Sertifikat Webinar Sharing Session – Serial K3 Pemula

Basic Emergency Respon Plan

Sabtu, 26 September 2020


No Nama No Sertifikat
1 Abbas 605 /IX/2020/SKP/IDS 
2 Abd Gafur 606 /IX/2020/SKP/IDS 
3 Abdul Aziz Khoirul 607 /IX/2020/SKP/IDS 
4 Abdul Rohman Soleh 608 /IX/2020/SKP/IDS 
5 Abraham Pongsirrang, S.T. 609 /IX/2020/SKP/IDS 
6 Achmad Hafidz Alfarizi 610 /IX/2020/SKP/IDS 
7 Ade purnama 611 /IX/2020/SKP/IDS 
8 Adira Prita Fauziah 612 /IX/2020/SKP/IDS 
9 Agung Wibowo 613 /IX/2020/SKP/IDS 
10 Agus Wibisono 614 /IX/2020/SKP/IDS 
11 Agustinus Constantinus Nurak. S.T. 615 /IX/2020/SKP/IDS 
12 Ahmad Haerohmi 616 /IX/2020/SKP/IDS 
13 Ahmad Susanto 617 /IX/2020/SKP/IDS 
14 Aisyah Nur Fikriyah 618 /IX/2020/SKP/IDS 
15 Ajron Muarifudin 619 /IX/2020/SKP/IDS 
16 Akko Riyadi 620 /IX/2020/SKP/IDS 
17 Alis Indah Suciyati, A.Md.KL 621 /IX/2020/SKP/IDS 
18 Alvin Noor Fitrian 622 /IX/2020/SKP/IDS 
19 Andry armiza 623 /IX/2020/SKP/IDS 
20 Angga Agus Saputro 624 /IX/2020/SKP/IDS 
21 Aqshal Ilham F 625 /IX/2020/SKP/IDS 
22 Arief Rahmawan 626 /IX/2020/SKP/IDS 
23 Arief Syawaladi 627 /IX/2020/SKP/IDS 
24 Arif Riko Utomo 628 /IX/2020/SKP/IDS 
25 Arif Tri Pamungkas 629 /IX/2020/SKP/IDS 
26 Ariyanto Nugroho 630 /IX/2020/SKP/IDS 
27 Awaludin Medy Wibowo Amd.KK S.ST 631 /IX/2020/SKP/IDS 
28 Bambang Kartiman 632 /IX/2020/SKP/IDS 
29 Bayu Krisna Aji 633 /IX/2020/SKP/IDS 
30 Bekti Ananda Febriani 634 /IX/2020/SKP/IDS 
31 Bill Nicodemus de Fretes. S. AB 635 /IX/2020/SKP/IDS 
32 Bobi Bimantara 636 /IX/2020/SKP/IDS 
33 Budi Prasetya 637 /IX/2020/SKP/IDS 
34 Dafa Malik Alfarisi 638 /IX/2020/SKP/IDS 
35 Dahroni 639 /IX/2020/SKP/IDS 
36 Dandi Widhi Ramadhan, S.T. 640 /IX/2020/SKP/IDS 
37 Danny Steven Poluan, S.T. 641 /IX/2020/SKP/IDS 
38 Dede Taryana 642 /IX/2020/SKP/IDS 
39 Dewi Nofitasari 643 /IX/2020/SKP/IDS 
40 Dheynish Nugraha Putra Danadyaksa 644 /IX/2020/SKP/IDS 
41 Dhony Indra Jaya, S.T. 645 /IX/2020/SKP/IDS 
42 Dian Anggraini 646 /IX/2020/SKP/IDS 
43 Dina Amanda Sari 647 /IX/2020/SKP/IDS 
44 Doni wibowo 648 /IX/2020/SKP/IDS 
45 Dorry Septian Tri Prayoga, S.T. 649 /IX/2020/SKP/IDS 
46 Drie Alsi Laksana 650 /IX/2020/SKP/IDS 
47 Eka Abimanyu 651 /IX/2020/SKP/IDS 
48 Ekasandi Nanang Ratwito, S.T. 652 /IX/2020/SKP/IDS 
49 Elsa Kusumah Damayanti 653 /IX/2020/SKP/IDS 
50 Emiya Br Meliala 654 /IX/2020/SKP/IDS 
51 Erghiza Tribiani 655 /IX/2020/SKP/IDS 
52 Fajar Cahyadi 656 /IX/2020/SKP/IDS 
53 Faqih Afrizal 657 /IX/2020/SKP/IDS 
54 Farrel Suryadarma Sigit 658 /IX/2020/SKP/IDS 
55 Fatur ihsan 659 /IX/2020/SKP/IDS 
56 Febrian Aries Purnomo Aji, S.T. 660 /IX/2020/SKP/IDS 
57 Fitriani Ainun Jariyah 661 /IX/2020/SKP/IDS 
58 Franciscus Agung Dono Mulyono 662 /IX/2020/SKP/IDS 
59 Galinur Pajar Patriasima 663 /IX/2020/SKP/IDS 
60 Galuh Wahyu Krisna Murti 664 /IX/2020/SKP/IDS 
61 Getlin Ainur Hana B.A 665 /IX/2020/SKP/IDS 
62 H Eko Yunanto, ST 666 /IX/2020/SKP/IDS 
63 Habi Angga Tristian 667 /IX/2020/SKP/IDS 
64 Hadi Hermawan 668 /IX/2020/SKP/IDS 
65 Hadi setiawan 669 /IX/2020/SKP/IDS 
66 Hafid Kurniawan 670 /IX/2020/SKP/IDS 
67 Hana Fitriyani 671 /IX/2020/SKP/IDS 
68 Hana restati 672 /IX/2020/SKP/IDS 
69 Hari Rahman Jafril 673 /IX/2020/SKP/IDS 
70 Hendrisusanto 674 /IX/2020/SKP/IDS 
71 Herlinda 675 /IX/2020/SKP/IDS 
72 I Gede Putu Arnama Sudarma 676 /IX/2020/SKP/IDS 
73 I Putu Dedi Semara Putra 677 /IX/2020/SKP/IDS 
74 Ignatius Suhendi 678 /IX/2020/SKP/IDS 
75 Ika Khoirun Nisa 679 /IX/2020/SKP/IDS 
76 Ika Yuliana 680 /IX/2020/SKP/IDS 
77 Ilham 681 /IX/2020/SKP/IDS 
78 Intan Fitri Mustika 682 /IX/2020/SKP/IDS 
79 Ir. Agung Purwanto, S.T., M.T. 683 /IX/2020/SKP/IDS 
80 Ivanna Ajeng Mulianti 684 /IX/2020/SKP/IDS 
81 Iwan Rohendi 685 /IX/2020/SKP/IDS 
82 Jemi adril 686 /IX/2020/SKP/IDS 
83 Joko Cahyono 687 /IX/2020/SKP/IDS 
84 Jumaedi Awal Pakiding 688 /IX/2020/SKP/IDS 
85 Khairul Amri Chan 689 /IX/2020/SKP/IDS 
86 Khalila Safira 690 /IX/2020/SKP/IDS 
87 Kosasih, S.T. 691 /IX/2020/SKP/IDS 
88 Kresna Ari Purnomo Aji 692 /IX/2020/SKP/IDS 
89 Listiana Indarti, S.K.M 693 /IX/2020/SKP/IDS 
90 Lutfi Atqurbi Agung Rohadi 694 /IX/2020/SKP/IDS 
91 M Naufal Fahkri R 695 /IX/2020/SKP/IDS 
92 M. Firdaus 696 /IX/2020/SKP/IDS 
93 M. Zen Muttaqin 697 /IX/2020/SKP/IDS 
94 Mardiansyah 698 /IX/2020/SKP/IDS 
95 Maria Norma Yunita, S.T. 699 /IX/2020/SKP/IDS 
96 Mila Rahmayanti 700 /IX/2020/SKP/IDS 
97 Milgamas Ratna Prigel 701 /IX/2020/SKP/IDS 
98 Mirza Salisa Ilmana 702 /IX/2020/SKP/IDS 
99 Moh. Fajar Buana 703 /IX/2020/SKP/IDS 
100 Moh. Solehuddin Al Ayyubi, A.Md.Kep. 704 /IX/2020/SKP/IDS

