Tren Ekspor Batu Bara Indonesia Meningkat

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebut, tren ekspor batu bara Indonesia ke pasar dunia terus meningkat. Terlebih, batu bara Indonesia dinilai berkualitas.

Saat menjadi pembicara kunci dalam Coaltrans Asia 2020 Virtual Conference yang diselenggarakan Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI), Agus mengatakan, batu bara merupakan produk strategis bagi Indonesia.

Berdasarkan data International Energy Agency Coal Information (2020), pada 2019 Indonesia tercatat sebagai produsen batu bara terbesar ke-4 dengan jumlah produksi sebesar 616 juta ton. 

“Tren ekspor batu bara Indonesia di pasar global mengalami kenaikan yang positif sebesar 11,77 persen pada periode lima tahun terakhir (2015-2019),” kata Agus melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (24/11).

Namun, pada Januari sampai September 2020, nilai ekspor tersebut menjadi sebesar 12,30 miliar dolar AS. Angka itu turun 25,45 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat sebesar 12,30 miliar dolar AS. 

Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia pada periode Januari sampai September 2020 yakni China (27,47 persen), India (19,89 persen), Jepang (10,75 persen), Malaysia (7,98 persen), dan Filipina (7,64 persen). Mendag juga memaparkan sejumlah langkah strategis dilakukan Kementerian Perdagangan dalam mendorong ekspor batu bara. 

Ia juga menekankan sejumlah keunggulan produk batu bara yang dihasilkan Indonesia. Kekuatan batu bara Indonesia adalah ramah lingkungan, rata-rata kalori yang dihasilkan serta kadar sulfurnya lebih rendah.

“Sehingga, batu bara asal Indonesia sangat berkualitas dan aman digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik,” kata Agus.

Kementerian Perdagangan juga memberikan apresiasi kepada APBI sebagai penyelengara konferensi virtual ini. Agus berharap pertemuan ini dapat merumuskan sejumlah strategi yang dapat mendorong perdagangan batu bara dunia sekaligus meningkatkan ekonomi Indonesia.

 

Sumber: https://republika.co.id/

Menteri ESDM Sebut RI Butuh Batu Bara hingga 172 Juta Ton di 2021

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan batu bara dalam negeri pada 2021 mencapai 172 juta ton. Angka ini akan terus naik hingga pada 2024 yang diproyeksikan mencapau 277 juta ton.

“Proyeksi kebutuhan batu bara dalam negeri terus meningkat dan diperkirakan 277 juta ton pada 2024,” ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Untuk produksi, ekspor dan DMO, pemerintah terus mendorong pemanfaatan batu bara untuk kepentingan nasional. Pada tahun 2020, pemanfaatan batu bara domestik ditargetkan mencapai 155 juta ton atau 28,2 persen dari target produksi sebesar 550 juta ton.

Angka ini meningkat 12,3 persen dari realisasi DMO tahun 2019 yang sebesar 138 juta ton dengan produksi 616 juta ton. Sementara, pemanfaatan batu bara dalam negeri samapai dengan Oktober 2020 baru mencapai 109 juta ton dari produksi 459 juta ton.

Dalam rencana pemanfaatan batu bara domestik pada 2020, Arifin merinci, didominasi oleh konsumsi PLN sebesar 109 juta ton. Industri pengolahan dan pemurnian sebesar 16,5 juta ton, industri pupuk sebesar 1,7 juta ton, industri semen 14,5 juta ton, dan tekstil sebesar 6,54 juta ton, serta industri kertas 6,64 juta ton.

Dari data yang dia paparkan, sumber daya dan cadangan batu bara di Indonedia berdasarkan data pada Desember 2019, sumber daya batu bara Indonesia sebesar 150 miliar ton dan cadangan 37,45 miliar ton. Sebagian besar sumber daya batu bara 99,80 persen terdapat di pulau Kalimantan dan pulau Sumatera. Kualitas batu bara tersebut, 90 persen merupakan berkalori rendah dan sedang.

Bahkan, batu bara saat ini masih menjadi pasokan energi nasional, karena itu, untuk menjaga ketahanan dan kemandirian energi, serta menjaga keberlangsungan pembangunan berkelanjutan, pemerintah telah menerbitkan Peratuturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional.

“Di mana, memprioritaskan batu baru sebagai sumber energi, menjamin pasokan batu bara bagi kebutuhan dalam negeri, dan mendoring peningkatan nilai tambah batu bara,” kata dia.

 

Sumber: https://economy.okezone.com/

Delapan bulan sudah Covid 19 melanda dunia. Wabah yang bermula dari Wuhan sebuah kota kecil di China tersebut dengan kecepatan supersonik telah tersebar melintasi pulau dan benua ke antero planet bumi dalam waktu pendek.  Negara besar kecil, masyarakat religius maupun bukan, kalangan dengan strata pendidikan tinggi maupun rendah, golongan berada serta lapisan marginal, tua muda, tidak ada yang luput dari terjangan virus yang tidak kasat mata ini.

