Video dan Foto Total Organik MA-11

Pesan Keselamatan Pertambangan 2023 Dari Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Untuk Seluruh Insan Pertambangan di Indonesia

Pesan Keselamatan Pertambangan 2023 Dari Asosiasi Profesi Keselamatan Pertambangan Indonesia (APKPI) Untuk Seluruh Insan Pertambangan di Indonesia

PT TATAMULIA NUSANTARA INDAH

SAFETY LEADERSHIP TRAINING UNTUK SITE MANAJEMEN

PT TATAMULIA NUSANTARA INDAH

Jakarta, 24 November 2022​

INDOSHE BERSAMA KLIEN

Edaran Tentang Peningkatan Pengelolaan Keselamatan Pertambangan

BAHAYA DEBU DI TEMPAT KERJA

www.indoshe.com

Sebutkan bahaya kesehatan yang ditimbulkan debu di tempat kerja.

  1. ………………………………………………………………………….……………………….
  2. ……………………………………….………………………………………………………….
  3. …………………………………………………………………………………….…………….

(Ini form kosong. Safety talk dimulai dg interaktif menggali dari peserta dulu. Brainstorming.)

Debu di Tempat Kerja

Debu merupakan salah satu bahaya yang kerap ada di tempat kerja seperti lokasi konstruksi atau pertambangan. Debu dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan hingga bahaya fisik bagi pekerja yang terpapar. Penting untuk memahami masalah yang disebabkan oleh debu dan langkah apa yang harus diambil untuk mencegah atau mengurangi dampaknya.

Paparan debu dapat menyebabkan penyakit seperti kanker paru-paru, asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) dan silikosis, bahkan penyakit ginjal. Selain itu, bahaya jangka pendek yang dapat ditimbulkan oleh debu, antara lain:

  • Cedera pada mata,
  • Visibilitas berkurang,
  • Alergi pada kulit,
  • Batuk dan bersin, dan
  • Mengalihkan perhatian dari tugas kerja yang menciptakan risiko cedera atau kerusakan properti.

 

Menghindari Penyakit dan Cedera Terkait Debu

Apa kontrol yang bisa dilakukan untuk mengendalikan debu? (biarkan peserta menjawab)

  • Hilangkan sumbernya; Kira-kira perubahan apa yang bisa dilakukan dalam pekerjaan Anda? Menggunakan cara Engineering control atau merubah proses kerja?  (diskusikan dengan peserta)
  • Gunakan sistem pengumpul atau vakum pada alat yang menghasilkan debu dan mengumpulkannya di titik pengoperasian.
  • Gunakan metode basah saat memotong atau memecahkan beton dan bahan serupa.
  • Menggunakan air untuk menekan produksi debu di jalan raya atau di area kerja.
  • Minta truk dan peralatan bergerak lainnya untuk mengurangi kecepatan jika melewati jalan berdebu.
  • Jauhi area dengan tingkat debu yang tinggi serta hindari melawan arah angin pada area tersebut.
  • Gunakan respirator atau masker yang tepat ketika kontrol teknis tidak cukup untuk melindungi Anda, sudah tepat kah masker yang Anda gunakan di tempat kerja? (diskusi dengan peserta).

Mengatasi Keterpaparan Debu

  • Jika mata terpapar debu atau kulit mengalami reaksi alergi, segera cuci bagain yang terpapar dengan air bersih yang mengalir.
  • Laporkan pada supervisor atau minta tolong orang sekitar untuk mendapat pertolongan pertama dari petugas P3K di lapangan.
  • Lakukan cek kesehatan terutama paru-paru secara berkala jika Anda rutin bekerja di area yang terpapar debu.

Peragaan

Pemahaman kembali tentang mengendalikan bahaya di tangga tempat kerja dan memberikan contoh tata cara naik dan turun tangga dengan baik dan benar.

Identifikasi pekerjaan di area kerja Anda yang berisiko terpapar debu secara langsung.

  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

BANGGA MENJADI KARYAWAN PROFESIONAL, YAITU:

  • Hanya MENGERJAKAN tugas yang ia telah diberi pelatihan.
  • Tidak melakukan pekerjaan yang BUKAN TUGASnya.
  • Tidak MENGOPERASIKAN kendaraan atau unit yang TIDAK memiliki SIMPER.
  • MENGENALI bahayanya dulu SEBELUM mulai mengerjakan sesuatu.
  • STOP dan BERTANYA bila belum tahu CARA MENGERJAKAN dengan benar.
  • MEMAKAI APD yang distandarkan untuk pekerjaan.
  • MENGIKUTI sepenuhnya prosedur atau JSA yang telah ditetapkan.
  • STOP pekerjaan dan LAPOR atasan, bila prosedur atau JSA yang ada tidak bisa diikuti.
  • Aktif TERLIBAT diskusi di dalam SAFETY MEETING.

DAFTAR HADIR

No

Nama

Id

Tanda Tangan

Penulis: Ni Luh Nyssa Divana

APA YANG DIMAKSUD LCC?