Hilirisasi Tambang Mulai Jalan, Industrinya Kapan?

Pemerintah tengah mendorong hilirisasi tambang demi meningkatkan nilai tambah bijih mineral melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter). Namun, mestinya upaya hilirisasi tambang ini juga harus diimbangi dengan penyerapan produk dari smelter, sehingga produk smelter juga bisa langsung diolah menjadi barang jadi di dalam negeri.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Mining Association (IMA) Djoko Widajatno. Menurutnya selama ini produk smelter yang merupakan barang setengah jadi cenderung diekspor, dan pada akhirnya Indonesia malah mengimpor barang jadi dari luar negeri yang tentunya harganya jauh lebih mahal ketimbang ekspor produk setengah jadi dari smelter.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa IMA tetap berkomitmen mendukung hilirisasi. Meski dalam perjalanannya ada juga yang berjalan lambat, karena terkendala pendanaan. 

“Hilirasasi industri tambang dapat menunjang industri dasar logam di Indonesia dalam rangka membangun industri yang bisa menggantikan barang-barang yang diimpor, karena memang sementara ini kita belum bisa buat,” ungkapnya dalam wawancara khusus bersama CNBC Indonesia, Rabu (23/09/2020).

Oleh karena itu, pihaknya berharap agar proses hilirisasi ini tidak hanya berhenti pada industri smelter saja, namun juga dijalin sinergi antara tambang dan perindustrian, atau dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Kementerian Perindustrian. Dengan demikian, lanjutnya, produk-produk dari smelter bisa terserap.

“Sekarang ini sebagai contoh kita lihat hilirisasi tembaga di Gresik produksinya 300 ribu ton, Pak Presiden (Direktur) Freeport mengatakan dari produksi sebanyak itu, baru terserap dalam negeri sekitar 100 ribu ton terus yang 200 ribu ton selebihnya membuat kaya industri di luar, walaupun sudah 95% copper (tembaga), tapi yang mendapatkan keuntungannya adalah industri handphone, mobil, kabel, dan industri lain, itu yang harus kita kejar,” paparnya.

Menurutnya, pemerintah mesti mendorong kegiatan-kegiatan industri dasar logam ini dibangun, sehingga produk smelter tidak perlu lagi diekspor. Bila produk smelter ini diolah lagi menjadi barang jadi di dalam negeri, maka nilai tambahnya akan jauh lebih tinggi.