Covid 19 yang dinyatakan sebagai darurat kesehatan dunia pada Januari 2020, dan secara resmi ditetapkan sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020, memenuhi kriteria krisis dari Seeger, Sellnow, and Ulmer, yaitu mengagetkan (surprise), ketidakpastian (uncertainty), dan menjadi ancaman (threat) suatu organisasi dalam mencapai goal mereka. Venette menambahkan satu kriteria lagi, yaitu apabila mampu membuat sistem yang ada (existing system) tidak berfungsi lagi.

Jelas sekali, Covid 19 sangat memenuhi kriteria untuk diperlakukan sebagai krisis, baik bagi organisasi suatu perusahaan, organisasi negara, bahkan organisasi terkecil sebuah keluarga. Covid 19 menyerang semua orang tidak pandang bulu, semua bidang pekerjaan, di dalam area kerja (on the job) maupun di luar area kerja (off the job), pada waktu bersamaan, dan dalam durasi yang panjang, yang sampai sekarangpun belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Selain itu, sebagai krisis, Covid 19 juga berbeda dari krisis yang lain seperti bencana alam gempa, banjir, atau bencana teknologi seperti kebakaran, ledakan dsb, terutama dari sisi luasan dampak dan durasi terjadinya.  Untuk gempa bumi, daerah terdampaknya jelas terbatas.  Intensitas getaran gempanya juga tidak lama.  Dalam beberapa hari akan berhenti.  Tindakan penanganan krisisnya terpusat di daerah yang terdampak gempa.  Daerah lain bahkan negara lain, semua bisa datang dengan aman untuk membantu meringankan beban kepada yang terdampak agar bisa segera bangkit kembali. 

Covid 19 tidak seperti itu.  Covid 19 berbeda.  Dari sisi cakupan tidak ada duanya, semua yang ada di permukaan planet bumi tidak ada yang luput dari sergapannya.  Semua orang terdampak, semua masyarakat terdampak, bahkan semua negara.  Waktu terjadinya krisis, relatif bersamaan dan dengan durasi yang sangat panjang.  Setelah 8 bulan berjalan, belum nampak tanda-tanda untuk mereda.

Tidak mengherankan apabila banyak pemimpin bangsa dan para CEO perusahaan-perusahaan besar juga terkesan telat meresponnya  Tidak mengejutkan apabila para praktisi K3pun juga banyak yang terlambat menanggapinya. Kehandalan praktisi K3 benar-benar diuji.  Ketangguhan Sistem Manajemen K3 hasil karya merekapun dijajal.  Bagi yang telah merespon, ada yang tanggapannya belum total, masih setengah-setengah.

Karena sifat-sifat krisis yang surprise, banyak ketidakpastian (uncertainty), penuh ketidaktahuan (unfamiliarity), mengancam kelangsungan bisnis, serta tidak bisa ditangani dengan prosedur tanggap darurat harian, maka krisis membutuhkan penanganan yang spesifik dan oleh jenjang pengambil keputusan.  Krisis membutuhkan kecepatan memperoleh informasi baru, update perkembangan terkini baik dari badan dunia maupun dari pemerintah, kesiapan berubah dan kelenturan beradaptasi, yang menuntut keputusan-keputusan cepat di level executives, karena tidak jarang menuntut pengucuran dana di luar budget yang besar.

Namun banyak perusahaan yang telambat merespon.  Kemunculan Covid 19 yang perlahan-lahan dan tidak nampak mata telah mengelabui siapa saja dan telah membuat banyak pimpinan dan praktisi K3 meragukan bahwa Covid 19 bisa menjadi crisis.  Sehingga tidak heran kalau masih banyak perusahaan yang sampai sekarangpun belum pernah menjatakan Covid sebagai crisis di perusahaannya. Atau kalau sudah mulai meresponpun, mereka menghadapinya masih setengah hati. 

Sebetulnya bagi sebagian besar masyarakat, perusahaan atau negara di dunia, Covid relatif bukan sesuatu yang terjadi mengagetkan seperti datangnya gempa, banjir bandang atau ledakan.  Sejak diberitakan pertama di Wuhan pada akhir Desember 2019, seluruh dunia mendengar, semua sumber berita menyiarkan.  Namun hampir tidak ada yang langsung action.  Ketika WHO menyatakan Covid 19 sebagai pandemi dunia, juga masih belum serta merta setiap pimpinan negara maupun pimpinan perusahaan menyatakan Covid 19 sebagai krisis perusahaan.  Semua masih menunggu dan dalam keraguan apakah benar Covid 19 bisa menjadi krisis bagi organisasinya, dan andaikata bisa belum jelas tergambar seperti apa bentuknya.

