Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh…..

Innalillahi wainna ilaihi rojiun….

Tambang tanah air berduka, dalam kurun waktu 1 Januari 2022 sd 27 April 2022 telah terjadi kecelakaan Fatal di Tambang yang berakibat meninggal dunia 17 orang dari 14 kasus kecelakaan.

Semoga husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan hati…

Menilik banyaknya kasus kecelakaan fatal, Kepala Inspektur Tambang mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada KTT untuk Peningkatan Kinerja K3 dalam Pengelolaan Keselamatan Pertambangan .

Kepala Inspektur Tambang menginstruksikan melalui surat Edaran yang terbit di tanggal 28 April 2022.

Mari Bersama berupaya optimal mencegah kecelakaan di tempat kita masing-masing.

Melalui media ini izin berbagi tentang strategy pencegahan kecelakaan Fatal di tempat kita masing-masing…

Ringkasan kejadian kecelakaan tambang juga terangkum dalam konten ini.

Jika dirasa bermanfaat, mari berbagi kepada rekan, kerabat san sahabat https://youtu.be/MkHQ7xuNaWQ

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram

Consultancy Services of Human Resources

Human Resources or Human Capital Development and their Management is gaining importance now. Everyone realizes now the role of Human Resources in all round development and growth of the Company. Human Resources represent a source of strength ability, skill, competence, knowledge, attitude, enthusiasm decision making process to be used for accomplishment of organizational, individual, society, and Company objectives.

In this opportunity, we are very pleased to inform you that effective immediately, INDO SHE is now having a new service that is Consultancy Services of Human Resources.

INDO SHE is available to serve your Company in developing and setting up, the following:

  • Vision & Mission
  • Organization Structure
  • Company Regulation
  • Policy & Procedure
  • Job Description
  • Key Result Area (KRA) & Key Performance Indicator (KPI)
  • Training Need Analysis (TNA) & Training Need Survey (TNS)
  • Career Development Program

We are also able to help you integrate the requirements of “Keselamatan Pertambangan or K3 KO on SMKP Minerba”  into the relevant HR program such as:

  • OHS structural and functional roles and responsibilities into employee job description
  • The individual performance of OHS Accountability Program of line supervisors and management into company monthly KPI, bonus calculation, employee performance and annual performance appraisals.
  • Adding the SMKP MInerba required competencies “tenaga teknis pertambangan yang berkompeten” into the TNA.
  • Integrating the company safety values and company safety leadership principles into the recruitment requirements, new hire induction program and other company OHS Training.

In addition, INDO SHE is also ready to serve your Company on the following:

  • Professional Manpower Provider Services
  • Employee Outsourcing
  • Management & Soft Skills Training

If your Company interested in utilizing our services, please do not hesitate to contact cs@indoshe.com, to arrange a meeting, and our professional Human Resources Consultant is ready to discuss further in more details.