“Karena kalau beli tembaga per kilo sekarang berapa, per ton berapa, sedangkan kita beli mobil katakanlah Toyota Innova Rp 280 juta, itu berapa kali kita dapat kalau itu bisa diperoleh,” paparnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang menjadi turunan dari UU Minerba saat ini tengah dibahas, pemerintah memang mendorong adanya hilirisasi minerba. Tapi, imbuhnya, kunci dari kesuksesan dari hilirisasi adalah di industri yang dimiliki perindustrian.

“Industri yang menghasilkan adalah industri yang produknya dikonsumsi orang banyak. Sedangkan kalau kita kasih katoda tembaga, orang juga tidak mau beli, tapi kalau dikasih kabel untuk listrik, orang berlomba untuk membeli,” jelasnya.

Djoko mengusulkan strategi yang perlu dikembangkan di dalam RPP Minerba adalah mensinergikan industri hilirisasi tambang dengan industri dasar dalam Kementerian Perindustrian. Dalam hal ini yaitu industri dasar penyerap hasil smelter tambang yang ada di Indonesia.

Selain itu, hilirisasi dari tanah jarang (rare earth) diharapkan juga bisa dikembangkan karena ini mineral strategis di mana biasa diproduksi menjadi senjata.

“Harapan saya, untuk pengelolaan tambang kita juga pelajari sisi ilmu material, sehingga kita bisa mengejar ketertinggalan,” tuturnya.

 

Sumber: https://www.cnbcindonesia.com

 FREE  Sharing Session – Webinar 

Basic Emergency Respon Plan

Outline:

  • ERP garda terdepan mencegah fatal
  • Supervisor komandan tertinggi ERP
  • Evakuasi, Supervisor, dan Team Fire Rescue Perusahaan
  • ERP skill wajib leader garis depan

 Sabtu, 26 September 2020 
 Pukul, 10.00-12.00 WIB 

Cocok untuk:

  • Fresh Graduate
  • Praktisi K3 Baru
  • Supervisor Baru

 

Pak Dwi PudjiarsoNarasumber:
Dwi Pudjiarso

  • Direktur PT Indoshe
  • Pensiunan Safety Manager PT Freeport Indonesia

 

Pendaftaran:
Mengisi formulir pendaftaran kemudian bergabung dengan WA Group Basic Safety IDS melalui link yang kami berikan setelah registrasi.

FREE E-CERTIFICATE, kuota peserta terbatas.

Silahkan daftarkan diri anda pada Googel Form di bawah ini:

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram

 

 

Artikel Inspiratif K3

Ini Daftar Perusahaan Peraih Penghargaan Indonesia Mining Services Awards 2022

Ini Daftar Perusahaan Peraih Penghargaan Indonesia Mining Services Awards 2022Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (Aspindo/IMSA)menggelar Indonesia Mining Services Awards 2022 di Pullman Bali Legian »

Inspeksi The Leader Way

Inspeksi adalah salah satu program pencegahan kecelakaan yang paling populer.  Semua perusahaan industri besar kecil semua memakai pogram inspeksi.  Semua jenjang karyawan dari level pekerja sampai »

Ketangguhan sistem K3 kita diuji

Delapan bulan sudah Covid 19 melanda dunia. Wabah yang bermula dari Wuhan sebuah kota kecil di China tersebut dengan kecepatan supersonik telah tersebar melintasi pulau dan benua ke antero planet »

Info Covid-19

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 10

Gaya hidup seperti apa yang Covid-19 tidak suka? Setelah kita ketahui bahwa virus Covid-19 itu adalah molekul yang bagian luarnya dilapisi selubung protein atau lemak, maka di bagian itulah kelemahan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 9

Apakah virus Covid-19 mati oleh antibiotik? Tidak. Virus bukan makhluk hidup.  Virus itu suatu molekul protein (DNA) yang bagian luarnya tertutup lapisan atau selubung lemak pelindung.  Karena bukan »

Kalahkan Covid-19 dengan DISIPLIN dan PEDULI 8

Sekarang bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit. Benar sekali.  Saat ini bukan waktu yang tepat untuk ke Rumah Sakit, apapun alasannya. Kecuali DARURAT.  Mengapa? Agar fasilitas medis dan tenaga »