Itulah mengapa tidak sedikit penanganan Covid 19 yang dipercayakan kepada tasfkforce atau tim kerja yang bersifat ad hoc, sementara, atau sebagai berupa tugas tambahan.  Ada juga yang menanganinya di luar sistem keselamatan perusahaan yang ada.  Banyak pertanyaan bahkan kelompok diskusi yang topik bahasannya sekitar “Bagaimana mengelola K3 di tengah pandemi Covid 19?”, dan bukan “Bagaimana sistem manajemen K3 menangani Covid 19?”  Meninggalkan pesan bahwa program K3 dan program penanganan Covid 19 adalah dua hal yang terpisah.  Pertanyaan seperti itu juga memberikan petunjuk bahwa mereka belum melakukan risk assessment terhadap kehadiran Covid 19.  Itulah jawabannya kalau peta risiko Covid 19 terhadap organisasi perusahaan kabur, banyak keputusan-keputusan bersifat reaktif, sepotong-sepotong serta tidak terintegrasi dengan sistem manajemen K3 yang ada, maupun terhadap sistem manajemen SDM perusahaan.

Penanganan krisis harusnya sudah ada dan diatur di dalam sistem manajemen keselamatan perusahaan, SMKP kalau di pertambangan maupun sistem manajemen keselamatan lain yang dianut oleh perusahaan.  Crisis Management Plan (CMP) yang di dalamnya ada Crisis Management Team (CMT)  harus masuk menjadi bagian dari sub elemen Emergency Response di sistem K3 perusahaan.  Di mana melalui asesmen yang terukur telah menetapkan kejadian apa saja yang bisa mengganggu kelangsungan bisnis, sehingga dikategorikan sebagai krisis perusahaan.  Yaitu krisis yang harus ditangani oleh CMT.

Sehingga mudah bagi manajemen untuk menetapkan Covid 19 itu sebagai krisis, sehingga:

  • Pimpinan tertinggi perusahaan segera menetapkan Covid 19 sebagai krisis.
  • Crisis Management Team (CMT) dimobilisasi.
  • Dan sejak saat itu penanganan krisis berada dalam kendali CMT sepenuhnya.

NFPA 1600-2013, yang bisa didownload secara gratis, telah mengatur secara detil pengelolaan Disaster/Emergency Management and Business Continuity Programs.  SE Menaker RI No.M/7/AS.0202/V/2020 juga telah memberikan pedoman tentang Rencana Keberlangsungan Usaha Dalam Menghadapi Covid 19 & Protokol Pencegahan Penularan Covid 19 di perusahaan.  Keduanya memberikan panduan jelas tentang pengelolaan krisis Covid 19.

Karena kehadiran Covid 19 telah mengubah pola dan tingkat risiko kesehatan di perusahaan, maka beberapa hal krusial dari penanganan krisis pada Covid 19 ini harus dijalankan.  Mulai dengan Risk Assessment secara menyeluruh di semua business proses perusahaan termasuk mitra kontraktor dan sub kontraktor, dilanjutkan dengan Business Impact Analysis (BIA), Resource Needs Analysis, yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menyusun strategi pelaksanaan Prevention, Mitigation serta Business Continuity Plan, agar operasi perusahaan tidak terhenti atau kalau terpaksa terdampak ditekan sekecil mungkin. 

Benar tantangan terbesar krisis Covid 19 adalah kemampuan mencegah penyebaran, memitigasi yang telah terdampak, serta menjaga roda perusahaan masih berputar.  Inilah yang disebut new normal atau ada yang menyebut adaptasi kebiasaan baru.  Yaitu tetap beroperasi sambil menerapkan program pencegahan dan mitigasi Covid 19.  Atau beroperasi sambil berdamai dengan krisis.  Oleh karena itu tidak berlebihan bila dikatakan bahwa tepat sekali apabila selama krisis komando operasi perusahaan diambil alih oleh CMT, baik di tingkat lapangan maupun di tingkat pusat.  Sehingga meeting koordinasi CMT dilakukan setiap hari bahkan ada yang  lebih, antara CMT Pusat dan CMT Site, yang topik bahasan hariannya adalah seberapa bisa produksi dengan menjaga karyawan tetap terlindungi dari terjangkit Covid 19.  Mindset telah berbalik.  Slogan dan nilai-nilai integrasi berhasil diterapkan berkat Covid 19.

Perubahan besar-besaran terjadi.  Protokol kesehatan Covid 19 masuk secara intens mewarnai prosedur kerja yang ada.  Penyesuaian (adjustment) terhadap prosedur, JSA, IK dan aturan kerja yang lain tidak terelakkan, persyaratan adaptasi yang harus dianut oleh perusahaan yang masih ingin terus beroperasi ditengah pandemi Covid 19.  Dan ini hanya bisa terjadi apabila krisis Covid 19 ini dalam kendali CMT yang anggotanya adalah para decision maker level atas perusahaan, yang bisa mengambil keputusan-keputusan besar dengan cepat.  Praktek CMT yang benar.

Melalui CMP, CMT bisa mendapatkan data tentang perkembangan Covid 19 dari WHO maupun dari Pemerintah RI, yang diolah dengan pola Leadership di masa krisis “Pause-Assess-Anticipate-Act Cycle”, memungkinkan terjadinya keputusan-keputusan besar dengan cepat, mengkomunikasikan update langsung kepada seluruh stakeholders, penerapan perubahan secara serentak di lapangan, serta evaluasi penerapan yang bisa dipantau harian. 