LCC atau kepanjangan lagume cover crop merupakan tanaman penutup tanah yang biasa digunakan untuk untuk memperbaiki kondisi lahan dari sifat fisik dan kimia tanah serta melindungi lahan dari kemungkinan erosi dan tanah longsor. Sebagai aplikasi di lapangan, LCC ini biasa digunakan pada lahan pasca tambang, lahan di jalan tol, taman di perumahan atau perkotaan, lerengan tanah di danau, sungai, embung, dll.

Tumbuhan atau tanaman yang sesuai untuk digunakan sebagai penutup tanah dan digunakan dalam sistem pergiliran tanaman harus memenuhi syarat-syarat (Osche et al, 1961):

    1. Mudah diperbanyak, sebaiknya dengan biji,
    2. Mempunyai sistem perakaran yang tidak menimbulkan kompetisi berat bagi tanaman pokok, tetapi mempunyai sifat pengikat tanah yang baik dan tidak mensyaratkan tingkat kesuburan tanah yang tinggi,
    3. Tumbuh cepat dan banyak menghasilkan daun,
    4. Toleransi terhadap pemangkasan,
    5. Resisten terhadap gulma, penyakit dan kekeringan,
    6. Mampu menekan pertumbuhan gulma,
    7. Mudah diberantas jika tanah akan digunakan untuk penanaman tanaman semusim atau tanaman pokok lainnya,
    8. Sesuai dengan kegunaan untuk reklamasi tanah, dan
    9. Tidak mempunyai sifat-sifat yang tidak menyenangkan seperti duri dan sulur-sulur yang membelit.

Tanaman penutup dibagi lagi berdasarkan jenisnya menjadi empat bagian, yakni: tanaman penutup tanah rendah, tanaman penutup tanah sedang (perdu), tanaman penutup tanah tinggi atau tanaman pelindung, dan tumbuh-tumbuhan bawah (undergrowth) alami pada perkebunan. Detail dari jenis tanamannya dalat dilihat melalui link berikut https://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_penutup_tanah

Referensi:

Lika Aulia Indina. 2011. Penanaman legume cover crop pada lahan berlereng dengan metoda templok di hutan pendidikan gunung walat, kabupaten sukabumi. Bogor: Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Wikipedia. Tanaman penutup tanah, diakses pada 10 Oktober 2022 pukul 12.17 WIB. https://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman_penutup_tanah.

 

LEGUME COVER CROP

Divisi Lingkungan

Pengelolaan Kesalamatan Pertambangan pada Periode Libur Akhir Tahun

R E M I N D E R

Assalamualaikum Wr Wb, Salam sejahtera & Salam Sehat utk kita semua

Yang kami Banggakan Para Kepala Teknik Tambang (KTT) dan Penanggung Jawab Operasional (PJO)
di
Seluruh Indonesia

Sehubungan dengan upaya untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja tambang agar tetap sehat dan selamat dalam melaksanakan kegiatan operasional pertambangan di akhir tahun, dengan ini saya sampaikan Video Peningkatan Kewaspadaan dan Pengelolaan Kesalamatan Pertambangan pada Periode Libur Akhir Tahun untuk dapat disosialisasikan kepada seluruh pekerja tambang, dan dilaksanakan dengan disiplin dan konsisten sehingga tambang dipastikan tetap AMAN dan para pekerja tambang tetap SELAMAT.

Periode menjelang libur akhir tahun jangan membuat kita lengah. Tetap waspada karena TIDAK ADA libur untuk safety, apalagi berakhir. Mari kita beraksi bersama.

Mari beraksi dimulai dari diri sendiri:

  1. Pastikan sebelum bekerja kita dalam kondisi fit dan kita telah memahami cara kerja yang aman
  2. Pastikan peralatan, permesinan, sarana, prasarana, instalasi dan lingkungan kerja aman
  3. Pastikan bahaya dan risiko sudah dikendalikan serta cara kerja aman selalu dilakukan
  4. Jangan lupa untuk saling mengingatkan dan berdoa agar kita semua selalu diberikan kesehatan dan keselamatan.

Kami minta 4 hal tersebut wajib diingatkan kepada seluruh pekerja dan selalu diulang dalam Safety Talk setiap awal kerja.

Demikian kami sampaikan untuk dipedomani dan dilaksanakan.

Good Mining Practice untuk Indonesia. Keselamatan Bisa Bisa Bisa. 💪🏻💪🏻💪🏻🇲🇨🇲🇨🇲🇨

Terima kasih, Wassalamualaikum Wr Wb

Sunindyo Suryo Herdadi

Peningkatan Kewaspadaan dan Pengelolaan Kesalamatan Pertambangan pada Periode Libur Akhir Tahun - Part 1

Peningkatan Kewaspadaan dan Pengelolaan Kesalamatan Pertambangan pada Periode Libur Akhir Tahun - Part 2