Sertifikat Webinar Sharing Session – Serial K3 Pemula

JSA ….Buatnya mudah, manfaatnya wah

Sabtu, 22 Agustus 2020, Jam 10.00-12.00 WIB

No Nama  Nomor Sertifikat
1 Abd. Hadi Zamzami 184 /VIII/2020/SKP/IDS 
2 Abraham Pongsirrang, S.T. 185 /VIII/2020/SKP/IDS 
3 Abu Baharudin 186 /VIII/2020/SKP/IDS 
4 Achmad Rizaldi 187 /VIII/2020/SKP/IDS 
5 Achmad Rony Ardiansyah 188 /VIII/2020/SKP/IDS 
6 Adam Dwi Nurachmad 189 /VIII/2020/SKP/IDS 
7 Ade Akbar Saputra 190 /VIII/2020/SKP/IDS 
8 Ade Asriyatna 191 /VIII/2020/SKP/IDS 
9 Ade Wahyu Ristiyono 192 /VIII/2020/SKP/IDS 
10 Adella Isdayani 193 /VIII/2020/SKP/IDS 
11 Adi Angga 194 /VIII/2020/SKP/IDS 
12 Aditya Rahardian 195 /VIII/2020/SKP/IDS 
13 Agung Pamuji Nugroho 196 /VIII/2020/SKP/IDS 
14 Agung Pribadi 197 /VIII/2020/SKP/IDS 
15 Agung Purwanto, S.T., M.T. 198 /VIII/2020/SKP/IDS 
16 Agus Dermawan 199 /VIII/2020/SKP/IDS 
17 Agus Dwi Saputra 200 /VIII/2020/SKP/IDS 
18 Agus Santoso 201 /VIII/2020/SKP/IDS 
19 Agustinus Constantinus Nurak, S.T. 202 /VIII/2020/SKP/IDS 
20 Agustinus Vembrianta 203 /VIII/2020/SKP/IDS 
21 Ahmad Haerohmi 204 /VIII/2020/SKP/IDS 
22 Ahmad Hasan Fadholi 205 /VIII/2020/SKP/IDS 
23 Ahmad Khoirun Nasikhin 206 /VIII/2020/SKP/IDS 
24 Ahmad Nur Fauzan 207 /VIII/2020/SKP/IDS 
25 Ahmad Nurhamidin 208 /VIII/2020/SKP/IDS 
26 Ahmad Susanto 209 /VIII/2020/SKP/IDS 
27 Ahmad Yassar Sitompul 210 /VIII/2020/SKP/IDS 
28 Aldy Yuli Rahmady 211 /VIII/2020/SKP/IDS 
29 Alfitra 212 /VIII/2020/SKP/IDS 
30 Ali Rohman 213 /VIII/2020/SKP/IDS 
31 Aliq Abdul Azis, A.Md.T. CH 214 /VIII/2020/SKP/IDS 
32 Alis Indah Suciyati, A.Md., KL. 215 /VIII/2020/SKP/IDS 
33 Almudasir, A.Md.Kep. 216 /VIII/2020/SKP/IDS 
34 Amel Lidia 217 /VIII/2020/SKP/IDS 
35 Amrullah Rangkuti, S.T. 218 /VIII/2020/SKP/IDS 
36 Ananda Nurfiana Shafira 219 /VIII/2020/SKP/IDS 
37 Andi Syastiawan, S.Pt,.M.Si. 220 /VIII/2020/SKP/IDS 
38 Andika Putra 221 /VIII/2020/SKP/IDS 
39 Andri Lubis Dirgantara 222 /VIII/2020/SKP/IDS 
40 Andrian Tri Kesuma Wardana, S.Si. 223 /VIII/2020/SKP/IDS 
41 Andriansyah 224 /VIII/2020/SKP/IDS 
42 Angga Agus Saputro 225 /VIII/2020/SKP/IDS 
43 Ari Fajrin 226 /VIII/2020/SKP/IDS 
44 Ari Kuswantari 227 /VIII/2020/SKP/IDS 
45 Arvud Pehan Dannie Lebuan 228 /VIII/2020/SKP/IDS 
46 Ary Setiawan 229 /VIII/2020/SKP/IDS 
47 Arya Surya Dinata 230 /VIII/2020/SKP/IDS 
48 Awaludin Medy Wibowo Amd.KK S.ST. 231 /VIII/2020/SKP/IDS 
49 Bagus Kurniawan 232 /VIII/2020/SKP/IDS 
50 Bagus Noer Eka Putra 233 /VIII/2020/SKP/IDS 

Materi Webinar Bangun Karier Dini

PT IndoSHE

No Judul Webinar Tanggal Materi
1

 

Memilih Menetapkan Profesi A1

 

 

Download
2

 

Membangun skill utama dan skill pendukung A2

 

 

Download
3

 

Melamar kerja dan sukses wawancara B1

 

 

Download
4

 

Sukses berkarier sejak hari pertama bekerja B2

 

 

Download
5

 

Membangun skill utama dan skill pendukung A2 

 

12 September 2020

Download
6

 

Melamar bekerja dan wawancara + PLUS CV B1

 

26 September 2020

Download
7

 

Sukses berkarier sejak hari pertama bekerja B2 

 

03 Oktober 2020

Download
8

 

Memilih dan menetapkan profesi A1 2.0

 

24 Oktober 2020

Download
9

Membangun skill utama dan skill pendukung A2 2.0 

07 November 2020

Download
10

Melamar bekerja the Leader Way

21 November 2020

Download
11

3 Kunci Sukses Wawancara

5 Desember 2020

Download
12

Langkah pertama dan hari pertama bekerja, menentukan perjalanan karir anda

19 Desember 2020

Download

 

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram

Sertifikat Webinar Sharing Session

Serial Bangun Karier Dini Paket B1 dan 2


 

No

Nama Peserta

Nomor Sertifikat

File

1

Achmad Rizaldi

0014/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

2

Adam Dwi Nurachmad

0015/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

3

Adella Isdayani

0016/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

4

Ahmad Teduh, S.Pi., M.Si

0017/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

5

Alwi Alaksa Parmanda

0018/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

6

Angga Agus Saputro

0019/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

7

Awaludin Medy Wibowo, Amd.KK., S.ST.

0020/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

8

Ayu Elsa Oktavia

0021/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

9

Bagus Kurniawan

0022/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

10

Deni Ucok Kuswoyo

0023/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

11

Dimas Baskoro

0024/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

12

Eurene M. Rawis

0025/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

13

Fitriani Ainun Jariyah

0026/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

14

Galang Handayani

0027/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

15

Irfan

0028/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

16

Lilis Misliana

0029/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

17

Mardiansyah

0030/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

18

Michael Ludwig Sianipar

0031/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

19

Nuruddin Mustafa

0032/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

20

Oktaria Futri Ilhami

0033/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

21

Pebriyanti Karolina, S.K.M.