Covid 19 telah menguji ketangguhan sistem manajemen K3 kita, Covid 19 telah menelanjangi kehandalan para praktisi K3, Covid 19 telah mengubah mindset para pengambil keputusan tingkat dewa, tetapi hanya kalau sistem manajemen keselamatan kita mampu menangani krisis Covid 19 ini dengan benar.  Selamat.

Terbit pada majalah KATIGA

November – Desember 2020

Edisi No.74/XI/2020 

Observasi the Leader Way – Sesi 4

 FREE  Sharing Session – Webinar 

Observasi the Leader Way

Sabtu,  28 November 2020  – Pukul, 10.00 WIB

Outline:

  • Konsep observasi seorang leader dalam mencegah kecelakaan
  • Bagaimana perilaku observasi yang benar?
  • Teknik membuat checklist observasi berbasis perilaku
  • Komunikasi the leader way untuk observasi efektif di lapangan
  • Tuntaskan tindak lanjut hasil observasi

Cocok untuk:

  • Fresh graduate jurusan K3
  • Praktisi K3 baru
  • Peminat profesi K3

With:
Dwi Pudjiarso

  • Direktur PT Indoshe
  • Pensiunan Safety Manager PT Freeport Indonesia

 

Pendaftaran:
Mengisi formulir pendaftaran kemudian bergabung dengan WA Group Basic Safety IDS melalui link yang kami berikan setelah registrasi.

 

Silahkan daftarkan diri anda pada Google From di bawah ini.

 

 

 

Sertifikat Webinar Basic Safety Batch 2 – Sesi 3

4 TIPS MELAKUKAN INSPEKSI YANG EFEKTIF

Outline:

  • Sikap mental pilihan pejuang keselamatan
  • Sepuluh skill K3 dasar, modal profesi K3
  • Alur praktis terukur membangun karier K3
  • Roadmap mengembangkan K3 di suatu organisasi

Sabtu,  14 November 2020

 


