja bahaya mengangkat beban berat dan atau dengan cara yang salah?

  1. Cederang tulang belakang
    1. Keseleo atau terkilir (strains atau sprains)
    2. Sifat cederanya permanen, cacat seumur hidup
  2. Hernia
    1. Sobek dinding perut
    2. Penyembuhan jangka panjang

Jika dipasang dan digunakan dengan benar, pengelasan dengan busur listrik (las listrik) dapat beroperasi dengan aman. Namun, apabila digunakan dengan cara yang  tidak sesuai, maka dapat menyebabkan risiko kebakaran, ledakan, dan cedera pada retina mata.

STUDI KASUS

Parjo bekerja pada aerial lift di pabrik, mengelas besi siku untuk mendukung balok anak baja. Area yang berada langsung di bawah Parjo mengandung serutan dan potongan magnesium. Suatu ketika, percikan bunga api dan ampas dari pengelasan mendarat di area tersebut dan menyebabkan kebakaran besar yang melanda Parjo. Ia menderita luka bakar parah, menghirup banyak asap kebakaran, asfiksia, hingga akhirnya meninggal dunia.

Sebagaimana pada industri kesehatan, pekerja konstruksi harus beranggapan bahwa pada setiap permukaan benda terdapat potensi terkontaminasi material yang infeksius dan harus selalu waspada saat bekerja di dalam area air limbah atau saluran pembuangan.

STUDI KASUS

Agus, seorang pekerja konstruksi yang sedang mengemudikan loader-nya, tiba-tiba terperosok ke dalam sebuah danau. Walaupun Agus selamat dari kecelakaan itu, perusahaan didesak untuk melakukan pemeriksaan air danau tersebut yang sudah terkontaminasi oleh limbah mentah.

Sering kali terdapat bahaya mematikan mengintai dari bawah tanah di lokasi penggalian. Mari diskusikan bagaimana melakukan pekerjaan agar tidak merusak penanaman utilitas seperti kabel listrik atau saluran pipa.

CONTOH

Seorang pekerja konstruksi menggunakan sebuah bor untuk menggali sebuah lubang untuk menanam kabel dukungan tiang listrik, secara tidak sengaja menggores saluran pipa gas. Bocoran gas serentak menyebar hingga ke bangunan-bangunan di sekitarnya dan terjadi kebakaran selama 20 menit setelah pipa tersebut rusak. Empat orang meninggal dan 15 lainnya cedera. Tiga bangunan hancur dan lebih dari selusin lainnya rusak parah.