0034/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

22

Rija Tanaka Lianda Yuki

0035/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

23

Suriansyah

0036/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

24

Syaeful Fariz

0037/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

25

Usman Tio Abimanyu

0038/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

26

Vita Mardhiyanti Melati

0039/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

27

Wisnu Prasetyo

0040/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

28

Yakub Andriyadi

0041/VIII/2020/SBKD/IDS

Download

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram

Materi Webinar Serial K3 Pemula – Batch 1

PT IndoSHE

No Judul Webinar Materi
1 Basic Safety untuk Praktisi K3 Pemula Download
2 Tips inspeksi bagi praktisi K3 Download
3 Resep observasi K3 yang membangun perilaku Download
4 Cara benar susun prosedur kerja Download
5 Memahami konsep perangkat pencegahan kecelakaan Download
6 Safety Meeting “The Leader Way” Download
7 Investigasi Insiden – Bagi Pemula Download
8 Supervisor Pre Shift Check Download
9 Mengenal benar IBPR/HIRADC Download
10 JSA ….buatnya mudah, manfaatnya wah Download
11 Peran Fantastis Pre Job Safety Talk Cegah Celaka Download
12 Basic Emergency Respon Plan Download

 


Materi Webinar Serial K3 Pemula – Batch 2

PT IndoSHE

No Tanggal  Judul Webinar Materi

1

17 Okt 2020

Basic Safety untuk Praktisi K3 Pemula “INGIN MANTAP BERPROFESI DI K3?”

Download

2 31 Okt 2020

Mulailah Karier Safety Dengan Benar

Download

3

14 Nov 2020

Tips melakukan Inspeksi yang efektif (batch 2)

Download

4

28 Nov 2020

Observasi K3 the Leaderway

Download

5

12 Des 2020

Menyusun Prosedur Kerja The Leader Way

Download

6

16 Jan 2021

Safety Meeting The Leader Way

Download

7

23 Jan 2021

Incident Investigation The Leader Way

Download

8

30 Jan 2021

Supervisor Pre Shift Check

Download

9

13 Feb 2021

HIRADC The Leader Way

Download

10

20 Feb 2021

JSA The Leader Way

Download

11

27 Feb 2021

Pre Job Safety Talk

Download

12

06 Mar 2021

Workplace Emergency and Evacuation Plan

 Download

 

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram

Dunia pertambangan di Indonesia kehabisan air mata. Kecelakaan yang merenggut nyawa karyawan terus terjadi. Begitu banyak karyawan tambang kembali kepada sang pencipta dengan cara tak seorangpun pernah mengharapkan

Tahun 2019 sebanyak 18 nyawa hilang di tempat kerja, tempat mereka mencari nafkah. Ini merupakan kenaikan dari angka kecelakaan fatal tahun sebelumnya berjumlah 17.

Tahun 2020 baru memasuki bulan ke 3, kita juga sudah harus mengantarkan pekerja tambang pulang ke keluarganya di dalam peti mati. Semua tambang tersentak, kaget. Semua menangis, tetapi sudah tidak keluar air mata lagi, karena terlalu seringnya terjadi. Tinggal istri, anak-anak, orang tua dari pekerja tambang yang meninggal, airmatanya tumpah ruah ketika menerima kepala keluarga dan pahlawan pencari nafkah mereka, terbaring kaku membisu, diantar oleh perwakilan perusahaan.

Mari kita renungkan, meskipun setiap manusia yang hidup pasti kembali kepada Sang Pencipta, tetapi tidak ada yang bisa menerima kalau cara kembalinya karyawan kepada sang khaliq memalui kecelakaan kerja secara tragis di area tanggung jawab kita, akibat terpapar risiko yang sudah ada di register risiko kritis.

Dalam renungan saya, saya mencoba mencerna kembali kata-kata Dr. Drew Rae, seorang pakar keselamatan dari Australia, yang dalam suatu conference safety menyebutkan “Yang sangat menakutkan, semua kecelakaan ini terjadi ditengah banyaknya program safety, bukan karena tidak ada program safety”. Drew Rae mengajak kita untuk mereview apa yang kita lakukan “make sense”? Sudah “Be safe” atau baru “Be compliant”? Apakah benar semua kegiatan safety itu “improve safety”? Peserta conference tidak ada yang menyanggah ketika Drew Rae menyampaikan kekhawatiran ini.

Dalam keresahan saya, sebagai seorang praktisi safety yang mulai berkarier tahun 1979, pengembaraan saya di dunia maya terdampar pada tulisan Terry L. Mathis, pakar safety excellence dari USA, yang menyatakan: “Kebanyakan dari kita hanya mengajari team kita dengan pasal-pasal aturan, kita tidak mengajari mereka dengan filosofi atau konsep-konsep. Dan itu sangat dangkal”.

Jleb! Kata-kata Terry ‘nunjem’ tepat di relung hati saya yang paling dalam. Terry telah menjawab concern dari Drew Rae, meskipun mereka berada di dua benua yang berbeda dan berbicara di dua event yang berbeda. Itu jawaban yang selama ini saya cari. Paling tidak, pernyataan Terry tepat untuk kondisi dewasa ini. Kondisi di mana dunia safety telah merasa aman dengan banyaknya aktivitas yang mereka lakukan dan lengkapnya dokumen yang mereka miliki, sejak yang bernama prosedur, standard, JSA, IK, hasil risk assessment, laporan investigasi, rekomendasi audit, sertifikat pencapaian safety, dan masih banyak lagi.