No Nama No  Sertifikat
1 Abdul Aziz 1082 /XI/2020/SKP/IDS 
2 Abdul Rachmat Solaiman Amd.kep 1083 /XI/2020/SKP/IDS 
3 Adina Nurimani 1084 /XI/2020/SKP/IDS 
4 Afif Muliana 1085 /XI/2020/SKP/IDS 
5 Afifah Tri Nur Aeni 1086 /XI/2020/SKP/IDS 
6 Afri Neta Indah Sari 1087 /XI/2020/SKP/IDS 
7 Ageng Margyatno 1088 /XI/2020/SKP/IDS 
8 Agung Pamuji Nugroho 1089 /XI/2020/SKP/IDS 
9 Agus Priyanto 1090 /XI/2020/SKP/IDS 
10 Agustinus Constantinus Nurak. ST 1091 /XI/2020/SKP/IDS 
11 Ahmad Susanto 1092 /XI/2020/SKP/IDS 
12 Ai Minhatul Mawaddah, S.T. 1093 /XI/2020/SKP/IDS 
13 Akbar Agung Ramdani 1094 /XI/2020/SKP/IDS 
14 Alamanda Arrasyid 1095 /XI/2020/SKP/IDS 
15 Alfian Maulana 1096 /XI/2020/SKP/IDS 
16 Ali Sodikin 1097 /XI/2020/SKP/IDS 
17 Alia Nur Alfiyah 1098 /XI/2020/SKP/IDS 
18 Anandya Ayunda Gaviota 1099 /XI/2020/SKP/IDS 
19 Andiarto Dimas 1100 /XI/2020/SKP/IDS 
20 Angga Agus Saputro 1101 /XI/2020/SKP/IDS 
21 Annisa Halimatusadiyah 1102 /XI/2020/SKP/IDS 
22 Anugrah Taufiqurrachman 1103 /XI/2020/SKP/IDS 
23 Aprian Dwi Saputra., S.T. 1104 /XI/2020/SKP/IDS 
24 ardis darmawan prasetyo 1105 /XI/2020/SKP/IDS 
25 Ari Kuswantari, SST 1106 /XI/2020/SKP/IDS 
26 Arief Rahmawan 1107 /XI/2020/SKP/IDS 
27 Arief Syawaladi 1108 /XI/2020/SKP/IDS 
28 Arif Nur Rochman 1109 /XI/2020/SKP/IDS 
29 Ariyanto Nugroho 1110 /XI/2020/SKP/IDS 
30 Ayu Juwita Piani 1111 /XI/2020/SKP/IDS 
31 Bill Nicodemus De Fretes. S.AB 1112 /XI/2020/SKP/IDS 
32 Citra Wati Hidayat 1113 /XI/2020/SKP/IDS 
33 Danny Steven Poluan, S.T. 1114 /XI/2020/SKP/IDS 
34 Dede Warsidi 1115 /XI/2020/SKP/IDS 
35 Deden Enjang Subakti 1116 /XI/2020/SKP/IDS 
36 Devi Tri Handayani 1117 /XI/2020/SKP/IDS 
37 Drie Alsi Laksana, ST 1118 /XI/2020/SKP/IDS 
38 Dyah Dwi Setyowati 1119 /XI/2020/SKP/IDS 
39 Ega Wahyu Kuspermana 1120 /XI/2020/SKP/IDS 
40 Egar Naufal Ari Satya 1121 /XI/2020/SKP/IDS 
41 Elsa Kusumah Damayanti 1122 /XI/2020/SKP/IDS 
42 Emiya br Meliala 1123 /XI/2020/SKP/IDS 
43 Erghiza Tribiani 1124 /XI/2020/SKP/IDS 
44 Fitriani Ainun Jariyah 1125 /XI/2020/SKP/IDS 
45 Galuh Wahyu Krisna Murti 1126 /XI/2020/SKP/IDS 
46 Gamal Abdul Fatah 1127 /XI/2020/SKP/IDS 
47 Hana Fitriyani 1128 /XI/2020/SKP/IDS 
48 Hanindro Ruhmanah Tesdian Putra 1129 /XI/2020/SKP/IDS 
49 Hendrisusanto 1130 /XI/2020/SKP/IDS 
50 Herlinda 1131 /XI/2020/SKP/IDS 
51 IR. Vania Megawati Manurung, ST 1132 /XI/2020/SKP/IDS 
52 Joko Cahyono 1133 /XI/2020/SKP/IDS 
53 Khairul Amri Chan 1134 /XI/2020/SKP/IDS 
54 Koko Tunggul Prakoso 1135 /XI/2020/SKP/IDS 
55 Listiana Indarti, S.K.M 1136 /XI/2020/SKP/IDS 
56 Luthfi Harsyandi 1137 /XI/2020/SKP/IDS 
57 M. Darma Agung 1138 /XI/2020/SKP/IDS 
58 Mairizal Syakbani 1139 /XI/2020/SKP/IDS 
59 Mesy Susri Darsi 1140 /XI/2020/SKP/IDS 
60 Mico Ortega Gonzales 1141 /XI/2020/SKP/IDS 
61 Mirza Salisa Ilmana 1142 /XI/2020/SKP/IDS 
62 Mohammad Rio Panca Anugrah 1143 /XI/2020/SKP/IDS 
63 Muammar Zul Afrizal, S.T 1144 /XI/2020/SKP/IDS 
64 Muh. Fuad Rizaldy R 1145 /XI/2020/SKP/IDS 
65 Muhammad Adi Lelono 1146 /XI/2020/SKP/IDS 
66 Muhammad Chumaidy Maimun Abdillah 1147 /XI/2020/SKP/IDS 
67 Muhammad Ridha Syahputra 1148 /XI/2020/SKP/IDS 
68 Muhammad Rizali Fahmi 1149 /XI/2020/SKP/IDS 
69 Muhammad Viky Ardiansah 1150 /XI/2020/SKP/IDS 
70 Muhammad Zulqadri 1151 /XI/2020/SKP/IDS 
71 Murdiansyah Oktavian 1152 /XI/2020/SKP/IDS 
72 Mustika Bonita 1153 /XI/2020/SKP/IDS 
73 Nelsyah Nurfadilah Rahayu 1154 /XI/2020/SKP/IDS 
74 Ni Luh Nyssa Divana 1155 /XI/2020/SKP/IDS 
75 Ninik Wulandari, SKM 1156 /XI/2020/SKP/IDS 
76 Novianti, S.T 1157 /XI/2020/SKP/IDS 
77 Ns, Sidik Aprizar, S.Kep 1158 /XI/2020/SKP/IDS 
78 Ns. Eka YArdi, S. Kep 1159 /XI/2020/SKP/IDS 
79 Nur Syamsi Innayah, S. Tr. T. 1160 /XI/2020/SKP/IDS 
80 Nurul Aini Pertiwi 1161 /XI/2020/SKP/IDS 
81 Nyimas Nesha Martania Lukmana 1162 /X/2020/SKP/IDS 
82 Purnyami, S.K.M. 1163 /XI/2020/SKP/IDS 
83 Putri Riyana, S.KM 1164 /XI/2020/SKP/IDS 
84 R Ruly R, ST 1165 /XI/2020/SKP/IDS 
85 Rahmat Darmawan 1166 /XI/2020/SKP/IDS 
86 Rangga Hanif Maula 1167 /XI/2020/SKP/IDS 
87 Rendy Noor Salim 1168 /XI/2020/SKP/IDS 
88 Rersya Salvenola Putri 1169 /XI/2020/SKP/IDS 
89 Resty Ariliani 1170 /XI/2020/SKP/IDS 
90 Rika Kartika 1171 /XI/2020/SKP/IDS 
91 Rizki Oloan Harahap 1172 /XI/2020/SKP/IDS 
92 Rizky Eko Prasetyo 1173 /XI/2020/SKP/IDS 
93 Rizqi Aditya Saputro 1174 /XI/2020/SKP/IDS 
94 Robin Simanjuntak 1175 /XI/2020/SKP/IDS 
95 Rostikawati Suryani 1176 /XI/2020/SKP/IDS 
96 Rudi Bassang 1177 /XI/2020/SKP/IDS 
97 Shobbi Miftahur Rahmi 1178 /XI/2020/SKP/IDS 
98 Siti Nurjanah 1179 /XI/2020/SKP/IDS 
99 Suparman 1180 /XI/2020/SKP/IDS 
100 Suryo Saputro 1181 /XI/2020/SKP/IDS 
101 Syarifuddin 1182 /XI/2020/SKP/IDS 
102 Syikh Muhammad Ridwan 1183 /XI/2020/SKP/IDS 
103 Tasya Maulidina 1184 /XI/2020/SKP/IDS 
104 Taufik Halim,S.Kep.,Ns 1185 /XI/2020/SKP/IDS 
105 Tetty Mayasari 1186 /XI/2020/SKP/IDS 
106 Tomy Febrianto 1187 /XI/2020/SKP/IDS 
107 Topan Rifani 1188 /XI/2020/SKP/IDS 
108 Upiek Rachimah Rachim, SKM 1189 /XI/2020/SKP/IDS 
109 Venty Prima Amanda 1190 /XI/2020/SKP/IDS 
110 Verika Satria Putra Hadiwijaya, ST 1191 /XI/2020/SKP/IDS 
111 Victor Koloay Sumampouw Sundah 1192 /XI/2020/SKP/IDS 
112 Viena sukmawati 1193 /XI/2020/SKP/IDS 
113 Wahyu baidarsyah 1194 /XI/2020/SKP/IDS 
114 Widia Ningsih 1195 /XI/2020/SKP/IDS 
115 Wulan Putri Indah Permatasari 1196 /XI/2020/SKP/IDS 
116 Yudha Ramadhan Perdana Elfiyan 1197 /XI/2020/SKP/IDS 
117 Yuli Karina 1198 /XI/2020/SKP/IDS 
118 Zulfitriansyah Putra, ST 1199 /XI/2020/SKP/IDS 