Pengakuan Klien

Luar biasa pelatihan hari ini, sangat menginspirasi sekali ilmu yang sudah diberikan oleh Pak Dwi, dan betul-betul memotivasi...
Kesan saya setelah mengikuti pelatihan ini saya merasa puas, karena semakin di refresh tentang aturan-aturan sebagai leader yang membawahi banyak orang di tambang. Jadi dengan ...
Benny Agus SBenny Agus SPT Berau Coal
Saya sudah mengikuti materi  training safety leadership ini sangat bermanfaat sekali buat kami yang beroperasional ditambang, ini juga memacu kami untuk lebih memahami cara-cara bagaimana ...
Selamat sore, Saya sangat senang sekali ikut bisa ikut Training Toka Safe Accountability Program (TSAP) yang diselenggarakan oleh PT MSM bekerja sama dengan PT indoSHE ...
Hari GemilaksonoHari GemilaksonoPT Borneo Indobara
Untuk acara ini sangat luar biasa untuk menambah wawasan kita yang jelas sangat berterimakasih untuk safety corporate GEMS dan Indo SHE mudah-mudahan kedepannya semakin sukses ...
Bachtiar SinagaBachtiar SinagaPT Borneo Indobara
saya sangat excited mengikuti training safety leadership. Dimana banyak hal positif yang bisa kita bawa untuk membangun budaya K3, untuk menggapai performa tambang khususnya diikuti ...
Kesan ikut training ini sangat bagus sekali karena disamping menambah ilmu juga yang jelas mental kita lebih solid......
Anas gus susantoAnas gus susantoPT PAMAPERSADA NUSANTARA
Mengikuti acara seminar pada siang ini terkait dengan Safety Leadership, menambahan sekali ilmu saya mengenai Kepemimpinan terutama terkait dengan Konseling dan Mentoring,Dan saya akan coba ...
Adrianus DarmawanAdrianus DarmawanPT Borneo Indobara
Mengikuti pelatihan Safety Leadership Workshop ForSafety Managers selama dua hari menjadikan sebuaheye opener atau pembuka wawasan yang sungguh berarti bagidiri saya dan juga bagi perusahaan ...
Adjat Sudradjat Adjat Sudradjat PT Kaltim Prima Coal
Workshop safety leadership ini sangat menginspirasi dan sangatbermanfaat bagi para pengawas operasional di KPC dan kontraktornya.Konsep-konsep dan prinsip-prinsip leadership yang dibahas sebanernyasimple dan praktis, namun ...
Saya sangat puas dengan training selama 3 hari ini.Memberikan banyak manfaat, memberikan banyak contohnyata yang ditemani di lapangan. Intraksi dan apresiasi yangbaik membuat saya dan ...
  1. Training TSAP disampaikan secara cukup detail
  2. Training TSAP disampaikan secara cukup sistematis
  3. Materi yang disampaikan ...
Nata IsmailNata IsmailPT DNX Indonesia
Saya merasa sangat excited sekali dan bersyukur telah mendapatkan training leadership ini yang semakin membuka wawasan saya tentang apa itu leadership dan bagaimana aplikasi dalam ...
Tubagus Ardi FerdiansyahTubagus Ardi FerdiansyahPT DNX Indonesia
Kesan-kesan saya selama mengikuti 2 hari pelatihan safety leadership dari PT Indo SHE sangat baik, dari materi juga sangat luar biasa karena pengalaman bidang safety ...
Stefanus JagadStefanus JagadPT DNX Indonesia
Kesan saya terhadap training ini, lebih ke membuka pemikiran untuk jadi leader itu harus care, bagaimana menjadi leader yang credible dan accountable, serta bagaimana kita ...
Sebuah pengalaman training dan workshop yang “Luar biasa dan berkesan”, perpaduan pengalaman dan pemahaman materi yang sangat dalam serta penyajian materi yang terstruktur dari instruktur ...
R. Eka Putra ArasandyR. Eka Putra ArasandyCV Hidup Hidayah Ilahi
Kami CV Hidup Hidayah Ilahi mengucapkan terima kasih kepada PT Indo SHE bekerjasama dengan PT BAMA dalam melaksanakan DIklat dan Konsultasi SMKP Minerba. Semoga dengan adanya ...
Hendrik Wahyudi Hendrik Wahyudi PJO PT BAMA – Site BIB
Terima kasih kepada Indo SHE selaku trainer dalam menyampaikan materi Diklat dan Konsultasi SMKP Minerba yang mana SMKP ini merupakan suatu regulasi pemerintah ESDM untuk ...
Assalamu’alaikum Wr.Wb. Alhamdulillah hari ini kita selesai training SMKP selama 5 hari dan terima kasih kepada manajemen telah dilakukannya development yaitu pengembangan karyawan khususnya dalam ...
Anugrah Febrino BalwaAnugrah Febrino BalwaPT Bangun Arta Hutama
Terima kasih kepada pihak management BAMA dan Pihak Indo SHE  telah memberikan fasilitas, untuk bisa menambah wawasan dan pandangan baru dengan sistem manajement pertambangan yang ...
YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram

AREA TANGGA

www.indoshe.com

Sebutkan bahaya yang dapat terjadi di area tangga pada tempat kerja.

  1. …………………………………………………………….
  2. …………………………………………………………….
  3. …………………………………………………………….