Kata-kata Terry menusuk tajam merobek-robek hati saya sebagai seorang praktisi safety, mewakili para praktisi safety generasi muda yang ada di lapangan. Terngiang pedih kata-kata Terry “Hanya mengajari team kita dengan pasal-pasal, tidak mengajari konsep safety. Dan itu sangat dangkal”. Tegas sekali ini adalah area profesinya profesional safety. Bukan area profesi yang lain. Kenapa saya tidak terpikirkan itu selama ini.

Saya meyakini, bahwa peran dan tanggung jawab profesional safety itu kalau diringkas adalah “Binwas” atau Pembinaan dan Pengawasan, yang selama ini saya jabarkan menjadi 7, yaitu sebagai:

  1. Staf ahli bidang perusahaan.
  2. Sekretaris semua organisasi safety struktural maupun fungsional.
  3.  Safety Statistic Keeper, pengawal klasifikasi kecelakaan sampai menjadi statistik.
  4. Arsitek atau designer program safety.
  5. Pengembang semua karyawan perusahaan agar bisa melakukan peran dan tanggung jawab safety mereka sesuai jenjang posisi dan departemennya masing-masing.
  6.  Evaluator yaitu melakukan monitoring, review, evaluasi terhadap proses pengembangan maupun tingkat keefektifan penerapan safety.
  7. Event organizer, yang mengorganisir pelaksanaan berbagai kegiatan program safety lintas departemen dan kontraktor di suatu perusahaan sejak 1 Januari sampai dengan 31 Desember agar berjalan harmonis.

Dengan memakai definisi tersebut, sudah tidak terbantahkan bahwa concerns Drew Rae tadi dialamatkan kepada kami personel safety, bahwa belati Terry tadi dihujamkan ke hati para profesional safety.   Bukan kepada yang lain. Kepada teman-teman seprofesi safety, mari kita jujur pada diri sendiri. Kalau dengan dua kali sebulan mengirim karyawan pulang kepada keluarganya dalam peti mati karena kecelakaan, belum mampu menyentuh hati kita, saya kuatir Tuhan akan menambahnya.

Untuk itu mari perenungan kali ini kita fokuskan lebih dalam kepada peran para profesional safety. Saya mencoba menindaklanjuti concern kedua pakar safety di atas.

Kita hanya mengajarkan pasal-pasal aturan dan tidak mengajarkan konsep dan filosofi dari setiap program safety. (Terry L. Mathis)

  1. Tepat sekali. Ini harus diterima sebagai kritikan keras bagi profesional safety, karena jangankan memahami konsep program pencegahan kecelakaan, faktanya masih banyak dari kita yang menjadi orang safety karena tidak diterima di tempat lain. Sudah begitu masih tidak mau belajar.
  2. Menyusun prosedur lebih karena tuntutan klausul sistem yang dipakai, daripada karena kebutuhan perangkat pencegahan kecelakaan.
  3. Menerapkan prosedur atau regulasi di lapangan lebih pada memastikan pemenuhan pasal-pasal prosedur dan regulasi, daripada memastikan bagaimana konsep atau tujuan prosedur itu mencegah kecelakaan bisa dicapai.
  4. Banyak yang tidak pernah ikut menyusun prosedur, atau bahkan memahami prosedur yang ada saja, belum.
    Banyak sekali kegiatan safety kita

lakukan, tetapi benarkah itu semua improve safety? (Drew Rae)

  1. Banyak fakta pelanggaran sehari-hari yang sangat obvious (mudah dilihat), dimana personel safety:
    a. Bukannya memperbaikinya, tetapi malah meminta manajemen mengundang konsultan untuk mengukur maturity sistemnya.
    b. Tenang-tenang saja melihat banyak prosedur tidak berjalan. Tidak berusaha me-review, mengapa kok yang melanggar banyak, jangan-jangan yang salah prosedurnya.
    c. Baru terlihat pelanggaran itu ketika terjadi kecelakaan. Artinya: kalau karyawan berani melakukan pelanggaran yang obvious, berarti pengawasan atau kontrol sehari-harinya memang lemah.
  2.  Terhadap Register Risiko Kritis perusahaan, banyak personel safety:
    a. Membiarkan saja meski tahu bahwa Register Risiko Kritis itu tidak nyambung dengan hasil dari risk assessmentnya.
    b. Membiarkan saja mengetahui Register Risiko Kritis tidak dilengkapi dengan ruang lingkup pekerjaan yang mengandung risiko kritis tersebut, sehingga pengawas dan pekerja harus mengerti sendiri.
    c. Membiarkan pengawas harus memakai Register Risiko Kritis Departemen yang tidak semuanya berlaku untuknya, tidak ada ide untuk membantu pengawas memiliki Register Risiko Kritis Pengawas yang berisi hanya Risiko Kritis area kerja pengawas sendiri bersama crew.
    d. Membiarkan saja hasil risk asessment, Register Risiko Kritis tidak di-update meskipun kondisi lapangan dan aktivitas sudah berubah, meskipun Prosedur Perubahan sudah menemukan perubahan-perubahan.
  3. Pengawas sendiri melakukan pelanggaran bahkan celaka.
    a. Kalau pengawas melakukan pelanggaran, bisa disimpulkan bahwa pengawas itu tidak atau salah memahami prosedur yang berlaku.
    b. Dan ketika pengawas melakukan pelanggaran mestinya juga mudah terlihat karena pasti diikuti oleh crewnya. Tetapi ini juga tidak terdeteksi sehingga terjadi kecelakaan.
    c. Kepedulian personel safety untuk action waktu melihat ketidakberesan masih sangat lemah.
  4. Tim Investigasi insiden puas setelah menemukan ada yang melanggar dan ada yang bisa ditindak. Padahal pelanggaran itu baru merupakan indikator bahwa ada yang tidak lancar dalam proses suatu kegiatan. Personel safety yang menjadi sekretaris tim investigasi harusnya meminta tim investigasi untuk melanjutkan penyelidikan sampai menemukan cukup data untuk bisa menyimpulkan, pelanggaran itu merupakan kasus individu atau pelanggaran masal, yaitu telah dilakukan oleh banyak orang sehari-hari tidak terkoreksi. Dengan begitu, rekomendasi investigasi kecelakaan pasti akan berbeda.
    teman-teman seprofesi. Tugas kita