 

 Free  Sharing Session – Webinar 

Melamar dan wawancara kerja the leader way

Outline:

  • Pola pikir yang benar tentang melamar kerja, akan mengubah segalanya
  • Rencanakan matang langkah per langkah proses mencari kerja
  • Jual kompetensimu, jangan minta pekerjaan!
  • CV-mu adalah sejata utamamu

 Sabtu, 21 November 2020 
 Jam, 10.00-12.00 WIB 

Note: Webinar ini adalah Paket ke 1 dari 2 Serial Webinar Pengembangan Karier.

Dirancang khusus untuk:

  • Mahasiswa atau Siswa
  • Fresh graduate
  • Para pencari kerja

 

Pak Dwi

With:
Dwi Pudjiarso

  • Direktur PT Indoshe
  • Pensiunan Safety Manager PT Freeport Indonesia
  • Pengelola dan pemilik 4 outlet Snapy dan 1 MyMart

Pendaftaran:

Mengisi formulir pendaftaran kemudian bergabung dengan WA Group Basic Safety IDS melalui link yang kami berikan setelah registrasi.

Kuota peserta terbatas,
FREE E-CERTIFICATE untuk setiap Paket

Silahkan daftarkan diri anda pada Googel Form di bawah ini:

Sertifikat Pengembangan Karier 2.0 – Paket A1

Memilih dan menetapkan profesi
Sabtu, 24 Oktober 2020
&
Pentingnya skill pendukung ijazah anda
Sabtu, 07 November 2020


No Nama No Sertifikat
1 Bill Nicodemus de Fretes. S.AB 0124 /XI/2020/SBKD/IDS
2 Cindy Silvia Rahmi A. 0125 /XI/2020/SBKD/IDS
3 Danny Steven Poluan, S.T 0126 /XI/2020/SBKD/IDS
4 Dede Warsidi 0127 /XI/2020/SBKD/IDS
5 Dorry Septian Tri Prayoga, S.T. 0128 /XI/2020/SBKD/IDS
6 Hafidh Aliffarda 0129 /XI/2020/SBKD/IDS
7 Hanindro Ruhmanah Tesdian Putra 0130 /XI/2020/SBKD/IDS
8 Hendrisusanto 0131 /XI/2020/SBKD/IDS
9 Ika Taufiq Himawan 0132 /XI/2020/SBKD/IDS
10 IR. Vania Megawati Manurung, ST 0133 /XI/2020/SBKD/IDS
11 Muh. Fuad Rizaldy R 0134 /XI/2020/SBKD/IDS
12 Muhammad Adi Lelono 0135 /XI/2020/SBKD/IDS
13 Muhammad Ridha Syahputra 0136 /XI/2020/SBKD/IDS
14 Muhammad Viky Ardiansah 0137 /XI/2020/SBKD/IDS
15 Ni Luh Nyssa Divana 0138 /XI/2020/SBKD/IDS
16 Nisrina Aulia Dianti 0139 /XI/2020/SBKD/IDS
17 Nyimas Nesha Martania Lukmana 0140 /XI/2020/SBKD/IDS
18 Rahmat Darmawan 0141 /XI/2020/SBKD/IDS
19 Rangga Hanif Maula 0142 /XI/2020/SBKD/IDS
20 Rizky Eko Prasetyo 0143 /XI/2020/SBKD/IDS
21 Sahat Marulitua Hutabarat, S.T 0144 /XI/2020/SBKD/IDS
22 Taufik Hidayatuloh 0145 /XI/2020/SBKD/IDS
23 Tomy Febrianto 0146 /XI/2020/SBKD/IDS
24 Topan Rifani 0147 /XI/2020/SBKD/IDS
25 Zulfitriansyah Putra, ST 0148 /XI/2020/SBKD/IDS
26 Iqbal Abdurrahman 0149 /XI/2020/SBKD/IDS
27 Galih Indrahutama 0150 /XI/2020/SBKD/IDS
28 Yusuf Himawan 0151 /XI/2020/SBKD/IDS
29 Alimsyah Rani 0152 /XI/2020/SBKD/IDS