(Ini form kosong. Safety talk dimulai dg interaktif menggali dari peserta dulu. Brainstorming.)

Workplace Stairways (Tangga di tempat kerja)

Tangga adalah fasilitas umum yang ada di sebagian besar tempat kerja. Karyawan sering menggunakan tangga, bahkan setiap hari sehingga tidak tampak seperti hal yang berisiko.

Semakin kita merasa aman dalam melakukan suatu aktivitas, semakin kita mengabaikan risikonya. Mayoritas insiden tangga di tempat kerja terjadi ketika seorang karyawan tidak memperhatikan pijakan atau, terburu-buru. Menaiki tangga berisiko untuk terjatuh dan dapat menyebabkan cedera serius (atau lebih buruk).  Bahaya yang menyebabkan risiko serius saat menaiki tangga, antara lain:

  • Pijakan tangga yang licin
  • Anak tanggga yang rusak
  • Pegangan tangan yang longgar
  • Adanya korosi pada pegangan tangga
  • Adanya lubang pada pijakan tangga
  • Adanya sampah, tumpahan minyak pada pijakan tangga
 
https://weeklysafety.com/blog/stairways

https://weeklysafety.com/blog/stairways

Menghindari Kecelakaan Terkait Tangga di Tempat Kerja

Apa kontrol yang bisa dilakukan untuk mengendalikan bahaya menaiki tangga? (biarkan peserta menjawab)

  • Selalu menggunakan pegangan tangga saat naik atau turun tangga.
  • Berhati-hati dengan kondisi lingkungan seperti air hujan atau cairan lain yang tergenang di anak tangga.
  • Pastikan tangga selalu terjaga kebersihannya dan bebas dari sampah, kotoran, dan segala sesuatu yang dapat menyebabkan anak tangga menjadi licin.
  • Jangan jadikan tangga sebagai tempat penyimpanan barang sementara.
  • Hanya mengambil satu langkah pada satu waktu ketika naik atau turun tangga.
  • Pastikan ada pencahayaan yang memadai di tangga.
  • Pastikan anak dalam kondisi baik dan pegangan tangga kuat dan tidak korosi.
  • Jangan berlari ketika naik atau turun tangga.
  • Jangan memainkan ponsel, membaca koran, atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengganggu konsentrasi saat naik atau turun tangga.
  • Jangan membawa beban dengan kedua tangan saat naik atau turun tangga.
  • Pastikan tali sepatu terikat dengan baik sebelum menggunakan tangga.
  • Tidak terburu-buru dan selalu memperhatikan pijakan ketika naik atau turun tangga.

 

 

Peragaan

Pemahaman kembali tentang mengendalikan bahaya di tangga tempat kerja dan memberikan contoh tata cara naik dan turun tangga dengan baik dan benar.

 

Identifikasi area kerja yang terdapat tangga dan berisiko terjadi kecelakaan.

  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………


BANGGA MENJADI KARYAWAN PROFESIONAL, YAITU:

  • Hanya MENGERJAKAN tugas yang ia telah diberi pelatihan.
  • Tidak melakukan pekerjaan yang BUKAN TUGASnya.
  • Tidak MENGOPERASIKAN kendaraan atau unit yang TIDAK memiliki SIMPER.
  • MENGENALI bahayanya dulu SEBELUM mulai mengerjakan sesuatu.
  • STOP dan BERTANYA bila belum tahu CARA MENGERJAKAN dengan benar.
  • MEMAKAI APD yang distandarkan untuk pekerjaan.
  • MENGIKUTI sepenuhnya prosedur atau JSA yang telah ditetapkan.
  • STOP pekerjaan dan LAPOR atasan, bila prosedur atau JSA yang ada tidak bisa diikuti.
  • Aktif TERLIBAT diskusi di dalam SAFETY MEETING.