sebagai Binwas keselamatan di tambang menuntut totalitas dan extra mile dari kita. Selamat.

Terbit dimajalah KATIGA

Edisi No.73 I Mei-Juli I Hal 36-37

MELAWAN CORONA COVID-19 DENGAN “KEDISIPLINAN”

Fakta

Dengan lebih dari 120 negara telah terjangkit Corona, sekarang ini bisa dikatakan bahwa di ujung dunia manapun kita berada, kita memiliki potensi yang sama untuk terpapar Corona.  Yang membedakan hanya KEDISIPLINAN DIRI.

Corona SANGAT MUDAH menular dengan lewat kontak fisik (bersentuhan, terkena cairan mulut hidung orang lain, memegang benda yang baru dipegang oleh orang lain).  Sementara ini Corona dinyatakan tidak menular lewat udara.

images (3)Prosentase yang sembuh dari Corona lebih dari 53% persen, prosentase yang meninggal di bawah 3,6% penderita.  Dan tingkat kesembuhan terus membaik dari hari ke hari.  Artinya peluang untuk sembuh tinggi.  Tetapi ya itu, hanya kalau DISIPLIN.

Yang TIDAK DISIPLIN, bukan hanya akan membuat ia berpotensi besar tidak sembuh, ia juga berpotensi besar menularkan kepada orang lain yang tidak berdosa.  Sungguh merupakan perbuatan tidak terpuji.

Masa inkubasi Corona adalah 14 hari.  Bahayanya sebelum seseorang menyadari bahwa dirinya terjangkit Corona, selama 14 hari ia sudah bisa menularkan Corona kepada orang lain yang berinteraksi dengannya.

Pencegahan

Jangan panik.  Karena kepanikan akan menyebabkan stress, stress akan membuat tubuh kita bersifat asam.  Tubuh yang bersifat asam bisa menurunkan imunitas atau tingkat kekebalan tubuh.  Namun demikian kita juga TIDAK BOLEH MEREMEHKAN Corona.  Karena Corona terbukti mematikan. Hampir 5000 orang telah meninggal karena Corona di seantero dunia. Karenanya WHO telah menetapkannya  sebagai Pandemi.

Virus Corona yang belum masuk ke tubuh, relatif bisa diatasi dengan cara yang sederhana, seperti cuci dengan sabun, dibersihkan dengan alkohol, berjemur, minum panas, mandi air panas, menjaga stamina tubuh dengan makan bergizi, istirahat cukup, olah raga cukup, dst.  Kegiatan pencegahan yang setiap orang bisa melakukan. Tantangannya bukan pada pengobatan yang rumit atau biaya yang mahal, tetapi lebih pada KEDISIPLINAN DIRI.

Ketika di dalam tubuh, imunitas tubuh kita akan melawan Virus Corona, kecuali paru-paru perokok yang dari studi terbukti sangat welcome atau merupakan reseptor yang baik untuk virus Corona masuk dan berkembang biak di dalam tubuh.

Yang merasa menderita sakit batuk, pilek, sakit tenggorokan dan sejenisnya, berDISIPLIN untuk peduli TIDAK MENULARKAN kepada orang lain.

Yang sehat, berDISIPLIN untuk berupaya agar TIDAK TERTULAR.

Tantangan

Tantangan terbesar kita masyarakat Indonesia adalah rendahnya kedisiplinan.  Padahal pencegahan dan penyembuhan Corona ini membutuhkan tingkat KEDISIPLINAN yang TINGGI.

Italia dan Iran adalah contoh buruk bagi kita.  Memburuknya  penyebaran Corona di kedua negara itu adalah karena ketidakdisiplinan sebagian generasi muda mereka.  Mereka melanggar anjuran dan pembatasan bepergian yang diberlakukan oleh pemerintah mereka.  Libur sekolah dan tutup kantor yang ditujukan agar mereka tinggal di rumah mengkarantina diri, malah dipakai begadang dan bepergian kesana kemari.  Mereka meremehkan Corona.  Dampaknya parah.

Singapura termasuk yang paling sukses menangani Corona karena masyarakatnya biasa hidup DISIPLIN.