 

 FREE  Sharing Session – Webinar 

4 Tips melakukan Inspeksi yang efektif

Sabtu,  14 November 2020  – Pukul, 10.00 WIB

Outline:

  • Sikap mental pilihan pejuang keselamatan
  • Sepuluh skill K3 dasar, modal profesi K3
  • Alur praktis terukur membangun karier K3
  • Roadmap mengembangkan K3 di suatu organisasi

Cocok untuk:

  • Fresh graduate jurusan K3
  • Praktisi K3 baru
  • Peminat profesi K3

Pak Dwi PudjiarsoWith:
Dwi Pudjiarso

  • Direktur PT Indoshe
  • Pensiunan Safety Manager PT Freeport Indonesia

 

Pendaftaran:
Mengisi formulir pendaftaran kemudian bergabung dengan WA Group Basic Safety IDS melalui link yang kami berikan setelah registrasi.

Silahkan daftarkan diri anda pada Google From di bawah ini.

Sertifikat Webinar Basic Safety Batch 2 – Sesi 2

Mulailah karier K3 anda dengan benar

Outline:

  • Sikap mental pilihan pejuang keselamatan
  • Sepuluh skill K3 dasar, modal profesi K3
  • Alur praktis terukur membangun karier K3
  • Roadmap mengembangkan K3 di suatu organisasi