Fresh Graduate Work and Learn Program (FGWLP) Angkatan VI

1 September - 23 November 2022

Graduation FGWLP VI
No Nama Kasifikasi Nomor Sertifikat
1 Azmi Muhammad Faisal EXCELLENT 055/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
2 Cicilia Parastita Ningrum EXCELLENT 056/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
3 Diffa Laila Azzahra VERY GOOD 057/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
4 Gunawan Giri Widodo EXCELLENT 058/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
5 Irfan Ahnaf EXCELLENT 059/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
6 Lidya Saron Waas EXCELLENT 060/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
7 Maharani EXCELLENT 061/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
8 Miftahul Khair EXCELLENT 062/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
9 Moh Ramadhan Safitra VERY GOOD 063/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
10 Nadya Safira Salsabila EXCELLENT 064/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
11 Nikmah Khairani VERY GOOD 065/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
12 Salma Mutia Muthmainnah EXCELLENT 066/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
13 Susi Susanti VERY GOOD 067/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
14 Tri Nur Cholik VERY GOOD 068/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
15 Yeni Artika Sembiring VERY GOOD 069/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
16 Yolanda Elok EXCELLENT 070/XI/2022/FGWLP/INDOSHE
       

FGWLP?

Pelatihan K3 Terbaik Untuk Fresh Graduate

FLU

MENCEGAH PENYEBARAN FLU

www.indoshe.com

Sebutkan gejala dari penyakit flu.

  1. …………………………………………………………….
  2. …………………………………………………………….
  3. …………………………………………………………….

(Ini form kosong. Safety talk dimulai dg interaktif menggali dari peserta dulu. Brainstorming.)

Flu

Flu atau influenza adalah infeksi virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru, penyakit ini mudah menular ke orang lain terutama pada 3-4 hari pertama setelah penderita terinfeksi.

Flu tidaklah sama dengan batuk pilek biasa (common cold). Meskipun gejalanya hampir sama, kedua kondisi ini disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. Gejala flu lebih parah dan menyerang secara mendadak, sedangkan gejala batuk pilek biasanya cenderung ringan dan muncul secara bertahap.

Flu ditularkan melalui percikan air liur di udara yang dikeluarkan oleh penderita ketika bersin atau batuk. Selain itu, menyentuh mulut atau hidung setelah memegang benda yang terkena percikan air liur penderita juga dapat menjadi sarana penularan virus flu. Adapun gejala flu antara lain:

  • Demam
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala

 

https://www.freepik.com/free-photo/young-asian-man-sitting-couch-home-blowing-nose-with-tissue_5838837.htm#query=flu&position=0&from_view=search&track=sph

Cara Mencegah Terkena Flu

Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah flu? (biarkan peserta menjawab)

Upaya mencegah terkena flu:

  • Mencuci tangan memakai sabun,
  • Makan bergizi dan minum air yang cukup,
  • Istirahat yang cukup,
  • Rajin berolahraga,
  • Minimalisir menyentuh area wajah dengan tangan,
  • Menggunakan masker,
  • Melakukan vaksinasi influenza,
  • Kurangi kontak langsung dengan orang sakit,
  • Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh dengan cairan desinfektan,
  • Tidak berbagi makanan atau penggunaan benda pribadi seperti gelas atau botol minum, dan
  • Menutup mulut dan hidung dengan tisu saat bersin atau batuk, kemudian buang tisu dan cuci tangan.

Namun jika sudah terkena flu, maka sebaiknya melakukan:

  • Istirahat dan tidur yang cukup
  • Menjaga suhu badan dan suhu ruangan tetap hangat,
  • Memeriksa kesehatan di klinik terdekat,
  • Minum obat sesuai dengan anjuran dokter,
  • Minum banyak air untuk menghindari dehidrasi (urin harus berwarna kuning muda atau jernih), dan
  • Tidak memaksakan diri untuk datang ke tempat kerja / ke tempat umum. Selain memperparah keadaan, hal ini berpotensi menyebarkan virus kepada pekerja lain.

 

Peragaan

Minta beberapa peserta untuk mengambil kesimpulan materi yang telah dipaparkan agar mengetahui sejauh mana pemahamannya.

 

Identifikasi hal-hal yang dapat memicu terserang penyakit flu.

  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

BANGGA MENJADI KARYAWAN PROFESIONAL, YAITU:

  • Hanya MENGERJAKAN tugas yang ia telah diberi pelatihan.
  • Tidak melakukan pekerjaan yang BUKAN TUGASnya.
  • Tidak MENGOPERASIKAN kendaraan atau unit yang TIDAK memiliki SIMPER.
  • MENGENALI bahayanya dulu SEBELUM mulai mengerjakan sesuatu.
  • STOP dan BERTANYA bila belum tahu CARA MENGERJAKAN dengan benar.
  • MEMAKAI APD yang distandarkan untuk pekerjaan.
  • MENGIKUTI sepenuhnya prosedur atau JSA yang telah ditetapkan.
  • STOP pekerjaan dan LAPOR atasan, bila prosedur atau JSA yang ada tidak bisa diikuti.
  • Aktif TERLIBAT diskusi di dalam SAFETY MEETING.

DAFTAR HADIR

No

Nama

Id

Tanda Tangan

Penulis: Ni Luh Nyssa Divana