Mari kita hidup disiplin MULAI dari diri kita, team kita, rumah kita

Untuk mencegah dan melawan Corona, kita perlu serangkaian KEDISIPLINAN DIRI yang diantaranya ialah:

  • Tidak panik.  Tidak usah panik.  Panik memicu stress.  Stress membuat tubuh bersifat asam, tubuh yang bersifat asam bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh.  Kita perlu DISIPLIN mengelola emosi kita agar Corona tidak sampai membuat pikiran kita stress.
  • Jaga stamina dengan makan sehat.  Mari DISIPLIN menghindari makanan yang tidak sehat, diganti dengan DISIPLIN makan yang sehat, yaitu dengan:

o   Memilih makanan yang dimasak dan disajikan dengan bersih

o   Mengurangi yang berminyak dan berlemak

o   Mengurangi yang manis-manis

o   Mengurangi makanan instan

o   Mengurangi minum dan makan yang dingin-dingin

o   Menghentikan rokok, karena terbukti merokok membuat paru-paru lebih welcome terhadap virus Corona.

o   Memperbanyak makan sayur, buah, air putih hangat

  • DISIPLIN berolah raga rutin, minimal jalan kaki 30 menit per hari, 5 kali seminggu.  Kegiatan yang bisa dilakukan di dalam rumah atau di halaman rumah sendiri.
  • DISIPLIN istirahat tidur yang cukup yaitu 7 jam atau lebih.
  • DISIPLIN mencuci tangan dengan benar, memakai sabun atau antiseptik dengan kandungan alkohol di atas 65%.
  • DISIPLIN “mengkaratina diri” dengan mengurangi keluar rumah dan menghindari keramaian, kecuali kondisi mengharuskan.
  • Waktu terpaksa harus keluar rumah, DISIPLIN melakukan kehati-hatian yang diwajibkan dilakukan pada orang sakit atau pada orang sehat.
  • DISIPLIN memakai barang pribadi milik sendiri, tidak berbagi alat makan dan minum, lap tangan, mukena, sajadah, dengan orang lain.
  • Ketika sekolah diliburkan atau kantor ditutup sementara karena Corona, DISIPLIN tinggal di rumah mengkarantina diri.  Tidak malah dipakai untuk bebas bepergian kesana kemari.
  •  Ingat masa inkubasi Corona adalah 2-14 hari, artinya orang bisa nampak sehat meski sudah terinfeksi Corona, sehingga ia sudah bisa menularkan Corona kepada orang lain yang berinteraksi dengannya selama 14 hari itu.  Sehingga penanganannya selalu TELAT.  Setelah positif terinfeksi Corona, baru ditelusuri ke belakang, siapa saja yang dalam 2 minggu terakhir telah berkontak dengannya.  Maka sementara ini DISIPLIN tidak saling berkunjung, DISIPLIN menghindari kumpul-kumpul adalah keputusan yang bijak.
  • DISIPLIN tidak ikut-ikutan borong belanja barang.  Kalau kita mengkonsumsi dengan wajar, ketersediaan barang akan cukup.

Bagi Yang Sakit

Apabila merasakan batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, atau salah satunya, DISIPLIN TIDAK MENULARKAN pada orang lain:

  • Tidak keluar rumah, kalau tidak perlu sekali.
  • Memakai masker agar tidak menularkan kepada orang lain lewat cairan dari mulut atau hidung ketika berbicara, tertawa, batuk, bersin.
  • Selalu menutup mulut dan hidung dengan tissue waktu batuk atau bersin.
  • Tidak bersalaman atau kontak fisik dengan orang lain.  Selalu jaga jarak minimal 1 m.
  • Rajin mencuci tangan setelah menyentuh wajah atau bagian dari wajah.
  • Segera datang berobat keklinik kesehatan apabila merasakan salah satu tanda-tanda di atas.

Bagi Yang Sehat

DISIPLIN melakukan pencegahan agar TIDAK TERTULAR, yaitu:

  • Tidak perlu memakai masker, supaya jumlah masker cukup untuk yang sakit.
  • Menghindari tempat keramaian
  • Selalu mencuci tangan setelah bersentuhan dengan orang lain atau menyentuh barang yang telah disentuh oleh orang lain.
  • Mencuci tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh wajah atau bagian dari wajah.

DISIPLIN tidak menyentuh wajah atau bagian dari wajah sebelum mencuci tangan.

DISIPLIN menerapkan greeting TANPA bersentuhan fisik (ikuti video)

DISIPLIN tidak berkunjung ke suatu tempat yang dilarang oleh pemerintah.

Mari kita hadapi CORONA dengan TIDAK PANIK, tetapi juga TIDAK MEREMEHKAN.  Siapa yang tidak disiplin, dalam 2 minggu akan kelihatan akibatnya. 

Sambil berdoa agar segera ditemukan obat untuk Corona, marilah kita patahkan prediksi para ahli pandemi bahwa pada puncaknya Corona akan menelan 50 juta nyawa manusia di dunia, dengan menghadapi Corona dengan DISIPLIN…….DISIPLIN……dan DISIPLIN.

Terakhir, mari kita juga DISIPLIN memperbanyak mohon AMPUNAN kepada Allah, karena sesungguhnya semua musibah yang datang itu disebabkan oleh kelalaian manusia itu sendiri.

Mari kita bersatu melawan Corona dengan DISIPLINKITA BISA.  INDONESIA BISA.

Dwi Pudjiarso