DAFTAR HADIR

No

Nama

Id

Tanda Tangan

Penulis: Ni Luh Nyssa Divana

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram

Fresh Graduate Work and Learn Program (FGWLP) Angkatan IV

10 Januari – 28 Maret 2022

Graduation FGWLP IV
No Nama Kasifikasi Nomor Sertifikat
1 Aqilla Farida Azzahra Arifin EXCELLENT 027/III/2022/FGWLP/INDOSHE
2 Dimas Amanda Putra
VERY GOOD 028/III/2022/FGWLP/INDOSHE
3 Helsa Andre Saputra VERY GOOD 029/III/2022/FGWLP/INDOSHE
4 Herlinda VERY GOOD 030/III/2022/FGWLP/INDOSHE
5 Ineza Brigitha VERY GOOD 031/III/2022/FGWLP/INDOSHE
6 Jupriyono VERY GOOD 032/III/2022/FGWLP/INDOSHE
7 Kintan Suci Nabilla VERY GOOD 033/III/2022/FGWLP/INDOSHE
8 Muhammad Hendra Kurniawan VERY GOOD 034/III/2022/FGWLP/INDOSHE
9 Naura Dhia Boneta EXCELLENT 035/III/2022/FGWLP/INDOSHE
10 Ninda Ayu Narassati EXCELLENT 036/III/2022/FGWLP/INDOSHE
11 Teuku Ghifaqi Jourdan VERY  GOOD 037/III/2022/FGWLP/INDOSHE

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram
Edaran KAIT Pencegahan dan Pengendalian COVID-19

Edaran KAIT Pencegahan dan Pengendalian COVID-19

KTT dan PJO Perusahaan Pertambangan Minerba Seluruh Indonesia

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram
Limbah Pandemi Covid-19 Mengancam Kesehatan dan Lingkungan

Limbah medis untuk penanganan pandemi Covid-19 telah menjadi ancaman kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Perlu upaya serius untuk mengatasi persoalan ini.

Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa sejumlah besar limbah yang dihasilkan dalam menangani pandemi Covid-19 telah menimbulkan ancaman bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Puluhan ribu ton limbah medis tambahan telah membebani sistem pengelolaan limbah perawatan kesehatan dan sebagian berakhir di lingkungan.

Laporan yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (1/2/2022) menyebutkan, sekitar 1,5 miliar unit alat pelindung diri (APD), setara 87.000 ton, yang diperoleh antara Maret 2020 dan November 2021, telah dikirim ke sejumlah negara melalui sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Padahal, hal ini hanya sebagian kecil dari total APD yang digunakan secara global. Sebagian besar peralatan ini kemungkinan berakhir sebagai limbah.

”Sangat penting untuk menyediakan APD yang tepat bagi petugas kesehatan. Tetapi juga penting untuk memastikan bahwa itu dapat digunakan dengan aman tanpa berdampak pada lingkungan sekitar,” kata Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan dalam siaran pers.

Layanan manajemen yang aman untuk limbah perawatan kesehatan masih kurang, bahkan sebelum pandemi.

Selain APD, ada lebih dari 140 juta alat tes telah dikirimkan dengan potensi menghasilkan 2.600 ton terutama sampah plastik, non-infeksius, dan 731.000 liter sampah kimia. Sekitar 97 persen sampah plastik dari pengujian itu dibakar.

Sebanyak 8 miliar dosis vaksin Covid-19 pertama yang diberikan secara global juga menghasilkan 144.000 ton limbah tambahan seperti jarum suntik, jarum suntik, dan kotak pengaman. WHO tidak merekomendasikan penggunaan sarung tangan untuk suntikan vaksin, tetapi laporan itu mengatakan itu tampaknya menjadi praktik umum. Sarung tangan, dalam hal volume, merupakan proporsi terbesar dari limbah APD dari semua barang yang dibeli oleh PBB.

Limbah penanganan pandemi ini juga menjadi masalah serius di Indonesia. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar tahun lalu melaporkan, sejak Maret 2020 hingga Juni 2021, Indonesia telah menghasilkan 18.460 ton limbah medis kategori bahan berbahaya dan beracun (B3) dari penanganan Covid-19.

