Skema Holding BUMN Pertambangan

JAKARTA. Sinergi perusahaan holding BUMN industri pertambangan mulai menggeliat. Perusahaan tambang di bawah naungan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) itu segera melaksanakan aksi korporasinya dalam waktu dekat. Tentunya, dengan saling melengkapi satu sama lain.

Misalnya, PT Aneka Tambang tbk (ANTM) pada April bulan depan akan menyelesaikan fase bankable feasibility study dalam pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) grade alumina (SGA) di mana 30% akan dimiliki Antam, 40% Inalum dan 30% perusahaan asal China yaitu Chalco.

“Bankable feasibility study-nya selesai April 2018 ini,” terang Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo kepada Kontan.co.id, Minggu (1/4).

Tidak hanya dengan Inalum, Antam juga akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dibantu oleh PT Bukit Asam tbk (PTBA) di Halmahera Timur (Haltim) di mana untuk kepemilikan 30% dipegang Antam dan 70% dikuasai oleh PTBA. Dan, juga untuk pasokan batubaranya akan disuplai dari tambang milik PTBA.

Sementara aksi korporasi lain Antam akan membangun sendiri pabrik feronikel di Haltim yang saat ini konstruksinya sudah mencapai 50%. “Dari seluruh proyek sinergi antar BUMN Holding Industri Pertambangan itu nilai investasinya kurang lebih US$ 700 juta,” tandasnya.

Sekretaris Perusahaan Induk Holding BUMN Industri Pertambangan, Inalum, Ricky Gunawan mengatakan untuk sinergi antar anggota holding itu selanjutnya akan ada kesepakatan Joint Venture Agreement (JVA) dengan mitra usaha melalui anak usaha holding.

“Rencana sinergi itu lagi dimatangkan dan wee progress,” ungkapnya kepada Kontan.co.id, Minggu (1/4).

Seperti diketahui juga, sebelumnya Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin dalam peresmian Holding Industri Pertambangan ini juga mengatakan dalam bersinergi dengan anggota holding akan ada penggunaan kantor bersama milik PT Timah tbk (TINS) yang berada di London. Itu sebagai penjajakan aneka produk baik, timah, batubara maupun nikel dan emas.

Ricky bilang, rencana itu terus berjalan. “Dirut Holding (Budi Gunadi Sadiki) saat ini sudah membentuk beberapa pokja yang menjajaki segala bentuk sinergi di Holding Industri Pertambangan,” tandasnya.

Sementara Arie Prabowo Ariotedjo bilang, rencananya pada Juni 2018 ini kantor pemasaran bersama itu akan segera diresmikan.

Sekretaris Perusahaan TINS, Amin Haris menambahkan, dalam sinergi ini sudah dilakukan penndatanganan kerja sama di bidang eksplorasi yang akan dilakukan oleh seluruh anggota Holding Industri Pertambangan.

“Ekplorasi semua tambang mineral. Kita eksplorasi untuk semua ya, jadi kerja sama ini dalam bentuk kerja sama SDM, jasa konsultasi dan lainnya. Jadi semua dilakukan continue, baik timah, batubara nikel dan sebagainya,” pungkasnya kepada Kontan.co.id

Sumber – http://industri.kontan.co.id/

Pemerintah Mengatur Juru Ukur Tambang ?

Peranan penting apakah yang dimiliki juru ukur tambang, sampai pemerintah turut mengatur keberadaanya. Berikut adalah beberapa peraturan yang mengatur Juru Ukur Tambang. Sebagaimana Keputusan Menteri »

Pemerintah berikan relaksasi ekspor mineral di masa pandemi covid-19

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan relaksasi rekomendasi ekspor untuk sejumlah komoditas mineral di masa pandemi covid-19. Menteri ESDM Arifin »

Berikan Komentar