Sabtu, 31 Oktober 2020
Pukul, 10.00 – 12.00 WIB


No Nama No Sertifikat
1 A. Risna Oqtaviana, A. Md.Ti 988 /X/2020/SKP/IDS 
2 Abdussalam Muzakki 989 /X/2020/SKP/IDS 
3 Aga Sandya Laksana 990 /X/2020/SKP/IDS 
4 Ageng Margyatno 991 /X/2020/SKP/IDS 
5 Agus Wibisono 992 /X/2020/SKP/IDS 
6 Amrullah Rangkuti, ST 993 /X/2020/SKP/IDS 
7 Andika Sampe Toding, S.KM 994 /X/2020/SKP/IDS 
8 Angga Agus Saputro 995 /X/2020/SKP/IDS 
9 Angga Farid Firmansyah 996 /X/2020/SKP/IDS 
10 Arief Rahmawan 997 /X/2020/SKP/IDS 
11 Arief Syawaladi 998 /X/2020/SKP/IDS 
12 Bill Nicodemus de Fretes. S. AB 999 /X/2020/SKP/IDS 
13 Bita Malahayati R, S.Si, M.Pd 1000 /X/2020/SKP/IDS 
14 Danny Steven Poluan, S.T 1001 /X/2020/SKP/IDS 
15 Dede Warsidi 1002 /X/2020/SKP/IDS 
16 Deden Enjang Subakti 1003 /X/2020/SKP/IDS 
17 Dorry Septian Tri Prayoga, S.T. 1004 /X/2020/SKP/IDS 
18 Drie Alsi Laksana 1005 /X/2020/SKP/IDS 
19 Dyah Dwi Setyowati 1006 /X/2020/SKP/IDS 
20 Edwin Permana, ST, MT, IPM, ASEAN Eng 1007 /X/2020/SKP/IDS 
21 Egar Naufal Ari Satya 1008 /X/2020/SKP/IDS 
22 Erghiza Tribiani 1009 /X/2020/SKP/IDS 
23 Fajar Ya’lu Azmi Yu’la Amrullah 1010 /X/2020/SKP/IDS 
24 Fathul Amin, S.Pi, M.Si 1011 /X/2020/SKP/IDS 
25 Fitctor Recki Sinaga 1012 /X/2020/SKP/IDS 
26 Galuh Wahyu Krisna Murti 1013 /X/2020/SKP/IDS 
27 Gaudentius Indra A.B 1014 /X/2020/SKP/IDS 
28 Habi Angga Tristian 1015 /X/2020/SKP/IDS 
29 Hanindro Ruhmanah Tesdian Putra 1016 /X/2020/SKP/IDS 
30 Hendrisusanto 1017 /X/2020/SKP/IDS 
31 Herlinda 1018 /X/2020/SKP/IDS 
32 Husna, S.T. 1019 /X/2020/SKP/IDS 
33 Ichwan Ichsyan, ST, MT 1020 /X/2020/SKP/IDS 
34 IR. Vania Megawati Manurung, ST 1021 /X/2020/SKP/IDS 
35 Jemi Adril 1022 /X/2020/SKP/IDS 
36 Joko Cahyono 1023 /X/2020/SKP/IDS 
37 Junaedi Ramlyadi 1024 /X/2020/SKP/IDS 
38 Khairul Amri Chan 1025 /X/2020/SKP/IDS 
39 Khalila Safira 1026 /X/2020/SKP/IDS 
40 Listiana Indarti, S.K.M 1027 /X/2020/SKP/IDS 
41 Luh Asri Ningsih Widhi Nurjaya 1028 /X/2020/SKP/IDS 
42 Luthfi Fauzi, SE 1029 /X/2020/SKP/IDS 
43 Mela Soneta, SKM 1030 /X/2020/SKP/IDS 
44 Miliyandra 1031 /X/2020/SKP/IDS 
45 Mirza Salisa Ilmana 1032 /X/2020/SKP/IDS 
46 Mohammad Rio panca anugrah 1033 /X/2020/SKP/IDS 
47 Muh. Fuad Rizaldy R 1034 /X/2020/SKP/IDS 
48 Muhammad Adi Lelono 1035 /X/2020/SKP/IDS 
49 Muhammad Chumaidy Maimun Abdillah 1036 /X/2020/SKP/IDS 
50 Muhammad Reza 1037 /X/2020/SKP/IDS 
51 Muhammad Ridha Syahputra 1038 /X/2020/SKP/IDS 
52 Muhammad Viky Ardiansah 1039 /X/2020/SKP/IDS 
53 Muhammad Zulqadri 1040 /X/2020/SKP/IDS 
54 Murdiansyah Oktavian 1041 /X/2020/SKP/IDS 
55 Mustika Bonita 1042 /X/2020/SKP/IDS 
56 Ni Luh Nyssa Divana 1043 /X/2020/SKP/IDS 
57 Nisrina Aulia Dianti 1044 /X/2020/SKP/IDS 
58 Nur Ali Efendi 1045 /X/2020/SKP/IDS 
59 Nur Syamsi Innayah, S. Tr. T. 1046 /X/2020/SKP/IDS 
60 Nyimas Nesha Martania Lukmana 1047 /X/2020/SKP/IDS 
61 Pahala Gultom 1048 /X/2020/SKP/IDS 
62 Parlindungan Simbolon SKOM 1049 /X/2020/SKP/IDS 
63 Pebriyanti Karolina, SKM 1050 /X/2020/SKP/IDS 
64 Prima Cahya Styantoro 1051 /X/2020/SKP/IDS 
65 Prima Zuldian, ST, MT, M.Eng 1052 /X/2020/SKP/IDS 
66 Purnyami 1053 /X/2020/SKP/IDS 
67 Puspita 1054 /X/2020/SKP/IDS 
68 Putri Riyana, S.KM 1055 /X/2020/SKP/IDS 
69 Rahmat Darmawan 1056 /X/2020/SKP/IDS 
70 Rangga Hanif Maula 1057 /X/2020/SKP/IDS 
71 Rizky Eko Prasetyo 1058 /X/2020/SKP/IDS 
72 Robin Simanjuntak 1059 /X/2020/SKP/IDS 
73 Ronaldi Saputra. A,Md 1060 /X/2020/SKP/IDS 
74 Rostikawati Suryani 1061 /X/2020/SKP/IDS 
75 Rudiansyah, SKM 1062 /X/2020/SKP/IDS 
76 Sahat Marulitua Hutabarat, S.T 1063 /X/2020/SKP/IDS 
77 Sendy Prasetya Nugraha 1064 /X/2020/SKP/IDS 
78 Sevila Rizki Damayanti 1065 /X/2020/SKP/IDS 
79 Shinta Listari 1066 /X/2020/SKP/IDS 
80 Steven Yansen Mandagi 1067 /X/2020/SKP/IDS 
81 Sunarko B Suyetno 1068 /X/2020/SKP/IDS 
82 Syarifuddin 1069 /X/2020/SKP/IDS 
83 Syikh Muhammad Ridwan 1070 /X/2020/SKP/IDS 
84 Taufik Halim,S.Kep.,Ners 1071 /X/2020/SKP/IDS 
85 Tomy Febrianto 1072 /X/2020/SKP/IDS 
86 Topan Rifani 1073 /X/2020/SKP/IDS 
87 Verika Satria Putra Hadiwijaya, ST 1074 /X/2020/SKP/IDS 
88 Victor Koloay Sumampouw Sundah 1075 /X/2020/SKP/IDS 
89 Yakub Andriyadi 1076 /X/2020/SKP/IDS 
90 Zulfitriansyah Putra, ST 1077 /X/2020/SKP/IDS 
91 Iqbal Aburrahman 1078 /X/2020/SKP/IDS 
92 Galih Indrahutama  1079 /X/2020/SKP/IDS 
93 Yusuf Himawan 1080 /X/2020/SKP/IDS 
94 Alimsyah Rani 1081 /X/2020/SKP/IDS