”Limbah medis tersebut berasal dari fasilitas layanan kesehatan, rumah sakit darurat, tempat isolasi, karantina mandiri, uji deteksi dan kegiatan vaksinasi. Limbah yang termasuk limbah medis B3 di antaranya infus bekas, masker, botol vaksin, jarum suntik, face shield, perban, hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR dan antigen, serta alkohol pembersih swab,” kata Siti Nurbaya sebagaimana bisa dilihat Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (28/7/2021).

Padahal, data tersebut belum meliputi angka yang sesungguhnya. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) memperkirakan jumlah limbah medis bisa mencapai 493 ton per hari.

Solusi praktis

Laporan WHO setebal 71 halaman itu juga memperingatkan bahwa layanan manajemen yang aman untuk limbah perawatan kesehatan masih kurang, bahkan sebelum pandemi. Data terbaru yang tersedia, dari 2019, menunjukkan bahwa satu dari tiga fasilitas kesehatan secara global tidak mengelola limbah perawatan kesehatan dengan aman.

”Ini berpotensi membuat petugas kesehatan mengalami cedera akibat tusukan jarum, luka bakar, dan mikroorganisme patogen, sementara juga berdampak pada masyarakat yang tinggal di dekat tempat pembuangan sampah yang tidak dikelola dengan baik dan tempat pembuangan limbah melalui udara yang terkontaminasi dari limbah yang terbakar, kualitas air yang buruk, atau hama pembawa penyakit,” sebut laporan ini.

Laporan tersebut merekomendasikan solusi praktis, seperti penggunaan APD secara lebih rasional, menggunakan lebih sedikit kemasan, mengembangkan APD yang dapat digunakan kembali, menggunakan APD yang terbuat dari bahan biodegradable, berinvestasi dalam teknologi pengolahan limbah non-bakar, sentralisasi pengelolaan sampah, dan berinvestasi dalam produksi APD lokal.

Sumber: https://www.kompas.id/

Kementerian ESDM buka kembali ekspor batu bara

Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) membuka kembali ekspor batu bara setelah sempat dilarang sepanjang Januari 2022.

Keputusan itu diterbitkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM dalam surat bernomor T 444/MB.05/DJB.B/2022 tentang Pencabutan Pelarangan Penjualan Batubara ke Luar Negeri.

Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin menerangkan bahwa pembukaan tersebut diberikan setelah pemerintah memastikan pasokan batu bara dan persediaannya pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) PT PLN (Persero) dan IPP sudah dalam kondisi baik.

“Berdasarkan hal tersebut di atas, dengan ini disampaikan bahwa pelarangan penjualan batubara ke luar negeri terhadap pemegang izin pengangkutan dan penjualan komoditas batu bara dicabut,” kata Ridwan dalam surat tersebut dikutip, Selasa (1/2/2022).

Surat bertanggal 28 Januari tersebut ditujukan kepada perusahaan pemegang PKP2B, IUP Operasi Produksi, IUPK Operasi Produksi dan IUPK sebagai Kelanjutan Operasi Kontrak/Perjanjian serta pemegang izin pengangkutan dan penjualan. Meski demikian, kementerian meminta agar perusahaan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).

Adapun tahun ini pemerintah menargetkan produksi batu bara dapat mencapai 663 juta ton hingga Desember 2022. Angka ini sejatinya naik dari target tahun 2021 yakni 625 juta ton meski hanya terealisasi 98,2 persen atau 614 juta ton. Dari total target tahun ini, pemerintah mewajibkan perusahaan tambang memenuhi DMO batu bara dengan total 165,7 juta ton dan sisanya untuk kebutuhan ekspor.

Sementara itu, keputusan pemerintah melarang ekspor batu bara sepanjang Januari diakibatkan pasokan batu bara pada 17 PLTU milik PLN dan IPP dalam kondisi kritis. Pemerintah kemudian melakukan aksi cepat untuk memastikan pasokan batu bara pembangkit dapat terpenuhi.

Pasalnya, kondisi tersebut mengancam operasi pembangkit listrik di sebagian wilayah Indonesia. Padahal perusahaan tambang telah diminta memasok 5,1 juta ton batu bara dari penugasan pemerintah. Namun hingga 1 Januari hanya terpenuhi 35.000 ton.

Sumber – https://www.kabarbisnis.com/

Sebutkan elemen atau bahan yang menyebabkan terjadinya api.

  1. …………………………………………………………….
  2. …………………………………………………………….
  3. …………………………………………………………….

(Ini form kosong. Safety talk dimulai dg interaktif menggali dari peserta dulu. Brainstorming.)

 Alat Pemadam Api Ringan

Untuk memahami cara kerja APAR, Anda perlu memahami sedikit tentang api. Agar menghasilkan api, terdapat 3 elemen yang harus ada pada saat yang bersamaan:

Bisa mulai dari menjelaskan segitiga api dengan ilustrasinya

  • Oksigen yang cukup untuk mempertahankan pembakaran,
  • Panas yang cukup untuk menaikkan bahan ke suhu yang menimbulkan api, dan
  • Bahan bakar atau bahan yang mudah terbakar.

Pemilihan APAR yang tepat sangat berhubungan dengan elemen tersebut, apa hubungannya? (diskusi dengan peserta)

APAR digunakan untuk memadamkan api kecil dan mencegah kebakaran yang lebih besar. Alat ini menggunakan agen yang akan mendinginkan bahan yang terbakar, menghilangkan oksigen, atau menghentikan reaksi kimia sehingga api dapat dipadamkan. APAR tersedia dalam beberapa tipe tergantung sumber api/bahan yang terbakar.

 

Pengendalian Kebakaran

Jika Anda menemukan kebakaran di tempat kerja, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membunyikan alarm diikuti dengan menelepon layanan darurat.

Jika keadaan memungkinkan, Anda harus berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat pemadam api terdekat. Namun lakukan ini HANYA JIKA Anda tahu kelas apinya, jika besarnya api dapat ditangani (yaitu, apinya berada di area kecil seukuran tong sampah), dan Anda telah dilatih tentang cara menggunakan APAR dengan benar. Apa yang harus dilakukan dalam situasi darurat jika syarat tersebut tidak terpenuhi? (diskusi dengan peserta)

Bagaimana Langkah menggunakan APAR yang benar? (biarkan peserta menjawab)

Hal yang Harus Diperhatikan

  • Ketahui di mana letak alat pemadam api terdekat saat bekerja.
  • Pastikan Anda tahu cara kerjanya dan jika tidak, minta kepada atasan untuk diadakan pelatihan menggunakan APAR.
  • Pahami waktu penggunaan yang tepat dan batasan alat pemadam api.
  • Pastikan bahwa akses menuju APAR selalu bersih dan tidak terhalang apa pun.
  • Laporkan jika Anda melihat kondisi APAR yang kurang baik seperti tabung berkarat, pin terlepas, dll.
  • Jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan dengan APAR, tanyakan pada supervisor.

Peragaan:
Peragaan menggunakan APAR.

 

Identifikasi area kerja yang berpotensi terjadi kebakaran.

  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………
  • ………………………………………………………………………………………………………………………………………

BANGGA MENJADI KARYAWAN PROFESIONAL, YAITU:

  • Hanya MENGERJAKAN tugas yang ia telah diberi pelatihan.
  • Tidak melakukan pekerjaan yang BUKAN TUGASnya.
  • Tidak MENGOPERASIKAN kendaraan atau unit yang TIDAK memiliki SIMPER.
  • MENGENALI bahayanya dulu SEBELUM mulai mengerjakan sesuatu.
  • STOP dan BERTANYA bila belum tahu CARA MENGERJAKAN dengan benar.
  • MEMAKAI APD yang distandarkan untuk pekerjaan.
  • MENGIKUTI sepenuhnya prosedur atau JSA yang telah ditetapkan.
  • STOP pekerjaan dan LAPOR atasan, bila prosedur atau JSA yang ada tidak bisa diikuti.
  • Aktif TERLIBAT diskusi di dalam SAFETY MEETING.

DAFTAR HADIR

No

Nama

Id

Tanda Tangan

Penulis: Ni Luh Nyssa Divana

YouTube
YouTube
Set Youtube Channel ID
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram